Silaturahmi di Meja Domino
Catatan Kecil dari turnamen Domino IDC Road to HBH 2027,
*HUSBA PHADA
Jumat, 14 Agustus 2026.
HP tingmasuk WA.
Dari kawan IKA UNHAS. Isinya to the point banget:
“Ini daftar peserta domino. Kita berpartner. Saya sudah daftarkan.”
“Lah kapan? Dimana?”
Balas beberapa detik kemudian: brosur digital.
_Turnamen Domino Road to HBH – IKATEK Domino Club._
Oke. Gas.
Di kepala saya nggak ada kebayang hadiah kulkas, motor, atau uang tunai.
Yang kebayang: ketemu kawan kampus merah.
Nanti sambil “tak… tak…” banting kartu, obrolan pasti ngalir.
Mulai dari ospek, cewek fakultas yang dulu bikin salfok,
solidaritas angkatan, sampai dosen killer yang bikin IP pas-pasan.
*Minggu, 23 Agustus. Enreco Cafe. Jamnya pas.*
Begitu masuk, suasananya khas banget:
kopi panas, asap rokok, tawa keras.
Paket komplit bapak-bapak nostalgia.
Panitia ngumumin: “Sistem Swiss, 5 ronde. Mulai!”
Ronde 1, Meja 12
Lawan: adik tingkat yang umurnya lebih pantas jadi anak.
Waktu kami ospek, mereka belum lahir.
Mungkin grogi ketemu senior, jadi mainnya belepotan.
Hasil: menang. PD naik.
Ronde 2
Lawan: pasangan senior-yunior.
Seniornya 5 tahun di atas kami. Yuniornya jauh di bawah.
Gaya mainnya? Hati-hati, rapih, kayak pemain turnamen.
Kami? Gaya mainnya: feeling + bismillah.
Hasil: kalah. Wajar.
Ronde 3
Lawan: adik yunior lagi.
Sama. Langganan turnamen.
Kami langganan kumpul.
Hasil: kalah lagi. Tapi tetap senyum.
*Ronde 4*
Lawan tipe beda banget.
Satunya serius, diem, muka datar kayak lagi ujian.
Satunya lagi malah main sambil cerita, ketawa-ketiwi.
Mungkin mereka tim “good cop bad cop”.
Tapi hari itu kami yang menang telak. Alhamdulillah.
*Ronde 5*
Ini paling gampang.
Lawan: nggak datang.
WO. Menang gratis. Rezeki anak sholeh 😆
Langsung cabut dari arena sambil nunggu pengumuman lolos babak berikut.
Jujur? Lolos atau nggak bukan urusan.
Saya datang cuma mau “gugurkan kewajiban” kata partner saya.
Tugas utama sudah selesai: ketemu kawan, ketawa, bernostalgia.
Dan beneran. Meja domino itu meja ajaib.
Dari situ keluar semua cerita kampus merah:
Jasaboga, tempat nongkrong, cewek yang dulu dilirik diam-diam,
solidaritas fakultas, dosen yang baik hati, dosen yang kalau liat absen langsung keringat dingin.
Menang kalah? Bodoh amat.
Kami memang bukan kesini ngejar piala.
Kalah tetap ceria. Menang nggak terus pasang dada.
Saya sama partner? Enjoy aja. Nggak ada beban.
Kesimpulannya:
Main domino itu bukan tentang menang.
Bukan tentang juara.
Tapi tentang canda, tawa,
tentang silaturahmi,
tentang kampus merah,
dan tentang “mereka yang manis-manis” di kampus dulu itu.
Karena sejatinya… poin boleh kalah,
tapi silaturahmi kami menang telak. 👏
HP ’26
*Husba Phada Alumni dan Mantan Ketua Senat Fakultas Pertanian Kehutann 1993-1994
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.






















