UMKM Gebanganom Didorong Go Digital lewat QRIS dan Google Maps
KENDAL – Pelaku UMKM di Desa Gebanganom, Kabupaten Kendal, mulai didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran dan memudahkan transaksi. Upaya tersebut dilakukan mahasiswa UIN Walisongo Semarang Posko 157 melalui pendampingan terhadap dua pelaku usaha kuliner lokal pada Senin (31/8/2026).
Pendampingan melalui Divisi Ekonomi Kreatif tersebut menyasar usaha krecek milik Uswatun dan usaha jajanan pasar milik Hamdanah. Selain berdiskusi mengenai pengelolaan usaha, mahasiswa memberikan banner usaha serta modul panduan digitalisasi yang berisi langkah dasar pemanfaatan QRIS dan Google Maps.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke tempat produksi krecek milik Uswatun. Mahasiswa tidak hanya berdiskusi mengenai usaha, tetapi juga melihat secara langsung proses pembuatan krecek di dapur produksi.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berkesempatan mengikuti proses produksi, mulai dari pembuatan hingga menggoreng krecek. Kegiatan ini dilakukan untuk memahami secara langsung proses produksi sekaligus kondisi usaha yang dijalankan pelaku UMKM.
Pendampingan kemudian dilanjutkan kepada Hamdanah, pelaku usaha jajanan pasar. Mahasiswa berdiskusi mengenai profil usaha, proses produksi, strategi pemasaran, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
Untuk mendukung promosi, mahasiswa menyerahkan banner usaha kepada kedua pelaku UMKM. Banner tersebut diharapkan dapat menjadi identitas visual sekaligus media informasi agar produk krecek dan jajanan pasar lebih mudah dikenali masyarakat.
Selain promosi secara konvensional, mahasiswa juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital melalui modul panduan digitalisasi UMKM. Modul tersebut memuat informasi mengenai pembuatan QRIS sebagai alternatif pembayaran digital serta pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps.
Pemanfaatan QRIS diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan pembayaran, sedangkan Google Maps dapat membantu calon pelanggan menemukan lokasi usaha secara lebih mudah.
Pendampingan tersebut menggabungkan penguatan identitas usaha secara offline melalui banner dengan pengenalan identitas usaha secara digital melalui Google Maps dan QRIS. Langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan kebiasaan konsumen yang semakin memanfaatkan layanan digital.
Potensi kuliner lokal Desa Gebanganom menjadi salah satu modal penting bagi pengembangan UMKM. Produk seperti krecek dan jajanan pasar tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari potensi usaha masyarakat desa.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa berharap pelaku UMKM Desa Gebanganom dapat semakin memahami manfaat teknologi digital untuk mendukung promosi, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan kemudahan transaksi bagi konsumen.
Upaya digitalisasi tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat daya saing UMKM lokal, sekaligus mendorong produk kuliner Desa Gebanganom agar semakin dikenal oleh masyarakat di luar wilayah desa.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
UMKM Gebanganom Didorong Go Digital lewat QRIS dan Google Maps
SELASA, 1 SEPTEMBER 2026
KENDAL – Pelaku UMKM di Desa Gebanganom, Kabupaten Kendal, mulai didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran dan memudahkan transaksi. Upaya tersebut dilakukan mahasiswa UIN Walisongo Semarang Posko 157 melalui pendampingan terhadap dua pelaku usaha kuliner lokal pada Senin (31/8/2026).
Pendampingan melalui Divisi Ekonomi Kreatif tersebut menyasar usaha krecek milik Uswatun dan usaha jajanan pasar milik Hamdanah. Selain berdiskusi mengenai pengelolaan usaha, mahasiswa memberikan banner usaha serta modul panduan digitalisasi yang berisi langkah dasar pemanfaatan QRIS dan Google Maps.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke tempat produksi krecek milik Uswatun. Mahasiswa tidak hanya berdiskusi mengenai usaha, tetapi juga melihat secara langsung proses pembuatan krecek di dapur produksi.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berkesempatan mengikuti proses produksi, mulai dari pembuatan hingga menggoreng krecek. Kegiatan ini dilakukan untuk memahami secara langsung proses produksi sekaligus kondisi usaha yang dijalankan pelaku UMKM.
Pendampingan kemudian dilanjutkan kepada Hamdanah, pelaku usaha jajanan pasar. Mahasiswa berdiskusi mengenai profil usaha, proses produksi, strategi pemasaran, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
Untuk mendukung promosi, mahasiswa menyerahkan banner usaha kepada kedua pelaku UMKM. Banner tersebut diharapkan dapat menjadi identitas visual sekaligus media informasi agar produk krecek dan jajanan pasar lebih mudah dikenali masyarakat.
Selain promosi secara konvensional, mahasiswa juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital melalui modul panduan digitalisasi UMKM. Modul tersebut memuat informasi mengenai pembuatan QRIS sebagai alternatif pembayaran digital serta pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps.
Pemanfaatan QRIS diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan pembayaran, sedangkan Google Maps dapat membantu calon pelanggan menemukan lokasi usaha secara lebih mudah.
Pendampingan tersebut menggabungkan penguatan identitas usaha secara offline melalui banner dengan pengenalan identitas usaha secara digital melalui Google Maps dan QRIS. Langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan kebiasaan konsumen yang semakin memanfaatkan layanan digital.
Potensi kuliner lokal Desa Gebanganom menjadi salah satu modal penting bagi pengembangan UMKM. Produk seperti krecek dan jajanan pasar tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari potensi usaha masyarakat desa.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa berharap pelaku UMKM Desa Gebanganom dapat semakin memahami manfaat teknologi digital untuk mendukung promosi, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan kemudahan transaksi bagi konsumen.
Upaya digitalisasi tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat daya saing UMKM lokal, sekaligus mendorong produk kuliner Desa Gebanganom agar semakin dikenal oleh masyarakat di luar wilayah desa.