DEMA FUF UIN Alauddin Makassar Kritik GAPEMBI: Program Sosial Bukan Ladang Keuntungan

Makassar,DNID.co.id – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (DEMA FUF) UIN Alauddin Makassar menanggapi sikap Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) yang menolak kebijakan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026.

DEMA FUF UIN Alauddin Makassar menilai bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah yang rasional dan relevan dalam upaya menjaga efektivitas program sekaligus mengoptimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ketua DEMA FUF UIN Alauddin Makassar, menyampaikan bahwa terdapat dua catatan penting yang perlu menjadi perhatian dalam menyikapi polemik tersebut.

Pertama, persoalan orientasi dan niat keterlibatan dalam program.

Menurut kami, program MBG merupakan program sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sehingga seluruh pihak yang terlibat seharusnya menempatkan kepentingan publik sebagai orientasi utama.

“Kami menghormati setiap pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Namun ketika penghentian sementara program saat masa libur sekolah dipersoalkan dengan alasan kerugian ekonomi, publik tentu berhak mempertanyakan orientasi utama dari keterlibatan tersebut. Apakah semata-mata untuk mendukung keberhasilan program dan pemenuhan gizi masyarakat, atau justru lebih berorientasi pada aspek keuntungan yang diperoleh dari program tersebut,

Kami menegaskan bahwa program pelayanan publik harus dijalankan dengan semangat pengabdian dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, kepentingan masyarakat luas harus ditempatkan di atas kepentingan ekonomi kelompok tertentu.

Kedua, pentingnya efisiensi anggaran negara.

DEMA FUF UIN Alauddin Makassar mendukung kebijakan penghentian sementara MBG selama masa libur sekolah sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.

Menurut kami, kondisi ekonomi nasional saat ini menuntut pemerintah untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan negara. Karena itu, penggunaan anggaran harus disesuaikan dengan kebutuhan yang benar-benar mendesak dan memiliki manfaat yang optimal.

“Efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi komitmen negara terhadap pemenuhan gizi masyarakat. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan program agar dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” jelasnya.

DEMA FUF UIN Alauddin Makassar juga mengajak seluruh pihak untuk melihat kebijakan ini secara lebih objektif dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan sektoral.

“Kami mendukung langkah Badan Gizi Nasional dalam melakukan penyesuaian program selama masa libur sekolah. Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa saat ini, efisiensi merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik. Program sosial harus tetap berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, bukan semata-mata pada keuntungan ekonomi,”

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 22 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Muh. Naufal Algifari (Ketua DEMA FUF UINAM)

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Jelang Pembukaan Porprov Sulsel, Kasat Lantas Bone Turun Pantau Titik Rawan Macet di Stadion La Patau
Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari
Sudah Bayar DP, Pelanggan Kecewa Pemasangan Baru PLN di Makassar Tak Kunjung Disurvei
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Dari Batam untuk Pers Indonesia, Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027
Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas
Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polrestabes Makassar Edukasi Pelajar SMA
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:21 WITA

Jelang Pembukaan Porprov Sulsel, Kasat Lantas Bone Turun Pantau Titik Rawan Macet di Stadion La Patau

Rabu, 4 November 2026 - 20:15 WITA

Sudah Bayar DP, Pelanggan Kecewa Pemasangan Baru PLN di Makassar Tak Kunjung Disurvei

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Rabu, 4 November 2026 - 12:52 WITA

Dari Batam untuk Pers Indonesia, Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari

Selasa, 3 November 2026 - 17:17 WITA

PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas

Selasa, 3 November 2026 - 15:55 WITA

Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polrestabes Makassar Edukasi Pelajar SMA

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WITA

Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos

Berita Terbaru