Puluhan Tahun Terbengkalai, 420 Hektare Sawah Pergam Kini Dibuka Kembali
PERGAM, DNID.co.id —Sebanyak 420 hektare lahan ditargetkan kembali dibuka dan ditanami padi di Desa Pergam tahun ini, sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan. Lahan tersebut merupakan bagian dari sekitar 1.500 hektare area pertanian yang selama puluhan tahun tidak digarap secara optimal.
Pembukaan lahan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat dan petani setempat. Manager BP Desa Pergam memberikan fasilitasi kepada para petani agar lahan yang selama ini tidak produktif dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
Langkah tersebut menjadi upaya menghidupkan kembali potensi lahan pertanian Desa Pergam yang selama bertahun-tahun terbengkalai. Dari total area sekitar 1.500 hektare, pengelolaan tidak dilakukan sekaligus, melainkan menyesuaikan kesiapan petani serta kondisi lahan.
Target 420 hektare pada tahun ini menjadi tahap awal dari pengembangan kawasan pertanian tersebut. Jika terealisasi, pembukaan lahan itu akan memperluas area yang kembali produktif sekaligus mendukung ketersediaan pangan masyarakat Desa Pergam.
Namun, tantangan utamanya bukan sekadar membuka lahan. Keberlanjutan pengelolaan setelah lahan dibuka menjadi faktor penting agar area yang kembali produktif tidak kembali terbengkalai. Karena itu, kesiapan petani dan kondisi lahan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pencapaian target tersebut.
Manager BP Desa Pergam menegaskan, pihaknya tidak mengambil alih pengelolaan lahan, melainkan memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu kembali menggarap lahan pertanian.
“Kami hanya memfasilitasi dan membantu petani agar lahan yang sudah puluhan tahun tidur ini dapat kembali dimanfaatkan,” ujarnya.
Fasilitasi tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat mengembangkan kembali lahan secara bertahap. Dengan dukungan itu, para petani diharapkan mampu mengelola sawah secara produktif dan mengejar target 420 hektare yang ditanami padi sepanjang tahun ini.
Pengembangan lahan seluas sekitar 1.500 hektare tersebut sekaligus menunjukkan masih besarnya potensi pertanian yang dapat dioptimalkan di Desa Pergam. Tahap pembukaan 420 hektare menjadi ukuran awal sejauh mana lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan dapat kembali berkontribusi terhadap produksi pangan masyarakat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Puluhan Tahun Terbengkalai, 420 Hektare Sawah Pergam Kini Dibuka Kembali
SELASA, 22 SEPTEMBER 2026
PERGAM, DNID.co.id —Sebanyak 420 hektare lahan ditargetkan kembali dibuka dan ditanami padi di Desa Pergam tahun ini, sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan. Lahan tersebut merupakan bagian dari sekitar 1.500 hektare area pertanian yang selama puluhan tahun tidak digarap secara optimal.
Pembukaan lahan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat dan petani setempat. Manager BP Desa Pergam memberikan fasilitasi kepada para petani agar lahan yang selama ini tidak produktif dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
Langkah tersebut menjadi upaya menghidupkan kembali potensi lahan pertanian Desa Pergam yang selama bertahun-tahun terbengkalai. Dari total area sekitar 1.500 hektare, pengelolaan tidak dilakukan sekaligus, melainkan menyesuaikan kesiapan petani serta kondisi lahan.
Target 420 hektare pada tahun ini menjadi tahap awal dari pengembangan kawasan pertanian tersebut. Jika terealisasi, pembukaan lahan itu akan memperluas area yang kembali produktif sekaligus mendukung ketersediaan pangan masyarakat Desa Pergam.
Namun, tantangan utamanya bukan sekadar membuka lahan. Keberlanjutan pengelolaan setelah lahan dibuka menjadi faktor penting agar area yang kembali produktif tidak kembali terbengkalai. Karena itu, kesiapan petani dan kondisi lahan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pencapaian target tersebut.
Manager BP Desa Pergam menegaskan, pihaknya tidak mengambil alih pengelolaan lahan, melainkan memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu kembali menggarap lahan pertanian.
“Kami hanya memfasilitasi dan membantu petani agar lahan yang sudah puluhan tahun tidur ini dapat kembali dimanfaatkan,” ujarnya.
Fasilitasi tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat mengembangkan kembali lahan secara bertahap. Dengan dukungan itu, para petani diharapkan mampu mengelola sawah secara produktif dan mengejar target 420 hektare yang ditanami padi sepanjang tahun ini.
Pengembangan lahan seluas sekitar 1.500 hektare tersebut sekaligus menunjukkan masih besarnya potensi pertanian yang dapat dioptimalkan di Desa Pergam. Tahap pembukaan 420 hektare menjadi ukuran awal sejauh mana lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan dapat kembali berkontribusi terhadap produksi pangan masyarakat.