Dari Gedung PBB ke Pabrik Banten: Pesan Tripartit RI “Hasil ILC Jangan Mandek di Jenewa”

JENEWA, SWISS,DNID.co.id – Usai sidang pleno ILC Session 114, Indonesia tak langsung bubar. Senin malam 8 Juni 2026 pukul 18.00-20.00 waktu Jenewa, 132 delegasi tripartit RI duduk satu meja dalam acara silaturahmi. Bukan seremoni. Ini diplomasi tenaga kerja versi Indonesia: dialog dulu, baru kebijakan.

Acara ini mempertemukan 15 orang Kemenaker RI, 7 orang PTRI Jenewa, 3 orang Kemlu RI, 1 orang Bappenas, 1 orang DJSN, 9 orang BPJS Ketenagakerjaan, 2 orang BPJS Kesehatan, 78 delegasi pekerja, dan 16 delegasi pengusaha. Beda peran, satu tujuan.

Indah Anggoro Putri, Dirjen Hubungan Industrial Kemenaker RI yang membuka acara, bilang jelas: sinergi tripartit adalah senjata Indonesia hadapi dinamika ketenagakerjaan global.

Pesan itu diamini Dubes RI untuk PBB/WTO Sidarto R. Suryodipuro. “Saya harap delegasi terus jaga nama baik Indonesia dan tunjukkan profesionalisme. Citra bangsa kita sedang diuji di forum dunia,” katanya.

Yang terjadi di ruang silaturahmi itu justru jadi contoh. Pemerintah buka ruang dengar, pekerja sampaikan aspirasi, pengusaha jelaskan tantangan industri. Tanpa debat kusir, tanpa walkout. Murni dialog.

Ketua Delegasi Pekerja Johanes Dartha Pakpahan ingatkan: semangat ILC jangan mati di Jenewa. “Dialog sosial yang kuat harus berlanjut sampai ke pabrik, ke kantor, ke daerah. Itu kunci kebijakan yang sejahterakan buruh dan jaga harmoni industrial,” tegasnya.

Ketua Delegasi Pengusaha Bob Azam menambahkan logika ekonomi: kondusivitas industri hanya lahir kalau pengusaha dan serikat pekerja dianggap mitra, bukan lawan. “Kalau perusahaan maju, produktivitas naik, ujungnya pekerja juga sejahtera,”ujarnya.

Menaker Yassierli menutup malam itu dengan rumus sederhana. “Hubungan industrial harmonis = industri maju + investasi berkembang + pekerja sejahtera. Itu yang harus kita jaga, di Jenewa maupun di Indonesia,” tegasnya.

Rumus ini penting karena ILC 2026 banyak bahas AI, platform digital, dan perubahan iklim yang bisa bikin hubungan industrial retak kalau tak dikelola lewat dialog.

H. Dewa Sukma Kelana dari KSPSI Banten jadi “alarm” agar hasil ILC tak berhenti jadi dokumen. “Kolaborasi tripartit harus jadi solusi nyata persoalan ketenagakerjaan di Indonesia. Selesaikan masalah tanpa bikin masalah baru,” pesannya.

Sebagai Sekjen KSPSI Banten dan dosen Unpam Serang, Dewa menekankan keseimbangan peran: pekerja naikkan produktivitas, perusahaan tambah kesejahteraan di luar hak normatif, pemerintah buat regulasi berkeadilan.

“Kalau 3 unsur ini jalan seimbang, hubungan industrial harmonis akan jadi kekuatan besar bangsa,”pungkasnya.

Dengan semangat “Merah Putih di Dada, Indonesia di Hati”, silaturahmi ini mengirim pesan ganda: ke dunia bahwa Indonesia jago berdialog, dan ke tanah air bahwa hasil ILC wajib turun jadi kebijakan yang dirasakan pekerja.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 9 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kematian DPO R alias Lolli Usai Ditembak Dua Kali, Keluarga Sebut Bocor Kepala Hingga Dibungkus Plastik Saat Ditangkap
Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna
TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81
Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas
Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda
Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya
Diduga Kebal Hukum! Aktivitas AW alias BES Pengumpul Solar Subsidi Masih Lancar, Polres Bone Dinilai Tutup Mata, Berlindung di A serta Dimodali Bombong Pemilik Tangki PT. Katana Wajo
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:37 WITA

Kematian DPO R alias Lolli Usai Ditembak Dua Kali, Keluarga Sebut Bocor Kepala Hingga Dibungkus Plastik Saat Ditangkap

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:09 WITA

Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:48 WITA

TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:04 WITA

Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:30 WITA

Diduga Kebal Hukum! Aktivitas AW alias BES Pengumpul Solar Subsidi Masih Lancar, Polres Bone Dinilai Tutup Mata, Berlindung di A serta Dimodali Bombong Pemilik Tangki PT. Katana Wajo

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:09 WITA

Sosial Politik

Ketua Umum Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulsel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:11 WITA