Bangka Barat,Dnid.Co.Id —Aksi penusukan maut yang dipicu cekcok melalui telepon dan pesan WhatsApp menggemparkan warga Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Senin (18/5/2026). Seorang pria tewas di tempat setelah mengalami luka tusuk di bagian dada dalam perkelahian yang terjadi di halaman rumah pelaku sekitar pukul 13.00 WIB.
Kurang dari satu jam setelah kejadian berdarah itu berlangsung, Polsek Kelapa Polres Bangka Barat berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sebilah pisau dapur yang diduga digunakan untuk menghabisi korban.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso menegaskan, aparat bergerak cepat usai menerima laporan masyarakat terkait insiden tersebut.
“Polsek Kelapa Polres Bangka Barat bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian dan berhasil mengamankan pelaku dalam waktu kurang dari satu jam setelah kejadian berlangsung,” ujar Iptu Yos Sudarso.
Hasil penyelidikan awal mengungkap, tragedi itu bermula dari perselisihan panas antara korban dan pelaku melalui sambungan telepon serta percakapan WhatsApp. Adu mulut yang berlangsung cukup sengit kemudian berubah menjadi saling tantang untuk bertemu langsung.
Korban akhirnya mendatangi rumah pelaku di Desa Kacung. Situasi yang sejak awal sudah memanas berubah menjadi perkelahian fisik di halaman rumah. Dalam bentrokan tersebut, korban disebut sempat mengambil batu untuk menyerang.
Namun situasi berubah fatal ketika pelaku masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah pisau dapur. Tanpa banyak bicara, pelaku kembali keluar lalu menusukkan senjata tajam itu ke arah dada korban.
Tusukan tersebut membuat korban tersungkur bersimbah darah. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu sempat berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan akibat luka serius yang dideritanya.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
“Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Kelapa Polres Bangka Barat guna menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Iptu Yos Sudarso.
Kasus ini menjadi sorotan karena dipicu persoalan sepele yang berkembang liar melalui komunikasi digital hingga berujung hilangnya nyawa. Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi saat menghadapi konflik pribadi, baik secara langsung maupun melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara baik dan tidak menggunakan kekerasan karena dapat berakibat fatal,” tutupnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kurang Sejam Polisi Ringkus Pelaku Penusukan Maut
SENIN, 18 MEI 2026
Bangka Barat,Dnid.Co.Id —Aksi penusukan maut yang dipicu cekcok melalui telepon dan pesan WhatsApp menggemparkan warga Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Senin (18/5/2026). Seorang pria tewas di tempat setelah mengalami luka tusuk di bagian dada dalam perkelahian yang terjadi di halaman rumah pelaku sekitar pukul 13.00 WIB.
Kurang dari satu jam setelah kejadian berdarah itu berlangsung, Polsek Kelapa Polres Bangka Barat berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sebilah pisau dapur yang diduga digunakan untuk menghabisi korban.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso menegaskan, aparat bergerak cepat usai menerima laporan masyarakat terkait insiden tersebut.
“Polsek Kelapa Polres Bangka Barat bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian dan berhasil mengamankan pelaku dalam waktu kurang dari satu jam setelah kejadian berlangsung,” ujar Iptu Yos Sudarso.
Hasil penyelidikan awal mengungkap, tragedi itu bermula dari perselisihan panas antara korban dan pelaku melalui sambungan telepon serta percakapan WhatsApp. Adu mulut yang berlangsung cukup sengit kemudian berubah menjadi saling tantang untuk bertemu langsung.
Korban akhirnya mendatangi rumah pelaku di Desa Kacung. Situasi yang sejak awal sudah memanas berubah menjadi perkelahian fisik di halaman rumah. Dalam bentrokan tersebut, korban disebut sempat mengambil batu untuk menyerang.
Namun situasi berubah fatal ketika pelaku masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah pisau dapur. Tanpa banyak bicara, pelaku kembali keluar lalu menusukkan senjata tajam itu ke arah dada korban.
Tusukan tersebut membuat korban tersungkur bersimbah darah. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu sempat berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan akibat luka serius yang dideritanya.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
“Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Kelapa Polres Bangka Barat guna menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Iptu Yos Sudarso.
Kasus ini menjadi sorotan karena dipicu persoalan sepele yang berkembang liar melalui komunikasi digital hingga berujung hilangnya nyawa. Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi saat menghadapi konflik pribadi, baik secara langsung maupun melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara baik dan tidak menggunakan kekerasan karena dapat berakibat fatal,” tutupnya.