PT Mutiara Gunung Agung Garap Proyek Rp12,8 Miliar, Siring Sudah Retak Tembus, PPK  Bungkam

Pondasi Belum Ditimbun Sudah Retak dari Atas hingga Bawah, Warga Desak Bongkar Total dan Minta Bupati serta Inspektorat Turun Tangan; Ada Apa dengan Pengawasan Proyek Ini?

 

Bone, DNID.co.id – Proyek Rehabilitasi Jalan Paket 02 Ruas Taccipi – Tokaseng senilai Rp12,8 Miliar yang digarap PT. Mutiara Gunung Agung kini jadi bahan amarah warga.

Bagaimana tidak, pekerjaan yang masih dalam proses pengerjaan dan bahkan belum masuk tahap penimbunan dan pengaspalan, pondasi siring atau dinding penahan tanahnya sudah retak vertikal tembus dari atas cor sampai ke bawah pasangan batu.

Padahal, siring tersebut hampir semuanya sudah selesai dikerjakan. Warga yang melintas setiap hari melihat langsung kondisi yang memprihatinkan itu: berlubang, keropos, adukan rontok, dan retak putus.

Jalan ini bukan jalan sepi. Ini adalah jalan utama, jalan nadi yang menghubungkan beberapa desa, akses menuju tempat wisata pemandian alam, dan jalur harian petani kebun yang dilalui mobil-mobil muatan berat tanpa henti.

“Ini baru pondasi, Daeng. Belum ditimbun, belum diaspal, belum dilindas mobil berat, sudah retak tembus begini. Bagaimana kalau sudah ditimbun tanah dan dilalui truk muatan sawit dan gabah? Pasti langsung amblas dan patah,” ujar Rappe seorang warga yang berprofesi sebagai tukang bangunan, dengan nada geram.

Rappe yang selama puluhan tahun berkecimpung di pekerjaan Infrastruktur Pondasi Siring membeberkan borok metode kerja di lapangan yang ia lihat langsung.

“Di bawah cor atas itu bukan beton, tapi tumpukan batu gunung dengan adukan kering kerontang. Adonannya rontok, tidak menyatu. Itu bukan pasangan batu, itu batu ditumpuk kasih semen sedikit. Makanya retaknya putus total,” tegasnya Sabtu (31/10/2026).

Pondasi yang belum di plesteran

Yang lebih mengkhawatirkan, di balik pasangan batu yang retak itu terlihat ada rongga dan lubang besar, hakan Dia melihat Pondasi yang retak mengaga itu diduga diperbaiki hanya di sisipkan campuran adukan semen dan pasir baru dimasukkan kedalam retakan.

“Ada rongga dan lubang di bawah batu. Itu bukti tanahnya sudah tergerus dan longsor. Kalau cuma ditambal pakai adukan semen di luarnya saja, dalamnya tetap kosong. Kekuatannya nol. Metode tambal sisip itu GAGAL TOTAL,” tambahnya.

Kondisi ini memunculkan desakan keras dari warga. Bongkar total dan kerjakan ulang sesuai spesifikasi teknis dan RAB, jangan cuma ditempel semen.

“Jangan tunggu jalan amblas baru mau bertindak. Ini belum ditimbun saja sudah begini. Tolong, bongkar dan pasang ulang yang benar. Ini uang rakyat Rp12,8 Miliar, bukan uang main-main,” Desakan warga lain.

Pondasi yang sudah di pelesteran

Desakan pembongkaran itu muncul karena kekhawatiran akan keselamatan. Jika siring penahan jalan patah saat musim hujan, maka jalan utama penghubung desa usianya pendek bakal hancur kembali harapan akan menjadi kekecewaan, kemudian hasil kebun petani tidak bisa keluar.

Sementara itu, sikap diam dari pihak penanggung jawab justru menyulut emosi warga lebih besar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Kabid BMCKTR Bone Jumran, hingga berita ini diturunkan masih bungkam. Dikonfirmasi melalui telepon dan WhatsApp pada Rabu (28/10/2026), pesannya hanya dibaca tanpa ada jawaban.

Bungkamnya PPK dan kontraktor di saat pondasi siring yang hampir selesai itu sudah retak sebelum ditimbun, dinilai warga sebagai bentuk pembiaran yang berbahaya.

“Kalau memang kerja sesuai spesifikasi, kenapa harus diam? Kenapa takut jelaskan? Justru karena diamnya itulah kami curiga. Ada apa dengan proyek Rp12,8 Miliar ini? Kenapa dibiarkan pondasi yang retak tembus dan berlubang begitu?” tegas warga.

Warga berharap, Dinas BMCKTR Bone, konsultan pengawas, hingga Bupati Bone segera turun ke lokasi sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap penimbunan dan pengaspalan. Jangan sampai cacat pondasi ditutup timbunan tanah agar terlihat rapi dari luar, padahal dalamnya keropos.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar, apakah pekerjaan sudah sesuai spesifikasi teknis dan RAB?

Mereka juga mendesak Bupati Bone dan Inspektorat turun langsung, jangan hanya diam melihat kontraktor diduga bekerja asal jadi sementara pemerintah tutup mata.

Hingga berita ini diterbitkan, PT. Mutiara Gunung Agung selaku kontraktor pelaksana juga belum memberikan klarifikasi.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 1 Oktober 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Investigasi Tim

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat
Sempat Viral Usai Dianiaya, Korban Resmi Laporkan Appang ke Polres Gowa, Kuasa Hukum Minta Keadilan
Peringati Milad, Yayasan Gema Amal Soleh Santuni 72 Anak Yatim di Papanggo
Polsek Panakukkang Ungkap Dua Kasus Pencurian, Pelaku Jampang Ditangkap
Aksi Damai Sumpah Pemuda, GRIB Jaya Sulsel Apresiasi Kinerja Intelijen Polda Sulsel
Operasi KRYD Polda Sulsel di Makassar, Empat Orang Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu
Peserta dari Berbagai Provinsi Mulai Serbu Batam, Rakernas III PJS Diikuti 250 Wartawan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:53 WITA

Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat

Minggu, 1 November 2026 - 14:18 WITA

Sempat Viral Usai Dianiaya, Korban Resmi Laporkan Appang ke Polres Gowa, Kuasa Hukum Minta Keadilan

Minggu, 1 November 2026 - 08:03 WITA

Peringati Milad, Yayasan Gema Amal Soleh Santuni 72 Anak Yatim di Papanggo

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:32 WITA

Aksi Damai Sumpah Pemuda, GRIB Jaya Sulsel Apresiasi Kinerja Intelijen Polda Sulsel

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:52 WITA

Operasi KRYD Polda Sulsel di Makassar, Empat Orang Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:44 WITA

Peserta dari Berbagai Provinsi Mulai Serbu Batam, Rakernas III PJS Diikuti 250 Wartawan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Terpancing Live TikTok, Pemuda Bawa Senapan Angin Hendak Ikut Tawuran di Makassar, Polisi Amankan 7 Orang

Berita Terbaru