KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Inisiatif Terpadu (KKN MIT) UIN Walisongo Semarang Posko 171 mengajak wali murid PAUD Al Madinah, Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan sosialisasi yang digelar Rabu (26/8/2026) tersebut menjadi upaya mahasiswa mengenalkan pengelolaan limbah rumah tangga melalui kegiatan kreatif yang mudah diterapkan di rumah.
Kegiatan yang menyasar para wali murid itu mengusung tema “Mengurangi Limbah Rumah Tangga dengan Menghiasnya Menjadi Cendera Mata.” Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah.
Dengan menggunakan bahan yang relatif mudah diperoleh, mahasiswa memperagakan tahapan pengolahan minyak jelantah hingga menjadi lilin aromaterapi. Produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan sekaligus dikemas menjadi cendera mata sederhana.
Salah satu anggota KKN MIT Posko 171 sekaligus penggagas kegiatan, Naila Amalia, mengatakan pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk kreatif dapat menjadi alternatif pengelolaan limbah rumah tangga.
“Saya sangat yakin kegiatan ini berguna, karena selain mengurangi limbah rumah tangga, hasilnya bisa menjadi produk kreatif yang bernilai jual maupun hadiah sederhana,” ujar Naila.
Para wali murid menyambut antusias kegiatan tersebut. Mereka mengikuti proses pembuatan lilin sekaligus memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan minyak jelantah agar tidak sekadar menjadi limbah rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT Posko 171 berharap masyarakat semakin memahami bahwa limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali melalui kreativitas. Selain mengurangi potensi limbah, pengolahan tersebut juga dapat membuka peluang menghasilkan produk sederhana yang memiliki nilai guna dan ekonomi.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk pengabdian KKN MIT Posko 171 dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus pemanfaatan limbah rumah tangga secara kreatif.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi
KAMIS, 27 AGUSTUS 2026
KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Inisiatif Terpadu (KKN MIT) UIN Walisongo Semarang Posko 171 mengajak wali murid PAUD Al Madinah, Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan sosialisasi yang digelar Rabu (26/8/2026) tersebut menjadi upaya mahasiswa mengenalkan pengelolaan limbah rumah tangga melalui kegiatan kreatif yang mudah diterapkan di rumah.
Kegiatan yang menyasar para wali murid itu mengusung tema “Mengurangi Limbah Rumah Tangga dengan Menghiasnya Menjadi Cendera Mata.” Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah.
Dengan menggunakan bahan yang relatif mudah diperoleh, mahasiswa memperagakan tahapan pengolahan minyak jelantah hingga menjadi lilin aromaterapi. Produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan sekaligus dikemas menjadi cendera mata sederhana.
Salah satu anggota KKN MIT Posko 171 sekaligus penggagas kegiatan, Naila Amalia, mengatakan pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk kreatif dapat menjadi alternatif pengelolaan limbah rumah tangga.
“Saya sangat yakin kegiatan ini berguna, karena selain mengurangi limbah rumah tangga, hasilnya bisa menjadi produk kreatif yang bernilai jual maupun hadiah sederhana,” ujar Naila.
Para wali murid menyambut antusias kegiatan tersebut. Mereka mengikuti proses pembuatan lilin sekaligus memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan minyak jelantah agar tidak sekadar menjadi limbah rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT Posko 171 berharap masyarakat semakin memahami bahwa limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali melalui kreativitas. Selain mengurangi potensi limbah, pengolahan tersebut juga dapat membuka peluang menghasilkan produk sederhana yang memiliki nilai guna dan ekonomi.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk pengabdian KKN MIT Posko 171 dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus pemanfaatan limbah rumah tangga secara kreatif.