Mie Gacoan Bone Disorot, Bau Menyengat Diduga dari Limbah Selokan

Di balik ramainya pengunjung, outlet Mie Gacoan Bone tengah disorot terkait dugaan limbah yang memicu keluhan warga.

Di balik ramainya pengunjung, outlet Mie Gacoan Bone tengah disorot terkait dugaan limbah yang memicu keluhan warga.

Air keruh dan bau menyengat dilaporkan warga, sementara manajemen Mie Gacoan mengklaim semua sudah sesuai aturan

Bone, DNID.co.id Aktivitas operasional salah satu outlet Mie Gacoan di Jalan KH Agus Salim, Kabupaten Bone, menuai sorotan.

Outlet tersebut diduga membuang Limbah langsung ke saluran selokan, memicu keluhan warga sekitar hingga pengguna jalan.

Sejumlah warga mengaku terganggu dengan kondisi selokan di sekitar lokasi yang diduga tercemar limbah dapur. Bau menyengat disebut kerap muncul, terutama saat aktivitas outlet sedang ramai.

“Kadang baunya sangat kuat, apalagi kalau sore sampai malam. Air di selokan juga terlihat keruh dan berminyak,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya perubahan pada aliran air di selokan sekitar outlet. Selain warna yang tampak keruh, terlihat pula lapisan minyak di permukaan air.

Air selokan terlihat keruh dengan indikasi limbah di sekitar outlet Mie Gacoan Bone, dikeluhkan warga karena bau menyengat.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan potensi pencemaran lingkungan, terutama jika limbah yang dibuang tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

Beberapa pengguna jalan yang melintas juga mengeluhkan aroma tidak sedap yang berasal dari area tersebut.

Dugaan ini menimbulkan pertanyaan terkait kepatuhan pengelolaan limbah oleh pihak outlet. Sesuai ketentuan, setiap usaha kuliner wajib memiliki sistem pengolahan limbah sebelum dibuang ke saluran umum.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup setempat diharapkan dapat melakukan pengecekan untuk memastikan apakah pengelolaan limbah di lokasi tersebut telah sesuai aturan.

Manajemen outlet Mie Gacoan. Ryan selaku manajer menyatakan bahwa selama ini tidak ada keluhan resmi yang disampaikan langsung kepada pihaknya.

“Selama ini tidak ada yang mengeluh dan datang ke sini melapor,” ujarnya, kepada Dnid.co.id Sabtu (28/03/2026).

Ryan juga menegaskan bahwa pengelolaan limbah di outlet tersebut telah dilakukan sesuai prosedur, termasuk menggunakan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Kami mengelola dengan sistem IPAL atau pengolahan limbah sendiri sebelum dibuang,” tambahnya.

Menurutnya, pihak outlet juga telah mengantongi izin dari Dinas Lingkungan Hidup dan melakukan pengecekan secara rutin setiap hari.

“Sudah memiliki izin dari DLH, bahkan setiap hari dilakukan pengecekan,” tegasnya.

Meski demikian, keluhan warga dan temuan lapangan tetap menjadi perhatian. Jika dugaan pembuangan limbah tanpa pengolahan terbukti, hal ini berpotensi berdampak pada lingkungan sekitar, termasuk pencemaran air dan gangguan kesehatan.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan usaha kuliner berskala besar yang seharusnya memiliki standar pengelolaan limbah yang ketat.

Warga berharap adanya transparansi dari pihak pengelola serta tindakan tegas dari instansi terkait. Pemeriksaan langsung di lapangan dinilai penting untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Hingga kini, publik menanti langkah konkret dari pihak berwenang untuk menguji klaim manajemen dengan kondisi faktual di lapangan.

Simpan Gambar:

Sabtu, 28 Maret 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Keluhan Warga investigasi lapangan.

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Tawuran Pemuda di Jalan Trans Sulawesi Palopo Dibubarkan Polisi, Arus Lalin Sempat Terganggu
Kanit Reskrim Polsek Tamalatea Jeneponto Diduga Peras Keluarga Pelaku Rp1,5 Juta
Polda Sulawesi Selatan Rotasi Personel, Ini Daftar Nama Bintara yang Dimutasi
Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, Petugas Tol Ir Sutami Makassar Ancam Wartawan dan Larang Peliputan
Mobil Kredit Diduga Ditarik dan Dilelang Sepihak, Debitur Asal Wajo Laporkan Pembiayaan ACC ke OJK
25 Tahun Berdiri, 20 Lapak PKL di Ujung Tanah Ditertibkan Usai Tiga Kali Peringatan
Nyaris Bentrok Usai Lakalantas di Rumbia, Oknum Anggota DPRD Jeneponto Diduga Kerahkan Massa Bersajam
Pria Muda Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kos, Diduga Dipicu Masalah Pribadi
Berita ini 142 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 17:53 WITA

Tawuran Pemuda di Jalan Trans Sulawesi Palopo Dibubarkan Polisi, Arus Lalin Sempat Terganggu

Senin, 30 Maret 2026 - 14:35 WITA

Kanit Reskrim Polsek Tamalatea Jeneponto Diduga Peras Keluarga Pelaku Rp1,5 Juta

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:22 WITA

Polda Sulawesi Selatan Rotasi Personel, Ini Daftar Nama Bintara yang Dimutasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:53 WITA

Mie Gacoan Bone Disorot, Bau Menyengat Diduga dari Limbah Selokan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:50 WITA

Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, Petugas Tol Ir Sutami Makassar Ancam Wartawan dan Larang Peliputan

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:52 WITA

Mobil Kredit Diduga Ditarik dan Dilelang Sepihak, Debitur Asal Wajo Laporkan Pembiayaan ACC ke OJK

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:05 WITA

25 Tahun Berdiri, 20 Lapak PKL di Ujung Tanah Ditertibkan Usai Tiga Kali Peringatan

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:12 WITA

Nyaris Bentrok Usai Lakalantas di Rumbia, Oknum Anggota DPRD Jeneponto Diduga Kerahkan Massa Bersajam

Berita Terbaru

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyerahkan dokumen Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan dalam seremoni serah terima di Makassar.

Sosial Politik

Andi Akmal Serahkan LKPD, Audit BPK Dimulai Bone Bidik Opini Terbaik

Senin, 30 Mar 2026 - 21:06 WITA

Serba-Serbi

Grup Egaliter Alumni Unhas Halalbibalal di Red Corner

Senin, 30 Mar 2026 - 18:48 WITA