Mahasiswa KKN Kesehatan Unhas Edukasi Santriwati Al Hasyimiyah soal Pentingnya Tablet Tambah Darah
Sidrap,DNID.co.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukasi “Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri” di Pondok Pesantren Al Hasyimiyah Pajalele, Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidrap, pada Minggu lalu (26/07/2026).
Kegiatan ini dipelopori oleh Ardelia Reski Nur Fitriah, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Unhas, dan diikuti oleh para santriwati Pondok Pesantren Al Hasyimiyah Pajalele. Program ini mendapat dukungan penuh dari Pengurus Pondok Pesantren, H. Arifuddin Bora.
Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup tinggi pada remaja putri. Padahal, masa remaja merupakan periode penting untuk mencegah anemia sebelum memasuki usia reproduksi.
Dalam edukasi tersebut, materi yang disampaikan meliputi pengertian anemia, penyebab, tanda dan gejala, dampak jika tidak ditangani, hingga pengertian dan manfaat Tablet Tambah Darah. Santriwati juga diberikan pemahaman mengenai cara konsumsi TTD yang benar, efek samping yang mungkin terjadi, serta pentingnya pola makan bergizi sebagai upaya pencegahan anemia.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi presentasi, diskusi, dan tanya jawab. Untuk mengukur pemahaman peserta, dilakukan pre-test dengan 3 pertanyaan di awal dan post-test dengan 5 pertanyaan di akhir. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santriwati mengenai anemia dan pentingnya konsumsi TTD secara rutin.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para santriwati semakin memahami pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran dan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah anemia sejak dini,” ujar Ardelia Reski Nur Fitriah.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, H. Arifuddin Bora menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang digelar ini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para santriwati karena mereka dapat mengetahui pentingnya Tablet Tambah Darah dan cara menjaga kesehatan agar terhindar dari anemia,” ujarnya.
Pihak Pondok Pesantren berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan santriwati dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dengan memperhatikan asupan gizi dan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah.
Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka anemia pada remaja putri di Indonesia.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Mahasiswa KKN Kesehatan Unhas Edukasi Santriwati Al Hasyimiyah soal Pentingnya Tablet Tambah Darah
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Sidrap,DNID.co.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukasi "Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri" di Pondok Pesantren Al Hasyimiyah Pajalele, Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidrap, pada Minggu lalu (26/07/2026).
Kegiatan ini dipelopori oleh Ardelia Reski Nur Fitriah, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Unhas, dan diikuti oleh para santriwati Pondok Pesantren Al Hasyimiyah Pajalele. Program ini mendapat dukungan penuh dari Pengurus Pondok Pesantren, H. Arifuddin Bora.
Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup tinggi pada remaja putri. Padahal, masa remaja merupakan periode penting untuk mencegah anemia sebelum memasuki usia reproduksi.
Dalam edukasi tersebut, materi yang disampaikan meliputi pengertian anemia, penyebab, tanda dan gejala, dampak jika tidak ditangani, hingga pengertian dan manfaat Tablet Tambah Darah. Santriwati juga diberikan pemahaman mengenai cara konsumsi TTD yang benar, efek samping yang mungkin terjadi, serta pentingnya pola makan bergizi sebagai upaya pencegahan anemia.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi presentasi, diskusi, dan tanya jawab. Untuk mengukur pemahaman peserta, dilakukan pre-test dengan 3 pertanyaan di awal dan post-test dengan 5 pertanyaan di akhir. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santriwati mengenai anemia dan pentingnya konsumsi TTD secara rutin.
"Melalui kegiatan ini diharapkan para santriwati semakin memahami pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran dan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah anemia sejak dini," ujar Ardelia Reski Nur Fitriah.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, H. Arifuddin Bora menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang digelar ini.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para santriwati karena mereka dapat mengetahui pentingnya Tablet Tambah Darah dan cara menjaga kesehatan agar terhindar dari anemia," ujarnya.
Pihak Pondok Pesantren berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan santriwati dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dengan memperhatikan asupan gizi dan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah.
Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka anemia pada remaja putri di Indonesia.