Tirakatan Mandiri di Setiap RT, Warga Tlogosih Sambut Kemerdekaan dengan Guyub
Malam tirakatan RT 2 Padukuhan Tlogopring, desa Tlogosih
DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Posko 145 bersama warga menggelar tirakatan secara mandiri di kediaman Ketua RT 02, Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Tirakatan di masing-masing RT desa Tlogosih, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Minggu (16/8/2026).
Ketua RT 02, Asrori, mengatakan tirakatan merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun. Menurutnya, setelah kegiatan di tingkat desa ditiadakan, warga RT 02 berinisiatif melanjutkan tradisi tersebut di lingkungan RT.
“Acara tirakatan ini acara tiap tahun. Untuk dua tahun sebelumnya diadakan di desa, tetapi sekarang masing-masing RT mengadakan acara tirakatan sendiri,” ujar Asrori.
Kegiatan yang dimulai selepas Magrib tersebut diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan. Warga kemudian mengikuti renungan yang disampaikan Taqim mengenai jasa para pendahulu dan makna dari kemerdekaan.
Dalam penyampaiannya, Taqim menjelaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan dan perbudakan, tetapi juga terbebas dari tekanan. Ia menekankan pendidikan dan integritas sebagai bekal penting bagi masyarakat untuk menjaga kemerdekaan.
Menurut Taqim, pendidikan juga memiliki peran dalam membuat masyarakat lebih kritis dan tidak mudah ditipu.
“Orang yang berpendidikan tidak bakal mudah ditipu,” ujar Taqim.
Usai renungan, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil dan doa untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pemotongan tumpeng oleh Didit selaku Pamong di Desa dan diserahkan kepada Ketua RT 02 sebagai bagian dari rangkaian acara.
Bagi warga, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda peringatan kemerdekaan, tetapi juga kesempatan untuk berkumpul dan membangun kebersamaan. Amelia, warga RT 02, mengatakan kekompakan warga sudah terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan.
“Kegiatan ini membuat warga menjadi kompak mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara perlombaan. Saya juga merasa senang bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini,” ujar Amelia.
Menurut Amelia, kegiatan tirakatan diharapkan dapat terus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarwarga.
Antusiasme warga juga terlihat ketika acara dilanjutkan dengan pentas seni rebana Ar-Rohmah dan kuis. Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 145 turut hadir dan berbaur bersama warga untuk meramaikan kegiatan.
Dalam salah satu sesi kuis, Tami, anggota KKN UIN Walisongo Posko 145, ikut menjawab pertanyaan, “Indonesia merah darahku, lagu dari siapa?” Tami menjawab “Gombloh” dan langsung mendapat tepuk tangan dari warga.
Keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari interaksi mereka dengan masyarakat selama menjalankan program KKN. Kehadiran mahasiswa turut menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan warga.
Asrori menilai antusiasme warga dalam mengikuti tirakatan sangat tinggi. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan semakin meriah pada tahun-tahun berikutnya.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa berjalan terus dan tambah meriah,” kata Asrori.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Tirakatan Mandiri di Setiap RT, Warga Tlogosih Sambut Kemerdekaan dengan Guyub
SENIN, 17 AGUSTUS 2026
DEMAK - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Posko 145 bersama warga menggelar tirakatan secara mandiri di kediaman Ketua RT 02, Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Tirakatan di masing-masing RT desa Tlogosih, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Minggu (16/8/2026).
Ketua RT 02, Asrori, mengatakan tirakatan merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun. Menurutnya, setelah kegiatan di tingkat desa ditiadakan, warga RT 02 berinisiatif melanjutkan tradisi tersebut di lingkungan RT.
“Acara tirakatan ini acara tiap tahun. Untuk dua tahun sebelumnya diadakan di desa, tetapi sekarang masing-masing RT mengadakan acara tirakatan sendiri,” ujar Asrori.
Kegiatan yang dimulai selepas Magrib tersebut diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan. Warga kemudian mengikuti renungan yang disampaikan Taqim mengenai jasa para pendahulu dan makna dari kemerdekaan.
Dalam penyampaiannya, Taqim menjelaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan dan perbudakan, tetapi juga terbebas dari tekanan. Ia menekankan pendidikan dan integritas sebagai bekal penting bagi masyarakat untuk menjaga kemerdekaan.
Menurut Taqim, pendidikan juga memiliki peran dalam membuat masyarakat lebih kritis dan tidak mudah ditipu.
“Orang yang berpendidikan tidak bakal mudah ditipu,” ujar Taqim.
Usai renungan, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil dan doa untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pemotongan tumpeng oleh Didit selaku Pamong di Desa dan diserahkan kepada Ketua RT 02 sebagai bagian dari rangkaian acara.
Bagi warga, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda peringatan kemerdekaan, tetapi juga kesempatan untuk berkumpul dan membangun kebersamaan. Amelia, warga RT 02, mengatakan kekompakan warga sudah terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan.
“Kegiatan ini membuat warga menjadi kompak mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara perlombaan. Saya juga merasa senang bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini,” ujar Amelia.
Menurut Amelia, kegiatan tirakatan diharapkan dapat terus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarwarga.
Antusiasme warga juga terlihat ketika acara dilanjutkan dengan pentas seni rebana Ar-Rohmah dan kuis. Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 145 turut hadir dan berbaur bersama warga untuk meramaikan kegiatan.
Dalam salah satu sesi kuis, Tami, anggota KKN UIN Walisongo Posko 145, ikut menjawab pertanyaan, “Indonesia merah darahku, lagu dari siapa?” Tami menjawab “Gombloh” dan langsung mendapat tepuk tangan dari warga.
Keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari interaksi mereka dengan masyarakat selama menjalankan program KKN. Kehadiran mahasiswa turut menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan warga.
Asrori menilai antusiasme warga dalam mengikuti tirakatan sangat tinggi. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan semakin meriah pada tahun-tahun berikutnya.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa berjalan terus dan tambah meriah,” kata Asrori.