Sorotan Dugaan Pungli Bagasi Kapal, Kepala Pelni Cabang Makassar Dinilai Arogan Saat Dikonfirmasi

Makassar.Dnid.co.id – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) pada proses penimbangan barang bawaan penumpang kapal kembali mencuat di sektor transportasi laut. Kali ini, sorotan tertuju pada pelayanan over bagasi di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

Isu tersebut semakin menjadi perhatian publik setelah Kepala PT Pelni Cabang Makassar, Darman, menunjukkan sikap yang dinilai arogan saat dikonfirmasi wartawan terkait dugaan pungli tersebut.

Alih-alih memberikan klarifikasi secara terbuka, Darman justru menantang wartawan untuk melakukan investigasi langsung di lokasi timbangan.

“Silahkan lakukan investigasi di tempat timbangan,” ujarnya singkat.

Tak hanya itu, Darman juga mempertanyakan sumber informasi yang diperoleh wartawan dan melontarkan nada ancaman apabila dugaan tersebut tidak dapat dibuktikan.

“Sumber dari mana ya pak? Kalau tidak bisa dibuktikan kami akan laporkan,” katanya.

Pernyataan tersebut dinilai tidak mencerminkan sikap terbuka terhadap kritik maupun upaya konfirmasi dari media. Padahal, wartawan hanya menjalankan tugas jurnalistik untuk meminta penjelasan terkait informasi yang berkembang di masyarakat.

“Saya tunggu dengan sumber yang bicara soal ada dugaan itu,” lanjutnya.

Bahkan, Darman juga menyebut pemberitaan yang menyebut dugaan adanya pungli sebagai fitnah sebelum adanya penjelasan lebih lanjut terkait persoalan yang dipertanyakan.

Sebelumnya, muncul laporan dari sejumlah sumber terkait dugaan pungutan yang tetap dilakukan meski barang bawaan penumpang masih berada dalam batas ketentuan resmi.

Berdasarkan aturan Pelni, setiap penumpang diketahui mendapatkan jatah bagasi gratis hingga 40 kilogram. Jika melebihi batas tersebut, tarif resmi over bagasi disebut sebesar Rp2.000 per kilogram.

Namun, seorang sumber di kawasan pelabuhan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa tarif yang diterapkan di lapangan diduga jauh lebih tinggi.

“Normalnya Rp2.000 per kilogram, tetapi faktanya di lapangan tarifnya bisa mencapai Rp8.000 per kilogram,” ungkap sumber tersebut.

Menurutnya, jika selisih tarif itu dikalikan dengan jumlah penumpang dalam satu perjalanan kapal, nilainya bisa sangat besar.

“Kalau dari satu penumpang saja selisihnya sebesar itu, bayangkan jika dikalikan ratusan penumpang dalam satu perjalanan kapal. Belum lagi dalam sebulan ada sekitar 72 kapal yang bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Nilainya tentu sangat besar,” ujarnya.

Tak hanya soal selisih tarif, dugaan pungutan juga disebut terjadi terhadap barang bawaan yang dianggap berukuran besar oleh petugas, meski beratnya belum melewati batas maksimal 40 kilogram.

Penumpang disebut tetap diminta membayar biaya tambahan dengan alasan ukuran barang yang dinilai tidak standar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan rinci dari pihak Pelni Cabang Makassar terkait mekanisme penentuan tarif maupun dugaan pungutan tambahan tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 29 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Arief Daeng Sunu

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita: Kacab Pelni Pelabuhan Makassar

Penanggung Jawab: Ir.Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Empat Truk yang Antre BBM di Bone Ditindak Polisi, Pelat Nomor Belakang Jadi Sorotan
Kapolres Bone Masuk Sekolah, Siswa Diingatkan Bahaya Tawuran hingga Judi Online
Polsek Biringkanaya Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan Maut ​
Polisi Ringkus Pelaku Penikaman Maut di Tamalate Makassar
PKL Tak Cuma Ditertibkan, Pemkot Makassar Siapkan Ruang Usaha Lewat CFD Jalan Rusa
Andalkan Kopi dan Abon Tuna, Bupati Sinjai Dorong Potensi Ekonomi Daerah
Polisi Gelar Operasi KRYD di Bira, Dua Pengunjung dan Pelayan Kafe Jalani Tes Urine
Buron ke Soppeng, Terduga Pelaku Penganiayaan Mahasiswa Makassar Akhirnya Dibekuk Polisi
Berita ini 356 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:22 WITA

Empat Truk yang Antre BBM di Bone Ditindak Polisi, Pelat Nomor Belakang Jadi Sorotan

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Kapolres Bone Masuk Sekolah, Siswa Diingatkan Bahaya Tawuran hingga Judi Online

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:50 WITA

Polisi Ringkus Pelaku Penikaman Maut di Tamalate Makassar

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:00 WITA

PKL Tak Cuma Ditertibkan, Pemkot Makassar Siapkan Ruang Usaha Lewat CFD Jalan Rusa

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Andalkan Kopi dan Abon Tuna, Bupati Sinjai Dorong Potensi Ekonomi Daerah

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:38 WITA

Polisi Gelar Operasi KRYD di Bira, Dua Pengunjung dan Pelayan Kafe Jalani Tes Urine

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Buron ke Soppeng, Terduga Pelaku Penganiayaan Mahasiswa Makassar Akhirnya Dibekuk Polisi

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:59 WITA

Mafia BBM Subsidi di Bone Makin Menggila, Tiga Nama Pengepul Terungkap – APH Didesak Bertindak

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Di HUT ke-357 Sulsel, Pj Sekda Andi Winarno Bacakan Sejarah Singkat

Senin, 19 Okt 2026 - 20:07 WITA