Napak Tilas Sejarah Islam, Mahasiswa UIN Walisongo Telusuri Situs Bersejarah Madinah

Pelayaran Masjid Nabawi

Pelayaran Masjid Nabawi

MADINAH, Arab Saudi — Sejumlah mahasiswa UIN Walisongo Semarang menelusuri sejumlah situs bersejarah Islam di Kota Madinah, Arab Saudi, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 waktu setempat tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan perkembangan awal peradaban Islam.

Madinah Al-Munawwarah merupakan kota yang memiliki posisi penting dalam sejarah Islam. Dahulu dikenal sebagai Yatsrib, kota ini menjadi tempat Rasulullah SAW membangun masyarakat Islam setelah hijrah dari Makkah, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Ansar, serta meletakkan fondasi kehidupan masyarakat Muslim.

Salah satu lokasi utama yang menjadi pusat perhatian adalah Masjid Nabawi. Masjid yang didirikan Rasulullah SAW setelah tiba di Madinah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kehidupan masyarakat Muslim pada masa awal Islam.

Di kompleks Masjid Nabawi terdapat Raudhah serta makam Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, dan Umar bin Khattab RA. Keberadaan berbagai situs tersebut menjadikan Masjid Nabawi memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat penting bagi umat Islam.

Menyusuri Masjid-Masjid Bersejarah

Perjalanan dilanjutkan dengan mengenal sejumlah masjid bersejarah di sekitar Masjid Nabawi, di antaranya Masjid Al-Ghamamah, Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, dan Masjid Ali bin Abi Thalib RA.

Masjid Al-Ghamamah berada di sisi barat daya Masjid Nabawi. Kawasan tersebut dikenal berkaitan dengan pelaksanaan salat Id dan salat istisqa pada masa Rasulullah SAW. Nama Al-Ghamamah berarti “awan”, yang dikaitkan dengan riwayat turunnya hujan ketika Rasulullah SAW berdoa memohon hujan.

Tidak jauh dari lokasi tersebut terdapat Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq RA yang dikaitkan dengan salah satu sahabat terdekat Rasulullah SAW sekaligus khalifah pertama setelah wafatnya beliau.

Sementara itu, Masjid Ali bin Abi Thalib RA juga menjadi bagian dari kawasan bersejarah di sekitar Masjid Nabawi. Masjid tersebut berkaitan dengan sejarah pelaksanaan salat Id pada masa Rasulullah SAW dan mengalami sejumlah pemugaran pada masa berikutnya. Di kawasan tersebut juga terdapat Masjid Umar bin Khattab RA yang mengingatkan jamaah pada salah satu sahabat utama Rasulullah SAW.

Selain masjid, mahasiswa juga mengenal Jannatul Baqi’ atau Pemakaman Al-Baqi’. Pemakaman yang berada tidak jauh dari Masjid Nabawi tersebut menjadi tempat dimakamkannya banyak keluarga Rasulullah SAW, para sahabat, dan tokoh generasi awal Islam.

Area sekitar wilayah yang digunakan mahasiswa observasi

Mengenang Peristiwa Hijrah dan Perubahan Kiblat

Penelusuran sejarah kemudian berlanjut ke Masjid Quba, yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan hijrah Rasulullah SAW. Setelah tiba di kawasan Madinah, Rasulullah SAW singgah di Quba sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yatsrib.

Masjid Quba dikenal sebagai salah satu masjid paling bersejarah dalam Islam dan memiliki kedudukan penting dalam perjalanan awal terbentuknya masyarakat Muslim di Madinah.

Mahasiswa juga mengunjungi Masjid Qiblatain yang berkaitan dengan peristiwa perubahan arah kiblat umat Islam. Masjid yang sebelumnya dikenal sebagai Masjid Bani Salamah tersebut menjadi salah satu tempat yang mengingatkan umat Islam pada perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis menuju Ka’bah di Makkah.

Peristiwa tersebut tidak hanya berkaitan dengan perubahan arah dalam pelaksanaan salat, tetapi juga menjadi salah satu momentum penting dalam perkembangan identitas umat Islam.

Belajar dari Sejarah Perang Uhud

Selain kawasan masjid, mahasiswa juga menelusuri Jabal Uhud, salah satu lokasi penting dalam sejarah perjuangan umat Islam.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai Perang Uhud yang berlangsung pada tahun 3 Hijriah atau sekitar 625 M. Pertempuran tersebut mempertemukan kaum Muslimin yang dipimpin Rasulullah SAW dengan pasukan Quraisy Makkah.

Muhammad Jalaluddin Faiz menjelaskan bahwa salah satu pelajaran penting dari Perang Uhud adalah pentingnya ketaatan terhadap kepemimpinan. Strategi pasukan Muslim yang menempatkan 50 pemanah di Bukit Rumat berubah ketika sebagian besar pemanah meninggalkan posisi mereka karena tergoda mengambil harta rampasan perang.

Peristiwa tersebut menyebabkan pasukan Muslim mengalami kerugian besar. Sekitar 70 sahabat gugur, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib RA, paman Rasulullah SAW.

Bagi mahasiswa, kunjungan ke Jabal Uhud menjadi kesempatan untuk memahami sejarah tidak hanya melalui buku, tetapi juga dengan melihat langsung lokasi yang menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan bahwa sejarah Madinah tidak hanya tersimpan dalam satu bangunan. Masjid Nabawi menjadi salah satu pusatnya, sementara berbagai masjid, pemakaman, dan kawasan di sekitarnya menyimpan cerita tentang hijrah, perjuangan Rasulullah SAW, pengorbanan para sahabat, hingga perkembangan masyarakat Islam.

Melalui penelusuran situs-situs bersejarah tersebut, mahasiswa diharapkan tidak sekadar mengenal lokasi, tetapi juga mampu memahami nilai yang terkandung di balik setiap peristiwa. Keteladanan dalam persaudaraan, kesabaran, pengorbanan, ketaatan, dan perjuangan menjadi bagian penting yang dapat dipetik dari perjalanan sejarah Madinah.

Madinah pada akhirnya bukan sekadar kota dengan bangunan dan situs bersejarah. Kota tersebut menjadi ruang yang merekam perjalanan awal sebuah peradaban Islam.

Bagi para mahasiswa, perjalanan tersebut menjadi pengalaman untuk mendekatkan sejarah dengan realitas, mengenang perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat, sekaligus mengambil pelajaran yang tetap relevan bagi kehidupan umat Islam hingga saat ini.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 30 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Asya

Editor: Arya Krida

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA