Aliansi Mahasiswa Unismuh Makassar Longmarch, Gaungkan Keadilan Sosial di Hari Buruh dan Hardiknas

Dalam rangka Hari Buruh dan Hardiknas, Aliansi Mahasiswa Unismuh Makassar longmarch dari kampus menuju DPRD Sulsel. (dok.ist)

Dalam rangka Hari Buruh dan Hardiknas, Aliansi Mahasiswa Unismuh Makassar longmarch dari kampus menuju DPRD Sulsel. (dok.ist)

Makassar, DNID.co.id – Memperingati Hari Buruh (May Day) sekaligus menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar aksi longmarch pada Jumat (1/5/2026).

Aksi yang diikuti sekitar 70 mahasiswa ini dimulai dari Jalan Alauddin, tepatnya di kampus Unismuh, dan berakhir di depan Kantor Pekerjaan Umum yang kini menjadi kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan.

Sepanjang perjalanan, massa aksi menyampaikan orasi serta membacakan pernyataan sikap yang menyoroti berbagai persoalan nasional. Mereka menilai kondisi saat ini belum mencerminkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jenderal Lapangan Aliansi Mahasiswa Unismuh, Agung Gemilar, mengatakan masih terdapat kesenjangan ekonomi, penurunan kualitas pendidikan, serta belum meratanya pemenuhan hak masyarakat.

“Kondisi ini dinilai sebagai indikasi bahwa berbagai kebijakan yang ada belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Agung dalam orasinya.
Ia juga menekankan bahwa sebuah bangsa ideal seharusnya mampu menjamin keadilan, kesejahteraan, dan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya. Namun, menurutnya, realitas saat ini justru menunjukkan ketimpangan yang membutuhkan respons serius dari pemerintah.

“Namun realitas yang terjadi saat ini justru menunjukkan adanya ketimpangan yang perlu segera direspons secara serius oleh pemerintah,” tegasnya.

Dalam rilis yang dibagikan kepada media, Aliansi Mahasiswa Unismuh menyampaikan sejumlah pernyataan sikap. Di antaranya mengutuk kebijakan yang merugikan masyarakat, menuntut kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan, menolak intervensi dalam sektor pendidikan, serta menegaskan pentingnya supremasi sipil dan profesionalisme lembaga negara.

Selain itu, mereka juga mengajukan tuntutan strategis kepada pemerintah. Tuntutan tersebut mencakup pengembalian hak-hak buruh, termasuk upah layak dan perlindungan sosial, serta dorongan untuk menciptakan sistem pendidikan yang bebas dari kepentingan politik dan komersialisasi.

Mahasiswa juga mendesak evaluasi terhadap program strategis nasional agar lebih transparan dan tepat sasaran. Tak hanya itu, mereka menuntut agar TNI dan POLRI kembali pada fungsi dan perannya dalam sistem demokrasi.

Aliansi Mahasiswa Unismuh menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari hak demokratis yang dijamin konstitusi dan dilaksanakan secara damai. Mereka turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal perjuangan tersebut.

“Aliansi Mahasiswa Unismuh menyatakan bahwa apabila tuntutan ini tidak mendapat respons yang serius, maka aksi akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkas Agung.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 2 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ilham

Editor: Arief Daeng Sunu

Sumber Berita: Siaran Pers

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Total Harta 3 Legislator Gowa yang Bertemu Bupati Husniah Capai Rp11,27 Miliar, Ini Rinciannya
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 21:40 WITA

Total Harta 3 Legislator Gowa yang Bertemu Bupati Husniah Capai Rp11,27 Miliar, Ini Rinciannya

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Kamis, 17 September 2026 - 18:50 WITA

46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA