Kasus KDRT Belum Tuntas, Wartawan yang Memberitakan Justru Diduga Dianiaya, Ini Tanggapan Kasat Reskrim Polres Takalar

Gambar ilustrasi kasus KDRT mandek sejak tahun 2025 di Polres Takalar. (dok.AI)

Gambar ilustrasi kasus KDRT mandek sejak tahun 2025 di Polres Takalar. (dok.AI)

Takalar, DNID.co.id – Seorang jurnalis media online, Muh. Saleh alias Sholeh Sibali, mengaku menjadi korban penganiayaan dan ancaman pembunuhan oleh seorang pria bernama Bambang di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat sore (22/5/2026).

Insiden tersebut terjadi di pos penjagaan Perumahan Istana Permai, Kecamatan Pattallassang, Kelurahan Kalabbirang, sekitar pukul 16.55 WITA. Dugaan penganiayaan itu disebut dipicu pemberitaan terkait kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan anak yang sebelumnya viral di berbagai media nasional.

Sholeh menuturkan, saat itu dirinya sedang berada di pos security sebelum tiba-tiba didatangi pelaku dalam kondisi emosi.

“Pelaku tiba-tiba datang menghampiri saya lalu mengambil paksa barang-barang yang ada di atas meja dan melemparkannya ke arah wajah saya,” ujar Sholeh kepada awak media, Sabtu (23/5/2026).

Menurut pengakuannya, tindakan pelaku tidak berhenti sampai di situ. Bambang disebut turun dari sepeda motornya lalu melakukan pemukulan berulang menggunakan sebuah buku tebal milik petugas keamanan.

“Dia memukul wajah saya menggunakan buku tebal milik security sebanyak tiga kali. Selain itu, dia juga memukul bagian perut dan tangan saya. Sebagian pukulan sempat saya tepis menggunakan tangan kiri,” ungkapnya.

Selain mengalami kekerasan fisik, Sholeh juga mengaku mendapat intimidasi verbal hingga ancaman pembunuhan.

“Dia mengeluarkan kata-kata kasar, meludah sambil menunjuk-nunjuk saya dan mengatakan semua wartawan yang memberitakan dirinya adalah wartawan palsu. Bahkan dia mengancam akan membunuh wartawan,” katanya.

Kemarahannya diduga berkaitan dengan pemberitaan yang sempat viral pada Januari 2026 lalu. Dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, Bambang diduga terlihat melakukan kekerasan terhadap anak kandung dan mantan istrinya.

Video tersebut bahkan sempat menjadi perhatian publik setelah diberitakan sejumlah televisi nasional dan media online. Namun, Bambang disebut tidak menerima pemberitaan tersebut dan menganggap informasi yang beredar sebagai hoaks.

Sholeh juga menyoroti penanganan kasus dugaan KDRT dan penganiayaan yang sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Takalar. Ia menilai laporan tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti.

“Kasus dugaan KDRT dan penganiayaan yang sebelumnya dilaporkan ke Polres Takalar sampai sekarang tidak jelas penanganannya. Sekarang justru wartawan yang memberitakan malah diduga menjadi korban kekerasan dan ancaman,” ujarnya.

Usai kejadian, Sholeh langsung mendatangi Polres Takalar untuk membuat laporan resmi terkait dugaan pemukulan dan ancaman pembunuhan yang dialaminya.

“Saya sudah melaporkan tindakan pemukulan dan ancaman pembunuhan ini ke pihak berwajib. Kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Kasus ini memunculkan sorotan publik terkait keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik serta dugaan lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan.

Dari informasi yang dihimpun, Bambang disebut memiliki kedekatan dengan sejumlah oknum di lingkungan Polres Takalar. Ia dikabarkan kerap mengikuti kegiatan motor trail bersama Kapolres dan beberapa perwira kepolisian.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa pelaku sulit tersentuh hukum meski telah dilaporkan dalam dua kasus dugaan KDRT sejak 2025 hingga 2026.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Takalar, IPTU Haryanto, menyebut laporan dugaan penganiayaan terhadap wartawan Sholeh masih dalam tahap penanganan.

“Baru kemarin melapor. Saat ini masih menunggu hasil visum dan disposisi ke unit yang menangani,” kata Haryanto saat dikonfirmasi DNID melalui pesan WhatsApp, Sabtu (23/5/2026).

Meski demikian, Haryanto belum memberikan penjelasan terkait perkembangan dua laporan dugaan KDRT dan penganiayaan dengan terlapor Bambang yang disebut telah bergulir sejak tahun 2025.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 23 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Arief Daeng Sunu

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Siapkan UKW dan Verifikasi Faktual Dewan Pers
Amsakar Ajak Pers Dukung Pembangunan Batam, Tegaskan Pentingnya Kontrol Sosial
Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel
Polresta Pangkalpinang Dorong Pemuda Produksi Konten Digital Positif dan Edukatif
Polres Belitung Dorong Kompetensi SDM, 16 Peserta Terima Sertifikat Pelatihan Aplikasi Perkantoran
Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya
Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Berita ini 339 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:56 WITA

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WITA

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Siapkan UKW dan Verifikasi Faktual Dewan Pers

Kamis, 5 November 2026 - 18:34 WITA

Amsakar Ajak Pers Dukung Pembangunan Batam, Tegaskan Pentingnya Kontrol Sosial

Kamis, 5 November 2026 - 18:04 WITA

Polresta Pangkalpinang Dorong Pemuda Produksi Konten Digital Positif dan Edukatif

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WITA

Polres Belitung Dorong Kompetensi SDM, 16 Peserta Terima Sertifikat Pelatihan Aplikasi Perkantoran

Kamis, 5 November 2026 - 12:23 WITA

Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 23:48 WITA

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS

Berita Terbaru