BELITUNG, DNID.co.id —Peristiwa tragis mengguncang Desa Lasar Batu Mana, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (18/8/2026). Seorang warga lanjut usia bernama Jusin (82) ditemukan meninggal dunia di dalam sumur yang berada di belakang rumahnya setelah diduga terjatuh tanpa diketahui keluarga maupun warga sekitar.
Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi berada di dasar sumur. Menyadari situasi darurat tersebut, Kepala Dusun setempat segera melaporkan kejadian itu kepada Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan pada pukul 09.10 WIB untuk meminta bantuan evakuasi.
Informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang langsung ditindaklanjuti. Tim USS Tanjung Pandan bergerak cepat menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan lima personel penyelamat. Mereka diberangkatkan pada pukul 09.50 WIB menuju Desa Lasar Batu Mana yang berjarak cukup jauh dari pusat kota Tanjung Pandan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi sumur berada di area belakang rumah korban. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti bagaimana korban bisa terjatuh ke dalam sumur tersebut. Namun, usia korban yang telah mencapai 82 tahun menjadi salah satu faktor yang turut menjadi perhatian dalam penanganan kasus ini.
Setelah menempuh perjalanan menuju lokasi, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel USS Tanjung Pandan, Koramil, Polsek, perangkat desa, serta masyarakat setempat tiba pada pukul 11.50 WIB. Saat dilakukan pengecekan, korban dipastikan telah meninggal dunia di dalam sumur.
Tanpa menunda waktu, tim gabungan langsung melaksanakan proses evakuasi menggunakan peralatan penyelamatan khusus. Operasi berlangsung lancar meski harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi sumur yang sempit dan berisiko.
Pada pukul 12.15 WIB, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar sumur. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Dr. H. Marsidi Judono untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut sekaligus mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Terima kasih serta apresiasi kami berikan kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan—mulai dari personel USS Tanjung Pandan, Koramil, Polsek, perangkat desa, hingga pihak keluarga—yang telah bergerak cepat dan solid sehingga proses evakuasi dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis,” ujar Mikel Rachman Junika.
Usai proses evakuasi dan debriefing yang dilakukan pukul 12.25 WIB, Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia di Desa Lasar Batu Mana secara resmi ditutup. Tragedi ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan rumah, terutama bagi warga lanjut usia yang tinggal di sekitar area berisiko seperti sumur terbuka.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Tim SAR Evakuasi Lansia Tewas Dari Sumur
SELASA, 18 AGUSTUS 2026
BELITUNG, DNID.co.id —Peristiwa tragis mengguncang Desa Lasar Batu Mana, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (18/8/2026). Seorang warga lanjut usia bernama Jusin (82) ditemukan meninggal dunia di dalam sumur yang berada di belakang rumahnya setelah diduga terjatuh tanpa diketahui keluarga maupun warga sekitar.
Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi berada di dasar sumur. Menyadari situasi darurat tersebut, Kepala Dusun setempat segera melaporkan kejadian itu kepada Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan pada pukul 09.10 WIB untuk meminta bantuan evakuasi.
Informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang langsung ditindaklanjuti. Tim USS Tanjung Pandan bergerak cepat menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan lima personel penyelamat. Mereka diberangkatkan pada pukul 09.50 WIB menuju Desa Lasar Batu Mana yang berjarak cukup jauh dari pusat kota Tanjung Pandan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi sumur berada di area belakang rumah korban. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti bagaimana korban bisa terjatuh ke dalam sumur tersebut. Namun, usia korban yang telah mencapai 82 tahun menjadi salah satu faktor yang turut menjadi perhatian dalam penanganan kasus ini.
Setelah menempuh perjalanan menuju lokasi, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel USS Tanjung Pandan, Koramil, Polsek, perangkat desa, serta masyarakat setempat tiba pada pukul 11.50 WIB. Saat dilakukan pengecekan, korban dipastikan telah meninggal dunia di dalam sumur.
Tanpa menunda waktu, tim gabungan langsung melaksanakan proses evakuasi menggunakan peralatan penyelamatan khusus. Operasi berlangsung lancar meski harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi sumur yang sempit dan berisiko.
Pada pukul 12.15 WIB, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar sumur. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Dr. H. Marsidi Judono untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut sekaligus mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
"Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Terima kasih serta apresiasi kami berikan kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan—mulai dari personel USS Tanjung Pandan, Koramil, Polsek, perangkat desa, hingga pihak keluarga—yang telah bergerak cepat dan solid sehingga proses evakuasi dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis," ujar Mikel Rachman Junika.
Usai proses evakuasi dan debriefing yang dilakukan pukul 12.25 WIB, Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia di Desa Lasar Batu Mana secara resmi ditutup. Tragedi ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan rumah, terutama bagi warga lanjut usia yang tinggal di sekitar area berisiko seperti sumur terbuka.