LAPORAN BELANJA JADI TANDA TANYA, DPD KIN NTB DESAK KEJARI BIMA BONGKAR REALISASI ANGGARAN DI SDN 1 MELAYU

KOTA BIMA,DND.Co.id— Laporan belanja di SDN 1 Melayu menjadi sorotan. DPD KIN NTB mendesak Kejaksaan Negeri Bima segera melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) untuk menguji kesesuaian antara laporan pertanggungjawaban dengan realisasi anggaran di lapangan.

 

DPD KIN NTB mempertanyakan apakah seluruh belanja yang tercantum dalam laporan benar-benar direalisasikan sesuai peruntukannya.

 

“Jangan hanya percaya pada angka di atas kertas. Kejaksaan harus turun langsung, cek barangnya, cek kegiatannya, cek bukti transaksinya, dan cocokkan dengan laporan pertanggungjawaban,” tegas ketua DPD KIN NTB.

 

Menurut ketua DPD KIN NTB, pemeriksaan perlu dilakukan secara objektif dengan menelusuri dokumen perencanaan, bukti transaksi, pengadaan barang atau jasa, serta kondisi fisik hasil belanja. Langkah tersebut penting untuk memastikan anggaran pendidikan benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik.

 

DPD KIN NTB menegaskan bahwa desakan Pulbaket bukan bentuk vonis terhadap pihak sekolah. Pemeriksaan justru diperlukan untuk mencari kepastian berdasarkan fakta dan bukti.

 

“Kalau memang realisasinya sesuai, silakan buktikan secara terbuka. Tetapi jika ditemukan ketidaksesuaian atau indikasi penyimpangan, maka harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

 

DPD KIN NTB meminta Kejari Bima tidak berhenti pada pemeriksaan administratif.

 

Bongkar dokumennya, cocokkan dengan fakta lapangan, telusuri aliran belanjanya, dan pastikan setiap rupiah anggaran memiliki bukti serta manfaat yang jelas.

 

“Uang negara bukan sekadar angka dalam laporan. Ada tanggung jawab publik di dalamnya. Jangan sampai laporan terlihat rapi, tetapi realisasi di lapangan justru menyisakan tanda tanya,” pungkas DPD KIN NTB

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 19 September 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Aditiya

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan
Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel
Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya
Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:56 WITA

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 18:17 WITA

Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel

Kamis, 5 November 2026 - 12:23 WITA

Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Selasa, 3 November 2026 - 20:20 WITA

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Berita Terbaru