Ibu-Ibu PKK Lemahireng Belajar Bikin Sabun Cuci Piring dari Bahan Sederhana

SEMARANG — Ibu-ibu PKK Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, mengikuti workshop pembuatan sabun cuci piring di Balai Desa Lemahireng, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang digelar mahasiswa UIN Walisongo Semarang tersebut memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan bernilai ekonomi.

Workshop diikuti ibu-ibu PKK Desa Lemahireng bersama mahasiswa UIN Walisongo Semarang Posko 25. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Andrian selaku Koordinator Kesehatan dan Lingkungan.

Dalam sambutannya, Andrian mengatakan workshop tersebut dirancang agar peserta memperoleh keterampilan yang sederhana, mudah dipraktikkan, dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui workshop ini, kami berharap ibu-ibu PKK dapat memperoleh keterampilan baru dalam membuat sabun cuci piring dengan bahan yang sederhana dan mudah ditemukan. Selain digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, keterampilan ini juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Andrian.

Setelah pembukaan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai bahan dan tahapan pembuatan sabun cuci piring. Bahan yang digunakan antara lain daun pandan, garam, air, jeruk nipis, dan Texapon.

Peserta kemudian mengikuti praktik secara langsung, mulai dari menyiapkan dan mencampurkan bahan hingga menghasilkan sabun cuci piring yang siap digunakan. Selama praktik, ibu-ibu PKK aktif mengikuti setiap tahapan sekaligus berdiskusi mengenai fungsi bahan dan proses pembuatannya.

Dorong Keterampilan dan Kemandirian

Ketua PKK Desa Lemahireng, Temulestari, mengapresiasi workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman baru kepada ibu-ibu PKK dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK karena selain mendapatkan pengalaman baru, kami juga bisa belajar membuat sesuatu yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Lemahireng,” tutur Temulestari.

Selain memberikan keterampilan, workshop tersebut menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat. Praktik bersama memungkinkan peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga bertukar pengalaman dan mengajukan pertanyaan secara langsung selama proses pembuatan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Keterampilan membuat sabun cuci piring juga diharapkan dapat terus dipraktikkan setelah workshop selesai, baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan sebagai peluang usaha sederhana.

Workshop di Balai Desa Lemahireng menjadi salah satu bentuk edukasi berbasis keterampilan yang mempertemukan pengetahuan praktis dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan semacam ini, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk mengembangkan keterampilan yang mendukung kemandirian keluarga.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 30 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Rahajeng Ayuni

Editor: Arya Krida

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA