UMKM Soko Kidul Didorong Go Digital, Usaha Warga Masuk Google Maps
DEMAK – Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Soko Kidul, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, mulai memperkuat identitas dan jangkauan usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital. Pendampingan dilakukan dengan menambahkan lokasi usaha ke Google Maps dan memasang banner identitas usaha pada Sabtu (29/8/2026).
Program tersebut diinisiasi mahasiswa UIN Walisongo Semarang melalui Posko 149 Soko Nawasena sebagai upaya meningkatkan visibilitas UMKM sekaligus mendorong pelaku usaha desa beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Pendampingan menyasar pelaku UMKM yang sebelumnya belum memiliki titik lokasi usaha di Google Maps maupun identitas visual yang memadai. Dengan adanya titik lokasi digital dan banner, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenali serta menemukan usaha warga, baik secara langsung maupun melalui pencarian daring.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendatangi lokasi usaha untuk melakukan pendataan. Informasi yang dihimpun meliputi nama usaha, jenis produk, alamat, nomor kontak, hingga titik koordinat lokasi.
Data tersebut kemudian digunakan untuk menambahkan atau memperbarui informasi usaha pada Google Maps. Langkah ini memungkinkan calon konsumen memperoleh informasi mengenai lokasi usaha secara lebih mudah dan akurat.
Selain digitalisasi lokasi, mahasiswa juga memasang banner pada sejumlah tempat usaha. Banner memuat nama usaha serta informasi singkat mengenai produk yang ditawarkan sehingga berfungsi sebagai identitas visual sekaligus media promosi.
“Usaha di desa ini sebenarnya punya potensi besar, hanya saja belum dikenal luas. Kami ingin mendampingi warga merintis penataan usaha dari hal sederhana, seperti memasang papan usaha dan mendaftarkan titik lokasi ke Google Maps supaya pembeli dari luar desa mudah mampir,” ujar Dani, Koordinator Divisi Ekonomi dan Kreatif.
Pemanfaatan Google Maps dan penataan identitas visual dinilai dapat menjadi langkah sederhana namun strategis bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran. Selain memudahkan konsumen menemukan lokasi, kehadiran informasi usaha secara digital juga dapat meningkatkan visibilitas dan kepercayaan calon pelanggan.
Pelaku UMKM menyambut positif pendampingan tersebut. Rohmah, salah satu pemilik UMKM, menilai keberadaan lokasi usaha di Google Maps dapat membantu masyarakat, khususnya pelanggan yang mengandalkan pencarian digital.
“Digitalisasi ini sangat mempermudah kita. Anak-anak muda zaman sekarang kalau mencari lokasi pasti membuka Google Maps, jadi adanya program ini tentu sangat membantu. Harapannya usaha kami bisa lebih terkenal, lebih ramai, dan semakin dikenal luas,” ujar Rohmah.
Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM Desa Soko Kidul untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak juga diharapkan dapat terus diperkuat guna meningkatkan daya saing serta perekonomian lokal.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
UMKM Soko Kidul Didorong Go Digital, Usaha Warga Masuk Google Maps
MINGGU, 30 AGUSTUS 2026
DEMAK – Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Soko Kidul, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, mulai memperkuat identitas dan jangkauan usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital. Pendampingan dilakukan dengan menambahkan lokasi usaha ke Google Maps dan memasang banner identitas usaha pada Sabtu (29/8/2026).
Program tersebut diinisiasi mahasiswa UIN Walisongo Semarang melalui Posko 149 Soko Nawasena sebagai upaya meningkatkan visibilitas UMKM sekaligus mendorong pelaku usaha desa beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Pendampingan menyasar pelaku UMKM yang sebelumnya belum memiliki titik lokasi usaha di Google Maps maupun identitas visual yang memadai. Dengan adanya titik lokasi digital dan banner, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenali serta menemukan usaha warga, baik secara langsung maupun melalui pencarian daring.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendatangi lokasi usaha untuk melakukan pendataan. Informasi yang dihimpun meliputi nama usaha, jenis produk, alamat, nomor kontak, hingga titik koordinat lokasi.
Data tersebut kemudian digunakan untuk menambahkan atau memperbarui informasi usaha pada Google Maps. Langkah ini memungkinkan calon konsumen memperoleh informasi mengenai lokasi usaha secara lebih mudah dan akurat.
Selain digitalisasi lokasi, mahasiswa juga memasang banner pada sejumlah tempat usaha. Banner memuat nama usaha serta informasi singkat mengenai produk yang ditawarkan sehingga berfungsi sebagai identitas visual sekaligus media promosi.
“Usaha di desa ini sebenarnya punya potensi besar, hanya saja belum dikenal luas. Kami ingin mendampingi warga merintis penataan usaha dari hal sederhana, seperti memasang papan usaha dan mendaftarkan titik lokasi ke Google Maps supaya pembeli dari luar desa mudah mampir,” ujar Dani, Koordinator Divisi Ekonomi dan Kreatif.
Pemanfaatan Google Maps dan penataan identitas visual dinilai dapat menjadi langkah sederhana namun strategis bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran. Selain memudahkan konsumen menemukan lokasi, kehadiran informasi usaha secara digital juga dapat meningkatkan visibilitas dan kepercayaan calon pelanggan.
Pelaku UMKM menyambut positif pendampingan tersebut. Rohmah, salah satu pemilik UMKM, menilai keberadaan lokasi usaha di Google Maps dapat membantu masyarakat, khususnya pelanggan yang mengandalkan pencarian digital.
“Digitalisasi ini sangat mempermudah kita. Anak-anak muda zaman sekarang kalau mencari lokasi pasti membuka Google Maps, jadi adanya program ini tentu sangat membantu. Harapannya usaha kami bisa lebih terkenal, lebih ramai, dan semakin dikenal luas,” ujar Rohmah.
Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM Desa Soko Kidul untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak juga diharapkan dapat terus diperkuat guna meningkatkan daya saing serta perekonomian lokal.