Remaja SMPN 31 Satap Lalang Tedong Diajak Bermimpi Besar, Bukan Buru-Buru Menikah
Maros,DNID.co.id – Siswa-siswi SMPN 31 SATAP Lalang Tedong mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah yang berlangsung di ruang kelas VIII pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bontoa dan Penyuluh BKKBN Bontoa sebagai upaya memberikan edukasi kepada remaja tentang pentingnya perencanaan masa depan dan bahaya pernikahan dini.
Kegiatan diikuti oleh siswa kelas VIII dan VII, karena siswa kelas IX telah libur setelah menyelesaikan ujian sekolah. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan para siswa tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan.
Dalam sambutannya, Andi Muhammad Kusri, Kepala SMPN 31 SATAP Lalang Tedong menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terlaksananya kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada para penyuluh yang telah hadir memberikan motivasi dan edukasi kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat penting agar siswa memiliki pemahaman yang baik tentang masa depan mereka dan tidak mengambil keputusan secara terburu-buru,” ujarnya.
Materi motivasi disampaikan oleh H. Saleh yang juga merupakan putra daerah Lalang Tedong. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para siswa untuk berani memiliki cita-cita besar dan fokus pada pendidikan sebelum memikirkan pernikahan.
“Jangan takut bermimpi besar. Anak-anak dari kampung juga bisa sukses jika mau belajar dan berusaha. Masa remaja adalah waktu untuk menuntut ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan, bukan terburu-buru menikah tanpa kesiapan,” pesan H. Saleh di hadapan para siswa.
Sementara itu, Nurhayati Koordinator Penyuluh BKKBN Bontoa memberikan pemahaman terkait risiko pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun kesiapan mental dalam membangun rumah tangga. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan hidup sejak usia remaja.
“Remaja perlu memiliki perencanaan yang matang, mulai dari rencana studi, cita-cita pekerjaan, hingga rencana pernikahan dan keluarga. Pernikahan bukan hanya soal usia, tetapi juga soal kesiapan mental, ekonomi, dan tanggung jawab,” jelas Nurhayati.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga masa depan dengan terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan menghindari keputusan yang dapat menghambat pendidikan serta cita-cita mereka.
Kegiatan bimbingan remaja usia sekolah tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara sekolah, penyuluh agama, dan BKKBN dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi remaja yang sehat, berkarakter, dan siap merencanakan masa depan dengan lebih baik.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Remaja SMPN 31 Satap Lalang Tedong Diajak Bermimpi Besar, Bukan Buru-Buru Menikah
KAMIS, 28 MEI 2026
Maros,DNID.co.id - Siswa-siswi SMPN 31 SATAP Lalang Tedong mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah yang berlangsung di ruang kelas VIII pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bontoa dan Penyuluh BKKBN Bontoa sebagai upaya memberikan edukasi kepada remaja tentang pentingnya perencanaan masa depan dan bahaya pernikahan dini.
Kegiatan diikuti oleh siswa kelas VIII dan VII, karena siswa kelas IX telah libur setelah menyelesaikan ujian sekolah. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan para siswa tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan.
Dalam sambutannya, Andi Muhammad Kusri, Kepala SMPN 31 SATAP Lalang Tedong menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terlaksananya kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada para penyuluh yang telah hadir memberikan motivasi dan edukasi kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat penting agar siswa memiliki pemahaman yang baik tentang masa depan mereka dan tidak mengambil keputusan secara terburu-buru,” ujarnya.
Materi motivasi disampaikan oleh H. Saleh yang juga merupakan putra daerah Lalang Tedong. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para siswa untuk berani memiliki cita-cita besar dan fokus pada pendidikan sebelum memikirkan pernikahan.
“Jangan takut bermimpi besar. Anak-anak dari kampung juga bisa sukses jika mau belajar dan berusaha. Masa remaja adalah waktu untuk menuntut ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan, bukan terburu-buru menikah tanpa kesiapan,” pesan H. Saleh di hadapan para siswa.
Sementara itu, Nurhayati Koordinator Penyuluh BKKBN Bontoa memberikan pemahaman terkait risiko pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun kesiapan mental dalam membangun rumah tangga. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan hidup sejak usia remaja.
“Remaja perlu memiliki perencanaan yang matang, mulai dari rencana studi, cita-cita pekerjaan, hingga rencana pernikahan dan keluarga. Pernikahan bukan hanya soal usia, tetapi juga soal kesiapan mental, ekonomi, dan tanggung jawab,” jelas Nurhayati.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga masa depan dengan terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan menghindari keputusan yang dapat menghambat pendidikan serta cita-cita mereka.
Kegiatan bimbingan remaja usia sekolah tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara sekolah, penyuluh agama, dan BKKBN dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi remaja yang sehat, berkarakter, dan siap merencanakan masa depan dengan lebih baik.