KKN Internasional UIN Walisongo dan UIN Antasari Kolaborasi dalam Program Jum’at Berkah di Makkah
Makkah – Memasuki pekan keempat pelaksanaan program Jum’at Berkah, KKN Internasional Arab Saudi UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan Tim Student Mobility Internasional UIN Antasari Banjarmasin dalam kegiatan pembagian sedekah kepada jamaah di sekitar Masjidil Haram.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (14/8) lalu tersebut tetap menyasar empat titik di sekitar Masjidil Haram yang dibagi menjadi empat kelompok. Kolaborasi ini bermula dari pertemuan antara mahasiswa KKN Internasional UIN Walisongo dan mahasiswa UIN Antasari yang sama-sama melaksanakan kegiatan pengabdian di Sekolah Indonesia Makkah.
Pertemuan tersebut kemudian menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun hubungan baik antarkampus melalui program kerja yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama. Kolaborasi dirancang agar tidak mengurangi program kerja masing-masing pihak maupun menambah beban salah satu tim.
Muhammad Farrel, salah satu anggota KKN Internasional UIN Walisongo sekaligus penanggung jawab program kerja Jum’at Berkah, menyampaikan kegembiraannya atas kesediaan Tim Student Mobility Internasional UIN Antasari untuk terlibat dalam kegiatan pekan keempat.
“Saya sangat senang karena teman-teman dari UIN Antasari bersedia berkolaborasi dalam pembagian Jum’at Berkah pekan keempat ini,” ungkap Farrel.
Antusiasme serupa juga disampaikan salah satu anggota Tim Student Mobility Internasional UIN Antasari. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan menarik untuk mengunjungi Masjidil Haram, mengingat aktivitas mereka selama ini lebih banyak berfokus pada pengabdian di Sekolah Indonesia Makkah.
“Program kerja kami fokus pada pengabdian di sekolah soalnya,” tuturnya.
Jarak tempat tinggal menuju Masjidil Haram yang berada di sekitar Sekolah Indonesia Makkah juga menjadi salah satu alasan mereka tidak terlalu sering berkunjung ke kawasan tersebut. Perjalanan menuju Masjidil Haram membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit.
Seperti pelaksanaan pada pekan-pekan sebelumnya, kegiatan pembagian sedekah berlangsung singkat, sekitar 10–15 menit, termasuk perjalanan menuju titik pembagian. Pada pekan keempat, sedekah yang dibagikan berupa roti, wafer, dan air mineral.
Karena kegiatan dilaksanakan setelah salat Ashar, seluruh kelompok kemudian memutuskan untuk segera menuju Masjidil Haram menjelang waktu Maghrib. Namun, di tengah kegiatan pembagian sedekah, salah satu kelompok juga mendapat pengalaman berbeda ketika dihampiri dua jamaah umrah asal Indonesia yang tersesat.
Tim kelompok 2 dihampiri seorang ibu asal Padang, Sumatra Barat, dan seorang bapak yang berasal dari Jawa Timur. Keduanya meminta bantuan karena mengalami kesulitan menemukan lokasi tujuan.
Untuk jamaah perempuan, tim terlebih dahulu melakukan pengecekan nomor Tour Leader yang tercantum pada kartu identitas jamaah di Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh). Setelah nomor tersebut berhasil dihubungi dan Tour Leader menyatakan bersedia menjemput, tim tidak perlu mengantarkan jamaah tersebut hingga ke hotel.
Sementara itu, jamaah laki-laki mengaku baru dua hari berada di Makkah sehingga belum hafal lingkungan sekitar. Nomor Tour Leader yang tercantum pada kartu identitas Siskopatuh juga tidak dapat dihubungi. Setelah melakukan pengecekan, tim akhirnya memutuskan untuk mengantarkan jamaah tersebut menuju hotel yang tercantum dalam data Siskopatuh.
“Alhamdulillah, hotelnya sesuai dengan yang tertera di kartu identitas. Bapaknya juga mengakui bahwa itu benar hotel tempat beliau menginap, jadi kami tidak perlu bingung mencari Tour Leader-nya,” ujar salah satu anggota tim yang mengantarkan jamaah tersebut.
Setelah membantu kedua jamaah, tim KKN Internasional UIN Walisongo kembali menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan salat Maghrib berjamaah. Seusai salat, kedua tim berkumpul di kawasan Jabal Omar untuk saling bertukar cerita dan pengalaman selama melaksanakan kegiatan pengabdian di Makkah.
Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Namun, pertemuan tersebut tidak berlangsung terlalu lama karena sebagian anggota KKN Internasional UIN Walisongo harus segera mempersiapkan program kerja berikutnya, yakni pendampingan jamaah.
