KKN UIN Walisongo Gandeng DLH Demak, Warga Sidokumpul Diedukasi Kelola Sampah dari Rumah
DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 86 berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah berbasis komunitas di Desa Sidokumpul, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.
Kegiatan yang digelar dalam forum PKK Dukuh Sandan itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, sekaligus memperkuat program pengelolaan sampah yang telah berjalan di Desa Sidokumpul.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa persoalan sampah tidak berhenti ketika sampah dibuang. Setiap jenis sampah memiliki karakteristik dan waktu penguraian yang berbeda sehingga diperlukan pengelolaan yang tepat untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.
Pemateri dari DLH Kabupaten Demak, Agus Suwondo, menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga.
“Sampah itu tidak langsung hilang ketika kita membuangnya. Ada jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Karena itu, pengelolaan sampah harus dimulai dari diri sendiri dan dari rumah, salah satunya dengan memilah sampah sesuai jenisnya,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Agus menjelaskan bahwa beberapa jenis sampah memiliki waktu penguraian yang relatif singkat, seperti kertas yang membutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan dan kardus sekitar lima bulan. Namun, sejumlah material lain, seperti plastik, aluminium, dan styrofoam, membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk terurai.
Menurutnya, sampah yang tidak dikelola dengan baik tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai persoalan lain, seperti pencemaran, penyumbatan saluran air, munculnya bau tidak sedap, hingga meningkatnya risiko penyakit.
Bank Sampah Jadi Modal Sosial Masyarakat
Ketua PKK Dukuh Sandan, Farida, mengatakan masyarakat Desa Sidokumpul sebenarnya telah memiliki program pengelolaan sampah melalui bank sampah yang diinisiasi oleh Muslimat Sidokumpul.
“Di Desa Sidokumpul sendiri sebenarnya sudah ada pengelolaan sampah melalui bank sampah yang diinisiasi oleh Muslimat Sidokumpul. Jadi, masyarakat sudah mulai memiliki kesadaran untuk mengelola sampah, dan kegiatan sosialisasi ini bisa semakin menambah pengetahuan serta mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memilah sampah,” katanya.
Keberadaan bank sampah tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah di tingkat desa. Melalui program tersebut, warga didorong untuk mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah sebelum disalurkan ke tempat pengelolaan.
Bagi anggota PKK, kebiasaan tersebut dinilai sangat relevan karena aktivitas rumah tangga menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar. Karena itu, perubahan perilaku dalam mengelola sampah dinilai perlu dimulai dari lingkungan keluarga.
Kolaborasi Mahasiswa, DLH, dan Warga
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, DLH Kabupaten Demak, dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program tersebut. Selain menghadirkan edukasi, mahasiswa juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan instansi yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan hidup.
Bagi mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 86, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan mampu membangun kebiasaan mengelola sampah secara konsisten. Dengan dukungan bank sampah, keterlibatan masyarakat, pendampingan DLH, dan kontribusi mahasiswa KKN, Desa Sidokumpul diharapkan dapat mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih partisipatif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN UIN Walisongo Gandeng DLH Demak, Warga Sidokumpul Diedukasi Kelola Sampah dari Rumah
KAMIS, 13 AGUSTUS 2026
DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 86 berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah berbasis komunitas di Desa Sidokumpul, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.
Kegiatan yang digelar dalam forum PKK Dukuh Sandan itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, sekaligus memperkuat program pengelolaan sampah yang telah berjalan di Desa Sidokumpul.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa persoalan sampah tidak berhenti ketika sampah dibuang. Setiap jenis sampah memiliki karakteristik dan waktu penguraian yang berbeda sehingga diperlukan pengelolaan yang tepat untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.
Pemateri dari DLH Kabupaten Demak, Agus Suwondo, menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga.
“Sampah itu tidak langsung hilang ketika kita membuangnya. Ada jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Karena itu, pengelolaan sampah harus dimulai dari diri sendiri dan dari rumah, salah satunya dengan memilah sampah sesuai jenisnya,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Agus menjelaskan bahwa beberapa jenis sampah memiliki waktu penguraian yang relatif singkat, seperti kertas yang membutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan dan kardus sekitar lima bulan. Namun, sejumlah material lain, seperti plastik, aluminium, dan styrofoam, membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk terurai.
Menurutnya, sampah yang tidak dikelola dengan baik tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai persoalan lain, seperti pencemaran, penyumbatan saluran air, munculnya bau tidak sedap, hingga meningkatnya risiko penyakit.
Bank Sampah Jadi Modal Sosial Masyarakat
Ketua PKK Dukuh Sandan, Farida, mengatakan masyarakat Desa Sidokumpul sebenarnya telah memiliki program pengelolaan sampah melalui bank sampah yang diinisiasi oleh Muslimat Sidokumpul.
“Di Desa Sidokumpul sendiri sebenarnya sudah ada pengelolaan sampah melalui bank sampah yang diinisiasi oleh Muslimat Sidokumpul. Jadi, masyarakat sudah mulai memiliki kesadaran untuk mengelola sampah, dan kegiatan sosialisasi ini bisa semakin menambah pengetahuan serta mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memilah sampah,” katanya.
Keberadaan bank sampah tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah di tingkat desa. Melalui program tersebut, warga didorong untuk mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah sebelum disalurkan ke tempat pengelolaan.
Bagi anggota PKK, kebiasaan tersebut dinilai sangat relevan karena aktivitas rumah tangga menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar. Karena itu, perubahan perilaku dalam mengelola sampah dinilai perlu dimulai dari lingkungan keluarga.
Kolaborasi Mahasiswa, DLH, dan Warga
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, DLH Kabupaten Demak, dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program tersebut. Selain menghadirkan edukasi, mahasiswa juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan instansi yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan hidup.
Bagi mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 86, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan mampu membangun kebiasaan mengelola sampah secara konsisten. Dengan dukungan bank sampah, keterlibatan masyarakat, pendampingan DLH, dan kontribusi mahasiswa KKN, Desa Sidokumpul diharapkan dapat mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih partisipatif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.