Sungailiat ,DNID.co.id – Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Kabupaten Bangka tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Di tengah kebutuhan darah yang tak pernah mengenal jeda, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka berhasil menghimpun 93 kantong darah dari aksi donor sukarela yang digelar di halaman Markas PMI Kabupaten Bangka, Senin (15/6/2026).
Capaian itu menjadi bukti tingginya kepedulian masyarakat terhadap misi kemanusiaan sekaligus menjawab tantangan menjaga ketersediaan stok darah yang aman dan mencukupi bagi pasien yang membutuhkan transfusi setiap saat.
Sebanyak 100 paket sembako disiapkan PMI sebagai bentuk apresiasi bagi 100 pendonor pertama. Respons warga pun melampaui ekspektasi. Beragam kalangan hadir untuk mendonorkan darahnya, mulai dari aparatur sipil negara, komunitas, hingga masyarakat umum.
Darah yang terkumpul nantinya akan didistribusikan ke berbagai fasilitas kesehatan untuk memenuhi kebutuhan operasi, penanganan korban kecelakaan, persalinan, hingga pasien yang harus menjalani transfusi darah secara rutin.
Ketua PMI Kabupaten Bangka, Syahbudin S.IP., M.Tr.IP., mengatakan bahwa kebutuhan darah merupakan persoalan kemanusiaan yang tidak pernah berhenti. Karena itu, donor darah harus dipandang sebagai gerakan sosial berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial.
“Setiap tetes darah yang disumbangkan adalah harapan hidup bagi orang lain. Donor darah bukan hanya tindakan medis, tetapi wujud nyata kepedulian kemanusiaan yang harus terus kita jaga,” ujar Syahbudin.
Ia menegaskan, PMI terus berupaya memperkuat cadangan darah melalui kegiatan donor yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai instansi pemerintah, badan, hingga kecamatan sesuai jadwal yang telah disusun sepanjang tahun 2026.
Sebelumnya, Wakil Bupati Bangka yang juga menjabat Ketua PMI Kabupaten Bangka tersebut turut mendonorkan darah dalam kegiatan serupa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka pada 14 April 2026. Langkah itu dinilai sebagai bentuk keteladanan untuk mendorong partisipasi masyarakat lebih luas.
“Kebutuhan darah tidak pernah berhenti, sehingga dukungan berkelanjutan dari warga sangat dibutuhkan agar stok selalu tersedia kapan pun dibutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Bangka, dr. Anggriyani, memastikan seluruh proses donor berjalan aman dengan menerapkan standar kesehatan yang ketat. Setiap calon pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pengambilan darah dilakukan oleh tenaga profesional.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan partisipasi warga. Proses pemeriksaan dan pengambilan darah dilakukan oleh tenaga profesional dengan standar keamanan yang ketat. Kami berharap antusiasme ini terus terjaga, sehingga ketersediaan darah bagi warga yang membutuhkan dapat selalu terpenuhi,” ungkapnya.
Keberhasilan menghimpun 93 kantong darah dalam satu kegiatan menjadi sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat Bangka terhadap pentingnya donor darah terus tumbuh. Namun, di balik capaian tersebut tersimpan pesan penting bahwa kebutuhan darah berlangsung setiap hari. Solidaritas sosial melalui donor darah rutin tetap menjadi kunci agar tidak ada pasien yang kehilangan kesempatan memperoleh pertolongan tepat waktu.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Aksi Kemanusiaan, PMI Bangka Kumpulkan Darah
SELASA, 16 JUNI 2026
Sungailiat ,DNID.co.id – Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Kabupaten Bangka tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Di tengah kebutuhan darah yang tak pernah mengenal jeda, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka berhasil menghimpun 93 kantong darah dari aksi donor sukarela yang digelar di halaman Markas PMI Kabupaten Bangka, Senin (15/6/2026).
Capaian itu menjadi bukti tingginya kepedulian masyarakat terhadap misi kemanusiaan sekaligus menjawab tantangan menjaga ketersediaan stok darah yang aman dan mencukupi bagi pasien yang membutuhkan transfusi setiap saat.
Sebanyak 100 paket sembako disiapkan PMI sebagai bentuk apresiasi bagi 100 pendonor pertama. Respons warga pun melampaui ekspektasi. Beragam kalangan hadir untuk mendonorkan darahnya, mulai dari aparatur sipil negara, komunitas, hingga masyarakat umum.
Darah yang terkumpul nantinya akan didistribusikan ke berbagai fasilitas kesehatan untuk memenuhi kebutuhan operasi, penanganan korban kecelakaan, persalinan, hingga pasien yang harus menjalani transfusi darah secara rutin.
Ketua PMI Kabupaten Bangka, Syahbudin S.IP., M.Tr.IP., mengatakan bahwa kebutuhan darah merupakan persoalan kemanusiaan yang tidak pernah berhenti. Karena itu, donor darah harus dipandang sebagai gerakan sosial berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial.
"Setiap tetes darah yang disumbangkan adalah harapan hidup bagi orang lain. Donor darah bukan hanya tindakan medis, tetapi wujud nyata kepedulian kemanusiaan yang harus terus kita jaga," ujar Syahbudin.
Ia menegaskan, PMI terus berupaya memperkuat cadangan darah melalui kegiatan donor yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai instansi pemerintah, badan, hingga kecamatan sesuai jadwal yang telah disusun sepanjang tahun 2026.
Sebelumnya, Wakil Bupati Bangka yang juga menjabat Ketua PMI Kabupaten Bangka tersebut turut mendonorkan darah dalam kegiatan serupa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka pada 14 April 2026. Langkah itu dinilai sebagai bentuk keteladanan untuk mendorong partisipasi masyarakat lebih luas.
"Kebutuhan darah tidak pernah berhenti, sehingga dukungan berkelanjutan dari warga sangat dibutuhkan agar stok selalu tersedia kapan pun dibutuhkan," katanya.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Bangka, dr. Anggriyani, memastikan seluruh proses donor berjalan aman dengan menerapkan standar kesehatan yang ketat. Setiap calon pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pengambilan darah dilakukan oleh tenaga profesional.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan partisipasi warga. Proses pemeriksaan dan pengambilan darah dilakukan oleh tenaga profesional dengan standar keamanan yang ketat. Kami berharap antusiasme ini terus terjaga, sehingga ketersediaan darah bagi warga yang membutuhkan dapat selalu terpenuhi," ungkapnya.
Keberhasilan menghimpun 93 kantong darah dalam satu kegiatan menjadi sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat Bangka terhadap pentingnya donor darah terus tumbuh. Namun, di balik capaian tersebut tersimpan pesan penting bahwa kebutuhan darah berlangsung setiap hari. Solidaritas sosial melalui donor darah rutin tetap menjadi kunci agar tidak ada pasien yang kehilangan kesempatan memperoleh pertolongan tepat waktu.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.