Belitung Timur,Dnid.Co.Id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Belitung Timur menggelar program “Golkar Menyapa” di Desa Batu Itam, Kecamatan Simpang Pesak, Minggu (3/5/2026), sebagai upaya konkret memperkuat basis dukungan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Kegiatan sehari penuh ini diisi pembagian sembako, pemberdayaan UMKM, hingga laga sepak bola persahabatan—mencerminkan pendekatan politik yang dikemas dalam aksi sosial.
Langkah ini bukan sekadar agenda seremonial. Golkar Beltim tampak mengarahkan strategi politiknya lebih membumi, menyasar langsung kebutuhan warga di tingkat desa. Di tengah dinamika politik daerah, pendekatan seperti ini dinilai efektif untuk menjaga loyalitas sekaligus membangun citra partai yang responsif.

Ketua DPD II Partai Golkar Belitung Timur, Nadiarsyah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran partai di tengah masyarakat, bukan sekadar pencitraan.
“Program ini kami laksanakan selama satu hari penuh sebagai wujud kehadiran Partai Golkar di tengah masyarakat. Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaatnya, baik melalui bantuan sosial, kegiatan olahraga, maupun pemberdayaan UMKM lokal,” ujar Nadiarsyah.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pendekatan ini juga membawa misi edukasi politik. Menurutnya, masyarakat perlu dilibatkan secara aktif agar tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam pembangunan daerah.

“Golkar bukan hanya sekadar hadir, tetapi datang untuk mengabdi. Kami ingin membangun sinergi bersama masyarakat demi mewujudkan perubahan nyata bagi Belitung Timur,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Belitung Timur dari Partai Golkar, Dwi Nanda Putra, mengungkapkan bahwa program ini menjadi sarana penting untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat—mulai dari ekonomi hingga kebutuhan dasar.
“Kami ingin memastikan bahwa perubahan itu benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak hanya berbicara, tetapi juga membuktikan melalui aksi nyata. Salah satunya dengan merangkul masyarakat dan mendukung usulan yang berdampak pada kesejahteraan warga,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga cukup tinggi. Kaum ibu aktif mengikuti kegiatan sosial, sementara pemuda terlibat dalam pertandingan sepak bola yang menjadi simbol pendekatan informal Golkar kepada generasi muda. Interaksi yang terjalin berlangsung cair, tanpa sekat antara kader partai dan masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pengurus penting, di antaranya Sekretaris DPD II Partai Golkar Belitung Timur Sarjana dan anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Zulchaidir. Kehadiran mereka memperkuat sinyal bahwa program ini bukan sekadar agenda lokal, melainkan bagian dari strategi politik yang lebih luas.
Secara investigatif, pola kegiatan “Golkar Menyapa” menunjukkan konsistensi Golkar Beltim dalam membangun kedekatan berbasis program nyata. Pendekatan ini berpotensi menjadi instrumen efektif dalam mengamankan dukungan politik menjelang kontestasi mendatang, terutama di wilayah pedesaan yang menjadi kantong suara strategis.
Dengan menggabungkan aksi sosial, komunikasi langsung, dan pemberdayaan ekonomi, Golkar Beltim tampaknya tengah memainkan strategi yang tidak hanya menyentuh sisi emosional masyarakat, tetapi juga kebutuhan riil mereka.
























