KKN MIT Posko 44 Tanam Sirsak dan TOGA di Balai Desa Tuntang
TUNTANG, SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Inisiatif Terpadu (KKN MIT) Posko 44 menanam tanaman produktif dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di kebun Balai Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Empat jenis tanaman yang ditanam dalam kegiatan tersebut terdiri atas sirsak, daun salam, kencur, dan jahe. Pemilihan tanaman didasarkan pada manfaat dan potensi pemanfaatannya oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai bagian dari upaya pemanfaatan lahan desa.
Sirsak dipilih sebagai tanaman produktif yang dapat menghasilkan buah, sedangkan daun salam memiliki manfaat praktis sebagai bumbu masakan. Adapun kencur dan jahe ditanam sebagai bagian dari TOGA yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan herbal untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebelum proses penanaman, bibit terlebih dahulu diberi label berupa nama tanaman dan keterangan singkat. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan warga mengenali jenis tanaman sekaligus memberikan informasi mengenai tanaman yang ditanam di kawasan kebun balai desa.
Mahasiswa juga memanfaatkan botol plastik bekas sebagai pelindung di sekitar bibit. Penggunaan material bekas tersebut bertujuan melindungi tanaman pada masa awal pertumbuhan sekaligus menjadi bagian dari praktik pemanfaatan kembali sampah plastik.
Kegiatan penanaman dilakukan di lahan kebun Balai Desa Tuntang yang diharapkan dapat menjadi ruang pemanfaatan tanaman produktif dan TOGA bagi masyarakat. Keberadaan tanaman tersebut juga diharapkan dapat mendukung kepedulian warga terhadap lingkungan serta mendorong pemanfaatan lahan desa secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KKN MIT Posko 44 tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan tanaman produktif dan TOGA kepada masyarakat. Tanaman yang telah ditanam diharapkan dapat terus dirawat sehingga memberikan manfaat bagi Desa Tuntang dalam jangka panjang.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN MIT Posko 44 Tanam Sirsak dan TOGA di Balai Desa Tuntang
KAMIS, 27 AGUSTUS 2026
TUNTANG, SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Inisiatif Terpadu (KKN MIT) Posko 44 menanam tanaman produktif dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di kebun Balai Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Empat jenis tanaman yang ditanam dalam kegiatan tersebut terdiri atas sirsak, daun salam, kencur, dan jahe. Pemilihan tanaman didasarkan pada manfaat dan potensi pemanfaatannya oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai bagian dari upaya pemanfaatan lahan desa.
Sirsak dipilih sebagai tanaman produktif yang dapat menghasilkan buah, sedangkan daun salam memiliki manfaat praktis sebagai bumbu masakan. Adapun kencur dan jahe ditanam sebagai bagian dari TOGA yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan herbal untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebelum proses penanaman, bibit terlebih dahulu diberi label berupa nama tanaman dan keterangan singkat. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan warga mengenali jenis tanaman sekaligus memberikan informasi mengenai tanaman yang ditanam di kawasan kebun balai desa.
Mahasiswa juga memanfaatkan botol plastik bekas sebagai pelindung di sekitar bibit. Penggunaan material bekas tersebut bertujuan melindungi tanaman pada masa awal pertumbuhan sekaligus menjadi bagian dari praktik pemanfaatan kembali sampah plastik.
Kegiatan penanaman dilakukan di lahan kebun Balai Desa Tuntang yang diharapkan dapat menjadi ruang pemanfaatan tanaman produktif dan TOGA bagi masyarakat. Keberadaan tanaman tersebut juga diharapkan dapat mendukung kepedulian warga terhadap lingkungan serta mendorong pemanfaatan lahan desa secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KKN MIT Posko 44 tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan tanaman produktif dan TOGA kepada masyarakat. Tanaman yang telah ditanam diharapkan dapat terus dirawat sehingga memberikan manfaat bagi Desa Tuntang dalam jangka panjang.
Penulis: Ayu Maemona Amelia
Editor: Arya Krida
Sumber: Tim KKN MIT Posko 44 UIN Walisongo Semarang