KKN UIN Walisongo Ajak Siswa SD di Kendal Ubah Barang Bekas Jadi Celengan Kreatif
KENDAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 165 Ananta Abhipraya UIN Walisongo Semarang mengajak siswa SD Negeri Randusari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, mengolah barang bekas menjadi celengan kreatif dalam kegiatan edukasi yang digelar pekan ini.
Program tersebut bertujuan menanamkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Melalui pendampingan langsung dari mahasiswa KKN, siswa diajak memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Berbagai bahan bekas, seperti botol dan kaleng, diubah menjadi celengan dengan beragam bentuk. Selain belajar berkreasi, para siswa juga diperkenalkan pada pentingnya mengurangi limbah melalui pemanfaatan kembali barang yang masih dapat digunakan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa KKN mendampingi siswa pada setiap tahapan pembuatan, mulai dari menyiapkan bahan hingga menyelesaikan hasil karya.
Salah seorang siswa kelas VI SD Negeri Randusari, Bima, mengaku sempat mengalami kesulitan saat mengikuti proses pembuatan. Namun, pendampingan dari mahasiswa KKN membantunya menyelesaikan celengan yang dibuat.
“Awalnya kelihatan sulit membuatnya, namun saat diajari kakak-kakak KKN ternyata jadi lebih mudah dan berhasil dibuat dengan bentuk lucu dan menarik,” ujar Bima.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tampak bersemangat menunjukkan hasil karya mereka setelah berhasil menyelesaikan celengan yang dibuat dari barang bekas.
Tim KKN Posko 165 Ananta Abhipraya berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan positif pada anak-anak, terutama dalam menjaga lingkungan dan membangun budaya menabung sejak dini.
Program pembuatan celengan dari barang bekas menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa yang memadukan pendidikan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan sederhana tersebut, mahasiswa berharap siswa dapat memahami bahwa barang bekas tidak selalu menjadi sampah, tetapi juga dapat diolah menjadi karya yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN UIN Walisongo Ajak Siswa SD di Kendal Ubah Barang Bekas Jadi Celengan Kreatif
KAMIS, 13 AGUSTUS 2026
KENDAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 165 Ananta Abhipraya UIN Walisongo Semarang mengajak siswa SD Negeri Randusari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, mengolah barang bekas menjadi celengan kreatif dalam kegiatan edukasi yang digelar pekan ini.
Program tersebut bertujuan menanamkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Melalui pendampingan langsung dari mahasiswa KKN, siswa diajak memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Berbagai bahan bekas, seperti botol dan kaleng, diubah menjadi celengan dengan beragam bentuk. Selain belajar berkreasi, para siswa juga diperkenalkan pada pentingnya mengurangi limbah melalui pemanfaatan kembali barang yang masih dapat digunakan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa KKN mendampingi siswa pada setiap tahapan pembuatan, mulai dari menyiapkan bahan hingga menyelesaikan hasil karya.
Salah seorang siswa kelas VI SD Negeri Randusari, Bima, mengaku sempat mengalami kesulitan saat mengikuti proses pembuatan. Namun, pendampingan dari mahasiswa KKN membantunya menyelesaikan celengan yang dibuat.
“Awalnya kelihatan sulit membuatnya, namun saat diajari kakak-kakak KKN ternyata jadi lebih mudah dan berhasil dibuat dengan bentuk lucu dan menarik,” ujar Bima.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tampak bersemangat menunjukkan hasil karya mereka setelah berhasil menyelesaikan celengan yang dibuat dari barang bekas.
Tim KKN Posko 165 Ananta Abhipraya berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan positif pada anak-anak, terutama dalam menjaga lingkungan dan membangun budaya menabung sejak dini.
Program pembuatan celengan dari barang bekas menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa yang memadukan pendidikan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan sederhana tersebut, mahasiswa berharap siswa dapat memahami bahwa barang bekas tidak selalu menjadi sampah, tetapi juga dapat diolah menjadi karya yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.