PPMI Siapkan Laskar Militan Kawal Implementasi UU Perlindungan Buruh

SUBANG,Dnid.co.id – Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Jawa Barat menggelar Jambore Laskar PPMI se-Jawa Barat di Desa Segalaherang, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Minggu (18/10).

Kegiatan dua hari ini diikuti perwakilan laskar dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, mulai dari Subang, Karawang, Purwakarta, Bogor, Majalengka, Bekasi, hingga Cianjur.

Panglima Komando Nasional (PangkorNas) PPMI, Ato, menegaskan jambore ini fokus pada pembentukan karakter mental laskar sebagai garda terdepan organisasi.

“Yang disoroti di kegiatan ini yaitu membentuk karakter mental daripada laskar di organisasi PPMI kita, biar mereka itu punya mental yang kuat menghadapi tantangan terkait perburuhan, apalagi kemarin pasca pengesahan undang-undang yang isinya sangat menyangkut wong pekerja,” ujar Ato.

Menurutnya, laskar adalah garda terdepan yang harus memiliki mental baja dalam mengawal aksi-aksi perburuhan, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional.

“Jambore Laskar PPMI Jawa Barat ini untuk mengasah mental kawan-kawan laskar, karena laskar ini adalah garda terdepan organisasi PPMI,” tegasnya.

Disiapkan Hanya 1 Minggu, 105 Laskar Hadir

Ketua Panitia, Budi Anto, mengungkapkan acara ini disiapkan dalam waktu sangat singkat, hanya satu minggu, namun berhasil menghadirkan 105 peserta laskar.

“Dengan waktu yang sangat singkat, hanya diberikan waktu satu minggu untuk mengundang dari tujuh kabupaten dengan jumlah peserta hari ini 105 orang peserta laskar PPMI. Kami dengan waktu sesingkat mungkin melakukan gerakan cepat dengan mengirimkan surat pemberitahuan ke instansi terkait, Kapolres, Dandim, Kelurahan, Desa, Koramil,” ujar Budi Anto.

Ia menambahkan, izin kegiatan telah resmi diberikan oleh Kelurahan Desa Segalaherang, Kecamatan Sagalaherang.

“Alhamdulillah acara hari ini dari Desa Segalaherang memberikan izin,” ucapnya.

Bukan Seremonial, Siap Kawal Implementasi UU

Ato menegaskan, jambore ini bukan sekadar seremonial. “Ini bukan hanya acara seremonial saja, tetapi ini menjadi PR saya selaku pembina, selaku PangkorNas Nasional, mengawal semua kegiatan aksi, baik di daerah maupun di provinsi dan nasional. Tentunya laskar-laskar ini harus dibekali pendidikan, pelatihan agar mereka siap ketika saya instruksikan turun aksi,” jelasnya.

Ia mengingatkan, meski Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan telah disahkan Presiden, pengawalan masih panjang.

“PR kita ke depan masih panjang, walaupun kemarin undang-undang sudah disahkan, tetapi pengawalan perlu kita lakukan karena masih ada turunan-turunan daripada undang-undang tersebut. Itu peran laskar sangat diperlukan,” tandasnya.

Sementara Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPMI Provinsi Jawa Barat, Lili Hambali, menyebutkan total peserta dan panitia yang hadir mencapai 160 orang.

“Jumlah peserta hari ini dengan panitia kurang lebih 160 orang yang kita kumpulkan dari seluruh kabupaten di Jawa Barat. Sebelum hari ini berkumpul, kita seleksi dari setiap kota kabupaten, tapi tetap tidak kita batasi kepesertaannya,” ujar Lili Hambali.

Ia menambahkan, jambore akan digelar rutin.

“Mungkin nanti akan ada jambore-jambore lagi, kita akan seleksi lagi dan rutin melakukan kegiatan jika jumlah laskar yang kita butuhkan bertambah banyak.”

Lebih lanjut, Lili menekankan tujuan utama adalah menanamkan keberanian.

“Kita bagaimana menanamkan rasa percaya diri, tidak ada rasa takut untuk mendobrak segala kezaliman di tingkat perusahaan maupun pemerintahan. Karena pengawalan terhadap undang-undang perlindungan ketenagakerjaan yang baru ini yang sulit itu mengimplementasikan di tingkat perusahaan. Jadi sangat diperlukan laskar yang berwawasan, cerdas, berani, dan militan,” pungkasnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 18 Oktober 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sisir 4 THM dan Penginapan di Bone, Polisi Lakukan Tes Urine Pengunjung
Jangan Sepelekan Pelat Nomor, Kasat Lantas Bone Ingatkan Ancaman Sanksi Mengintai
Wali Kota Makassar Buka Makassar Oto Day Fest 2026, Ini Harapannya
Irigasi Bilokka Capai 73,36%, Pemprov Sulsel Targetkan Petani Sidrap Bisa Tiga Kali Tanam
Waspada! Udara Terburuk di Sulsel Ada di Maros, Bupati Wajibkan Pakai Masker
Antre BBM Tanpa Pelat Belakang, Puluhan Dump Truck di Bone Jadi Sorotan Warga
Polri Kembalikan Hak Buruh Rp70,3 Miliar Lewat Desk Ketenagakerjaan
PHRI Pangkalpinang Bidik Wisatawan Sumsel Lewat Sales Mission
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:45 WITA

PPMI Siapkan Laskar Militan Kawal Implementasi UU Perlindungan Buruh

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:12 WITA

Sisir 4 THM dan Penginapan di Bone, Polisi Lakukan Tes Urine Pengunjung

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:36 WITA

Jangan Sepelekan Pelat Nomor, Kasat Lantas Bone Ingatkan Ancaman Sanksi Mengintai

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WITA

Wali Kota Makassar Buka Makassar Oto Day Fest 2026, Ini Harapannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:00 WITA

Irigasi Bilokka Capai 73,36%, Pemprov Sulsel Targetkan Petani Sidrap Bisa Tiga Kali Tanam

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:11 WITA

Waspada! Udara Terburuk di Sulsel Ada di Maros, Bupati Wajibkan Pakai Masker

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:32 WITA

Antre BBM Tanpa Pelat Belakang, Puluhan Dump Truck di Bone Jadi Sorotan Warga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Polri Kembalikan Hak Buruh Rp70,3 Miliar Lewat Desk Ketenagakerjaan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

PPMI Siapkan Laskar Militan Kawal Implementasi UU Perlindungan Buruh

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:45 WITA

Serba-Serbi

Wali Kota Makassar Buka Makassar Oto Day Fest 2026, Ini Harapannya

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:22 WITA