Asyiknya Belajar Sehat di MI NU 66 Nurul Bahri: KKN UIN Walisongo Padukan Eksperimen Kuman dan Konten TikTok
Kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di MI NU 66 Nurul Bahri
KENDAL – Edukasi kesehatan bagi anak-anak tak melulu harus kaku dan membosankan. Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 152 membuktikan hal tersebut saat menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di MI NU 66 Nurul Bahri pada Rabu (5/8/2026) lalu.
Kegiatan ini dirancang khusus dengan pendekatan komunikatif dan menyenangkan agar para siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan diri sejak usia dini. Fokus utama dari edukasi ini adalah pemahaman tentang kondisi yang mewajibkan cuci tangan serta tata cara mencuci tangan yang benar untuk mencegah masuknya kuman.
Untuk memvisualisasikan teori, tim mahasiswa KKN mengajak para siswa mengamati eksperimen sederhana mengenai interaksi kuman dan sabun. Eksperimen ini sukses memantik antusiasme para siswa karena mereka dapat melihat langsung simulasi bagaimana sabun secara efektif menjauhkan dan membersihkan kuman dari tangan.
Tak berhenti di situ, hafalan tahapan cuci tangan turut dikemas lewat nyanyian dan gerakan interaktif yang diikuti dengan meriah oleh seluruh siswa. Tim KKN juga menyisipkan sesi evaluasi untuk melatih keberanian siswa dalam menyimpulkan materi PHBS di hadapan teman-temannya.
Sebagai penutup yang kekinian dan dekat dengan dunia anak muda, tim KKN Posko 152 mengajak para siswa memproduksi konten edukasi bersama di platform TikTok. Selain menjadi sarana dokumentasi yang santai, pembuatan video kreatif ini diharapkan mampu menyebarluaskan pesan positif tentang pentingnya gaya hidup bersih dan sehat ke ruang digital yang lebih luas.
Melalui laporan tertulisnya, perwakilan Posko 152, Nazwa Azizah, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam menanamkan kebiasaan baik. Kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah sederhana yang berdampak besar dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Asyiknya Belajar Sehat di MI NU 66 Nurul Bahri: KKN UIN Walisongo Padukan Eksperimen Kuman dan Konten TikTok
SABTU, 8 AGUSTUS 2026
KENDAL – Edukasi kesehatan bagi anak-anak tak melulu harus kaku dan membosankan. Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 152 membuktikan hal tersebut saat menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di MI NU 66 Nurul Bahri pada Rabu (5/8/2026) lalu.
Kegiatan ini dirancang khusus dengan pendekatan komunikatif dan menyenangkan agar para siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan diri sejak usia dini. Fokus utama dari edukasi ini adalah pemahaman tentang kondisi yang mewajibkan cuci tangan serta tata cara mencuci tangan yang benar untuk mencegah masuknya kuman.
Untuk memvisualisasikan teori, tim mahasiswa KKN mengajak para siswa mengamati eksperimen sederhana mengenai interaksi kuman dan sabun. Eksperimen ini sukses memantik antusiasme para siswa karena mereka dapat melihat langsung simulasi bagaimana sabun secara efektif menjauhkan dan membersihkan kuman dari tangan.
Tak berhenti di situ, hafalan tahapan cuci tangan turut dikemas lewat nyanyian dan gerakan interaktif yang diikuti dengan meriah oleh seluruh siswa. Tim KKN juga menyisipkan sesi evaluasi untuk melatih keberanian siswa dalam menyimpulkan materi PHBS di hadapan teman-temannya.
Sebagai penutup yang kekinian dan dekat dengan dunia anak muda, tim KKN Posko 152 mengajak para siswa memproduksi konten edukasi bersama di platform TikTok. Selain menjadi sarana dokumentasi yang santai, pembuatan video kreatif ini diharapkan mampu menyebarluaskan pesan positif tentang pentingnya gaya hidup bersih dan sehat ke ruang digital yang lebih luas.
Melalui laporan tertulisnya, perwakilan Posko 152, Nazwa Azizah, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam menanamkan kebiasaan baik. Kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah sederhana yang berdampak besar dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.