Indonesia Percepatan Kesiapan PLTN, Pemerintah Targetkan Energi Nuklir Masuk Jaringan Listrik 2023

BANGKA BELITUNG ,DNID.co.id – Setelah melalui proses kajian panjang selama lebih dari enam dekade, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Indonesia memasuki fase persiapan yang semakin konkret. Pemerintah menegaskan bahwa energi nuklir menjadi salah satu opsi strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission.

Dalam UGM Nuclear Readiness Forum 2026 di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah melihat energi nuklir sebagai bagian penting dari strategi energi masa depan Indonesia.

Dikutip dari keterangannya dalam forum tersebut, Airlangga mengatakan bahwa teknologi nuklir, termasuk Small Modular Reactor (SMR), menjadi salah satu pilihan yang dapat dikembangkan karena memiliki karakteristik fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan negara kepulauan seperti Indonesia.

Menurut Airlangga, energi nuklir memiliki keunggulan dalam menyediakan listrik berskala besar dengan emisi karbon rendah, sehingga dapat menjadi bagian dari solusi menghadapi peningkatan kebutuhan energi nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, juga menegaskan bahwa energi nuklir telah masuk dalam perencanaan energi nasional dengan target mulai terhubung ke jaringan listrik nasional pada tahun 2032.

Dalam keterangannya pada berbagai forum energi, termasuk agenda Kementerian ESDM, Eniya menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan aspek teknologi, sumber daya manusia, lokasi, serta kelembagaan untuk mendukung pembangunan PLTN pertama Indonesia. Target awal pengembangan PLTN berada pada kisaran ratusan megawatt sebelum dikembangkan lebih lanjut.

“Target tercepat kita adalah on grid dan commissioning pada 2032,” ujar Eniya dalam diskusi terkait perkembangan program nuklir nasional.

PT PLN (Persero) juga mulai memperkuat kesiapan institusi dan sumber daya manusia. Dalam kegiatan Capacity Building Awareness Nuklir 2026, General Manager PLN Puslitbang Mochamad Soleh menyampaikan bahwa pembangunan PLTN membutuhkan persiapan tenaga ahli sejak tahap awal.

Dikutip dari keterangannya dalam kegiatan tersebut, Soleh menjelaskan bahwa satu unit PLTN membutuhkan sekitar 200 tenaga inti untuk mendukung pengoperasian fasilitas nuklir. Pemerintah dan PLN juga mengkaji pengembangan PLTN awal dengan kapasitas sekitar 500 MW di wilayah seperti Bangka Belitung dan Kalimantan Barat.

Selain aspek teknologi dan kelembagaan, dukungan politik terhadap energi nuklir juga semakin terlihat. Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki rencana besar dalam pengembangan energi nuklir sebagai bagian dari bauran energi nasional.

Dalam forum sektor energi pada Februari 2026, Hashim menyebut bahwa arah pengembangan nuklir masuk dalam perencanaan jangka panjang energi Indonesia, termasuk pembahasan kapasitas hingga beberapa gigawatt.

*Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas*

Meski perkembangan program nuklir semakin maju, pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prinsip utama. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) akan menjalankan fungsi sebagai regulator independen untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan dan operasi PLTN memenuhi standar keselamatan nasional maupun internasional.

Pengembangan PLTN bukan hanya persoalan penyediaan listrik, tetapi juga menyangkut kesiapan regulasi, penerimaan masyarakat, pengembangan industri nasional, serta pembangunan sumber daya manusia.

Dengan semakin kuatnya dukungan pemerintah, regulator, akademisi, dan sektor ketenagalistrikan, Indonesia kini memasuki tahap penting menuju realisasi pembangkit nuklir pertama sebagai bagian dari masa depan energi rendah karbon nasional.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 14 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: RILISAN

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: JEJARING KBO BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online
Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.
Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Green Policing, Kapolres Bangka Barat Ajak Personel Jaga Kebersihan Potensi Wisata Air Terjun Pait
Green Policing, Polresta Pangkalpinang Ajak Personel Peduli Lingkungan demi Masa Depan yang Lebih Hijau
Green Policing di Belitung, Kapolres dan Personel Turun Langsung Bersihkan Lingkungan
Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:35 WITA

MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Jumat, 6 November 2026 - 21:19 WITA

Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Jumat, 6 November 2026 - 20:52 WITA

Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.

Jumat, 6 November 2026 - 13:18 WITA

Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Jumat, 6 November 2026 - 13:06 WITA

Green Policing, Kapolres Bangka Barat Ajak Personel Jaga Kebersihan Potensi Wisata Air Terjun Pait

Jumat, 6 November 2026 - 12:58 WITA

Green Policing, Polresta Pangkalpinang Ajak Personel Peduli Lingkungan demi Masa Depan yang Lebih Hijau

Jumat, 6 November 2026 - 11:54 WITA

Green Policing di Belitung, Kapolres dan Personel Turun Langsung Bersihkan Lingkungan

Kamis, 5 November 2026 - 21:56 WITA

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan

Berita Terbaru