Api Mengamuk Hanguskan Lahan Komplek Kobatin Senin Malam

KOBA, DNID.co.id – Kebakaran lahan melanda kawasan Komplek Kobatin, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (3/8/2026) malam. Kobaran api membesar disertai kepulan asap tebal yang membumbung tinggi hingga terlihat dari sejumlah titik dan mengundang perhatian warga sekitar. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran maupun luas lahan yang terdampak masih dalam penyelidikan aparat.

Begitu menerima laporan, personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangka Tengah langsung bergerak menuju lokasi. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif hingga api berhasil dikendalikan, sehingga potensi perambatan kebakaran ke area lain dapat dicegah.

Di saat bersamaan, personel Polsek Koba diterjunkan untuk mengamankan lokasi kejadian. Polisi mengatur situasi di sekitar titik kebakaran, membantu kelancaran proses pemadaman, sekaligus memastikan masyarakat tidak mendekati area yang dinilai berbahaya.

“Personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangka Tengah bergerak cepat menuju lokasi dan berhasil memadamkan api sehingga kebakaran dapat dikendalikan,” demikian informasi yang diperoleh di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga. Asap pekat yang membumbung tinggi menjadi penanda besarnya kobaran api pada awal kejadian. Meski demikian, respons cepat petugas berhasil mencegah situasi berkembang menjadi lebih luas.

Hingga Senin malam, aparat gabungan masih melakukan pendataan serta pemantauan di lokasi. Sejumlah informasi penting, termasuk dugaan penyebab kebakaran dan estimasi luas lahan yang terbakar, masih dikumpulkan untuk memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.

Pihak berwenang belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai sumber api maupun kemungkinan adanya unsur kelalaian atau faktor lain yang memicu kebakaran. Masyarakat diimbau tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan diumumkan secara resmi.

Kasus ini menjadi perhatian karena kebakaran lahan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, mengganggu aktivitas masyarakat, serta meningkatkan risiko apabila tidak segera ditangani. Aparat memastikan pemantauan tetap dilakukan guna mengantisipasi munculnya titik api baru di kawasan tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 4 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: HERWANDI

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: PANTAUAN DILAPANGAN

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan
Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Afo Lim Bawa Teknologi Aerogel ke Indonesia, FOSS Group Siapkan Generasi Baru Proteksi Kebakaran
FOSS Group Luncurkan EV Truck 10 Ton, Kendaraan Listrik Heavy Duty untuk Berbagai Sektor
Oknum Honorer Pendidikan S1 di Bone Tertangkap Bawa Sabu di Jalan Merdeka, Dua Rekannya Ikut Diciduk
Rp140 Juta Dibayar ke Pemilik Alat, Bukan Kontraktor, Pengerukan Rp800 Juta Banjir Bone Kini Dipertanyakan Secara Hukum
Surat Kuasa 14 Juli 2026 Seret Lurah Mampotu ke Sengketa Sertifikat Nomor 222, Netralitas Dipertanyakan
Haji Rahmi Mengaku Tak Tahu Uang Rp25 Juta, Kesaksian Haji Lawa dalam Video Viral Dipertanyakan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:56 WITA

Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan

Minggu, 20 September 2026 - 04:27 WITA

Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 22:11 WITA

Afo Lim Bawa Teknologi Aerogel ke Indonesia, FOSS Group Siapkan Generasi Baru Proteksi Kebakaran

Sabtu, 19 September 2026 - 21:25 WITA

FOSS Group Luncurkan EV Truck 10 Ton, Kendaraan Listrik Heavy Duty untuk Berbagai Sektor

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WITA

Oknum Honorer Pendidikan S1 di Bone Tertangkap Bawa Sabu di Jalan Merdeka, Dua Rekannya Ikut Diciduk

Sabtu, 19 September 2026 - 15:51 WITA

Rp140 Juta Dibayar ke Pemilik Alat, Bukan Kontraktor, Pengerukan Rp800 Juta Banjir Bone Kini Dipertanyakan Secara Hukum

Sabtu, 19 September 2026 - 12:46 WITA

Surat Kuasa 14 Juli 2026 Seret Lurah Mampotu ke Sengketa Sertifikat Nomor 222, Netralitas Dipertanyakan

Sabtu, 19 September 2026 - 10:48 WITA

Haji Rahmi Mengaku Tak Tahu Uang Rp25 Juta, Kesaksian Haji Lawa dalam Video Viral Dipertanyakan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Wakil Bupati Gowa Buka Lomba Paskibra Tingkat SMP dan SMA se-Sulsel

Senin, 21 Sep 2026 - 15:15 WITA