Kolaborasi dalam program Jum’at Berkah ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi langkah awal untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama antarmahasiswa dari kedua perguruan tinggi. Selain berbagi manfaat kepada jamaah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menghadirkan nilai-nilai pengabdian selama berada di Tanah Suci.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, KKN Internasional UIN Walisongo Semarang bersama UIN Antasari Banjarmasin terus berupaya menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama, sekaligus mempererat persaudaraan di Tanah Suci.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN Internasional UIN Walisongo dan UIN Antasari Kolaborasi dalam Program Jum’at Berkah di Makkah
SENIN, 17 AGUSTUS 2026
Makkah - Memasuki pekan keempat pelaksanaan program Jum’at Berkah, KKN Internasional Arab Saudi UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan Tim Student Mobility Internasional UIN Antasari Banjarmasin dalam kegiatan pembagian sedekah kepada jamaah di sekitar Masjidil Haram.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (14/8) lalu tersebut tetap menyasar empat titik di sekitar Masjidil Haram yang dibagi menjadi empat kelompok. Kolaborasi ini bermula dari pertemuan antara mahasiswa KKN Internasional UIN Walisongo dan mahasiswa UIN Antasari yang sama-sama melaksanakan kegiatan pengabdian di Sekolah Indonesia Makkah.
Pertemuan tersebut kemudian menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun hubungan baik antarkampus melalui program kerja yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama. Kolaborasi dirancang agar tidak mengurangi program kerja masing-masing pihak maupun menambah beban salah satu tim.
Muhammad Farrel, salah satu anggota KKN Internasional UIN Walisongo sekaligus penanggung jawab program kerja Jum’at Berkah, menyampaikan kegembiraannya atas kesediaan Tim Student Mobility Internasional UIN Antasari untuk terlibat dalam kegiatan pekan keempat.
“Saya sangat senang karena teman-teman dari UIN Antasari bersedia berkolaborasi dalam pembagian Jum’at Berkah pekan keempat ini,” ungkap Farrel.
Antusiasme serupa juga disampaikan salah satu anggota Tim Student Mobility Internasional UIN Antasari. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan menarik untuk mengunjungi Masjidil Haram, mengingat aktivitas mereka selama ini lebih banyak berfokus pada pengabdian di Sekolah Indonesia Makkah.
“Program kerja kami fokus pada pengabdian di sekolah soalnya,” tuturnya.
Jarak tempat tinggal menuju Masjidil Haram yang berada di sekitar Sekolah Indonesia Makkah juga menjadi salah satu alasan mereka tidak terlalu sering berkunjung ke kawasan tersebut. Perjalanan menuju Masjidil Haram membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit.
Seperti pelaksanaan pada pekan-pekan sebelumnya, kegiatan pembagian sedekah berlangsung singkat, sekitar 10–15 menit, termasuk perjalanan menuju titik pembagian. Pada pekan keempat, sedekah yang dibagikan berupa roti, wafer, dan air mineral.
Karena kegiatan dilaksanakan setelah salat Ashar, seluruh kelompok kemudian memutuskan untuk segera menuju Masjidil Haram menjelang waktu Maghrib. Namun, di tengah kegiatan pembagian sedekah, salah satu kelompok juga mendapat pengalaman berbeda ketika dihampiri dua jamaah umrah asal Indonesia yang tersesat.
Tim kelompok 2 dihampiri seorang ibu asal Padang, Sumatra Barat, dan seorang bapak yang berasal dari Jawa Timur. Keduanya meminta bantuan karena mengalami kesulitan menemukan lokasi tujuan.
Untuk jamaah perempuan, tim terlebih dahulu melakukan pengecekan nomor Tour Leader yang tercantum pada kartu identitas jamaah di Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh). Setelah nomor tersebut berhasil dihubungi dan Tour Leader menyatakan bersedia menjemput, tim tidak perlu mengantarkan jamaah tersebut hingga ke hotel.
Sementara itu, jamaah laki-laki mengaku baru dua hari berada di Makkah sehingga belum hafal lingkungan sekitar. Nomor Tour Leader yang tercantum pada kartu identitas Siskopatuh juga tidak dapat dihubungi. Setelah melakukan pengecekan, tim akhirnya memutuskan untuk mengantarkan jamaah tersebut menuju hotel yang tercantum dalam data Siskopatuh.
“Alhamdulillah, hotelnya sesuai dengan yang tertera di kartu identitas. Bapaknya juga mengakui bahwa itu benar hotel tempat beliau menginap, jadi kami tidak perlu bingung mencari Tour Leader-nya,” ujar salah satu anggota tim yang mengantarkan jamaah tersebut.
Setelah membantu kedua jamaah, tim KKN Internasional UIN Walisongo kembali menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan salat Maghrib berjamaah. Seusai salat, kedua tim berkumpul di kawasan Jabal Omar untuk saling bertukar cerita dan pengalaman selama melaksanakan kegiatan pengabdian di Makkah.
Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Namun, pertemuan tersebut tidak berlangsung terlalu lama karena sebagian anggota KKN Internasional UIN Walisongo harus segera mempersiapkan program kerja berikutnya, yakni pendampingan jamaah.
Kolaborasi dalam program Jum’at Berkah ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi langkah awal untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama antarmahasiswa dari kedua perguruan tinggi. Selain berbagi manfaat kepada jamaah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menghadirkan nilai-nilai pengabdian selama berada di Tanah Suci.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, KKN Internasional UIN Walisongo Semarang bersama UIN Antasari Banjarmasin terus berupaya menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama, sekaligus mempererat persaudaraan di Tanah Suci.