KKN UIN Walisongo Edukasi TBC kepada 50 Lansia Desa Bunderan
DEMAK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Multi Ilmu Terpadu (KKN MIT) UIN Walisongo Semarang memberikan edukasi mengenai Tuberkulosis (TBC) kepada sekitar 50 warga lanjut usia (lansia) Desa Bunderan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Posyandu Lansia yang rutin digelar setiap bulan di Desa Bunderan. Sosialisasi melibatkan kader posyandu sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok lansia, terhadap gejala, penularan, serta pencegahan TBC.
Dalam sosialisasi, mahasiswa KKN menyampaikan sejumlah materi dasar mengenai TBC, mulai dari pengertian, tanda dan gejala, cara penularan, hingga langkah pencegahan dan penanganannya. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai perbedaan gejala flu dan TBC, cara mencuci tangan yang benar, serta pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan maupun pengalaman terkait kondisi kesehatan yang mereka alami.
Salah seorang kader Posyandu Lansia Desa Bunderan menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi TBC penting diberikan kepada lansia agar mereka semakin memahami kondisi kesehatan dan mampu mengenali gejala yang perlu mendapat perhatian.
“Kegiatan sosialisasi ini sangat bagus disampaikan di Posyandu Lansia. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para lansia lebih sadar terhadap kondisi kesehatannya, terutama gejala yang mungkin mengarah ke TBC,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo berharap para lansia tidak hanya memahami gejala TBC, tetapi juga memiliki kesadaran untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila menemukan gejala yang mencurigakan.
Edukasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat Desa Bunderan. Dengan pengetahuan yang lebih baik, warga diharapkan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan dalam mencegah penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN UIN Walisongo Edukasi TBC kepada 50 Lansia Desa Bunderan
KAMIS, 27 AGUSTUS 2026
DEMAK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Multi Ilmu Terpadu (KKN MIT) UIN Walisongo Semarang memberikan edukasi mengenai Tuberkulosis (TBC) kepada sekitar 50 warga lanjut usia (lansia) Desa Bunderan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Posyandu Lansia yang rutin digelar setiap bulan di Desa Bunderan. Sosialisasi melibatkan kader posyandu sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok lansia, terhadap gejala, penularan, serta pencegahan TBC.
Dalam sosialisasi, mahasiswa KKN menyampaikan sejumlah materi dasar mengenai TBC, mulai dari pengertian, tanda dan gejala, cara penularan, hingga langkah pencegahan dan penanganannya. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai perbedaan gejala flu dan TBC, cara mencuci tangan yang benar, serta pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan maupun pengalaman terkait kondisi kesehatan yang mereka alami.
Salah seorang kader Posyandu Lansia Desa Bunderan menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi TBC penting diberikan kepada lansia agar mereka semakin memahami kondisi kesehatan dan mampu mengenali gejala yang perlu mendapat perhatian.
“Kegiatan sosialisasi ini sangat bagus disampaikan di Posyandu Lansia. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para lansia lebih sadar terhadap kondisi kesehatannya, terutama gejala yang mungkin mengarah ke TBC,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo berharap para lansia tidak hanya memahami gejala TBC, tetapi juga memiliki kesadaran untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila menemukan gejala yang mencurigakan.
Edukasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat Desa Bunderan. Dengan pengetahuan yang lebih baik, warga diharapkan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan dalam mencegah penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat.