KKN UIN Walisongo Ikut Senam Bersama, Pererat Kebersamaan Warga Tugusari
SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26 berpartisipasi dalam kegiatan senam rutin bersama warga Dusun Tugusari, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Kegiatan yang digelar akhir pekan itu menjadi sarana untuk meningkatkan kebugaran sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Senam rutin yang dilaksanakan setiap pekan tersebut merupakan salah satu kegiatan masyarakat yang bertujuan menjaga kesehatan dan membangun interaksi sosial antarwarga. Kegiatan berlangsung sejak pagi dan diikuti dengan antusias oleh warga dari berbagai kelompok usia.
Mahasiswa KKN turut terlibat secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari mendampingi peserta hingga mengikuti gerakan senam bersama warga. Kehadiran mahasiswa membuat suasana semakin meriah dan mendorong terciptanya interaksi yang lebih akrab.
Selain menjaga kebugaran tubuh, kegiatan senam juga menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dinilai mampu meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kebugaran, serta menurunkan risiko berbagai penyakit.
Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat selama menjalani masa pengabdian di Desa Kandangan. Melalui kegiatan sederhana seperti senam bersama, mahasiswa dapat mengenal lebih dekat kehidupan sosial, budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat.
Ketua Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26, Adnan, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan KKN.
“Kami ingin tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga hadir dan terlibat dalam kegiatan masyarakat sehari-hari agar hubungan yang terjalin lebih dekat dan akrab,” ujarnya.
Partisipasi mahasiswa mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan semangat baru dalam pelaksanaan kegiatan senam rutin.
Warliyah, istri Kepala Dusun Tugusari, mengaku senang dengan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa membuat suasana menjadi lebih hidup.
“Senang, Mas, jadi tambah ramai. Ada yang membantu dan ikut di depan bersama teman-teman. Pokoknya pada senang karena ada temannya. Kalau bisa, minggu depan ikut lagi,” katanya.
Kegiatan senam bersama tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang mampu mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Interaksi yang terbangun dalam suasana santai diharapkan dapat memperkuat rasa saling percaya dan mendukung pelaksanaan berbagai program pengabdian di lingkungan desa.
Melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan masyarakat, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan pengabdian yang tidak terbatas pada pelaksanaan program kerja. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu menciptakan sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN UIN Walisongo Ikut Senam Bersama, Pererat Kebersamaan Warga Tugusari
KAMIS, 13 AGUSTUS 2026
SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26 berpartisipasi dalam kegiatan senam rutin bersama warga Dusun Tugusari, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Kegiatan yang digelar akhir pekan itu menjadi sarana untuk meningkatkan kebugaran sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Senam rutin yang dilaksanakan setiap pekan tersebut merupakan salah satu kegiatan masyarakat yang bertujuan menjaga kesehatan dan membangun interaksi sosial antarwarga. Kegiatan berlangsung sejak pagi dan diikuti dengan antusias oleh warga dari berbagai kelompok usia.
Mahasiswa KKN turut terlibat secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari mendampingi peserta hingga mengikuti gerakan senam bersama warga. Kehadiran mahasiswa membuat suasana semakin meriah dan mendorong terciptanya interaksi yang lebih akrab.
Selain menjaga kebugaran tubuh, kegiatan senam juga menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dinilai mampu meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kebugaran, serta menurunkan risiko berbagai penyakit.
Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat selama menjalani masa pengabdian di Desa Kandangan. Melalui kegiatan sederhana seperti senam bersama, mahasiswa dapat mengenal lebih dekat kehidupan sosial, budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat.
Ketua Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26, Adnan, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan KKN.
“Kami ingin tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga hadir dan terlibat dalam kegiatan masyarakat sehari-hari agar hubungan yang terjalin lebih dekat dan akrab,” ujarnya.
Partisipasi mahasiswa mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan semangat baru dalam pelaksanaan kegiatan senam rutin.
Warliyah, istri Kepala Dusun Tugusari, mengaku senang dengan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa membuat suasana menjadi lebih hidup.
“Senang, Mas, jadi tambah ramai. Ada yang membantu dan ikut di depan bersama teman-teman. Pokoknya pada senang karena ada temannya. Kalau bisa, minggu depan ikut lagi,” katanya.
Kegiatan senam bersama tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang mampu mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Interaksi yang terbangun dalam suasana santai diharapkan dapat memperkuat rasa saling percaya dan mendukung pelaksanaan berbagai program pengabdian di lingkungan desa.
Melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan masyarakat, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan pengabdian yang tidak terbatas pada pelaksanaan program kerja. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu menciptakan sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Penulis: Lubab Jamaludin Arrumi
Editor: Arya Krida
Sumber: Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26