Parepare,DNID.co.id – Aula Laboratorium Terpadu IAIN Parepare menjadi saksi bagaimana suara-suara muda menjelma menjadi gelombang inspirasi dalam ajang Parepare Youth Creative Competition (PYCC) 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Kreativitas Pemuda Dalam Era Digital” ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi KPI IAIN Parepare (HMPS KPI IAIN Parepare), menghadirkan ruang kompetisi bagi pelajar SMA/SMK/MA se-Kota Parepare.
Pada Sabtu, 2 Mei 2026, cabang lomba News Anchor berlangsung dengan penuh semangat dan atmosfer kompetitif yang elegan.
Setiap peserta tampil membawa warna, menyulam kata demi kata menjadi berita yang hidup. Di antara mereka, satu nama tampil menonjol Resky Aliyah, siswi MAN 1 Kota Parepare.
Dengan intonasi yang terjaga, artikulasi yang jernih, dan kepercayaan diri yang terpancar alami, Resky seakan tidak sekadar membaca berita, tetapi menghadirkan realitas di hadapan para juri dan audiens.
Penampilannya menjadi bukti bahwa bakat, jika ditempa dengan disiplin, mampu menembus batas panggung.
Pagi harinya, di tempat yang sama, pengumuman hasil lomba menjadi momen yang menegangkan sekaligus membahagiakan.
Nama Resky Aliyah diumumkan sebagai Juara 2, mengukuhkan eksistensi MAN 1 Parepare dalam peta prestasi pelajar di kota ini.
“Alhamdulillah, siswa kami keluar sebagai juara 2, ini cukup membanggakan,” ungkap Riska Ayu, salah satu guru pendamping, dengan penuh rasa syukur.
Ia menambahkan, keberhasilan ini bukanlah perjalanan seorang diri. “Juara ini tidak lepas dari dukungan dan kerja sama teman guru, dan lebih khusus dukungan Kepala MAN 1 Kota Parepare,”ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala MAN 1 Parepare, Rusman Madina. Dengan nada hangat ia menyampaikan rasa syukur.
“Alhamdulillah, selamat buat semuanya, baik pemenang maupun guru pendamping. Kesuksesan itu adalah keberhasilan kita semua,”tandasnya.
Ajang PYCC 2026 bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung tempat mimpi-mimpi muda menemukan suaranya.
Dan diantara riuh tepuk tangan serta gemuruh semangat itu, Resky Aliyah telah membuktikan bahwa dari ruang belajar sederhana, lahir suara yang mampu menggema hingga ke panggung prestasi.
























