Warga Kurau Barat Kesulitan Air, Rp15 Ribu Dibayar Per Drum
BANGKA TENGAH,DNID.co.id —Warga Desa Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan air bersih di tengah kesulitan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Air yang digunakan untuk mandi dan aktivitas sehari-hari dibeli warga dengan harga sekitar Rp15 ribu per drum.
Kondisi tersebut menempatkan kebutuhan air sebagai beban tambahan bagi rumah tangga. Warga yang membutuhkan beberapa drum dalam satu waktu harus mengalokasikan lebih banyak pengeluaran hanya untuk memperoleh air yang semestinya tersedia bagi kebutuhan dasar masyarakat.
Informasi yang dihimpun di lapangan menunjukkan persoalan tersebut dirasakan warga ketika ketersediaan air tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat kemudian bergantung pada pihak yang menyediakan air bersih dengan sistem pembelian per drum.
Bagi keluarga yang membutuhkan lebih dari satu drum, biaya itu dapat terakumulasi. Persoalannya bukan semata harga air, melainkan akses terhadap kebutuhan dasar ketika warga tidak memiliki pilihan lain selain membeli.
Air digunakan warga untuk mandi, mencuci dan berbagai aktivitas rumah tangga. Karena itu, kesulitan mendapatkan air tidak berhenti pada persoalan kenyamanan, tetapi langsung menyentuh kebutuhan harian masyarakat.
Warga berharap pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah turun langsung melihat kondisi tersebut dan memastikan sumber serta distribusi air di Kurau Barat dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Harapan itu menjadi semakin penting ketika kondisi cuaca dan musim kemarau berpotensi memengaruhi ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah. Warga membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar perhatian, agar ketergantungan terhadap pembelian air tidak berlangsung terus-menerus.
Dari pantauan jurnalis DNID.co.id, Herwandi, persoalan kesulitan air menjadi perhatian masyarakat Desa Kurau Barat. Kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan warga terhadap pasokan air bersih masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan.
Persoalan berikutnya adalah bagaimana pemerintah memastikan warga tidak terus membayar untuk mendapatkan kebutuhan dasar tersebut. Pemeriksaan terhadap sumber air, kapasitas pasokan, jaringan distribusi, serta langkah antisipasi menghadapi musim kemarau menjadi penting untuk menjawab keluhan masyarakat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Warga Kurau Barat Kesulitan Air, Rp15 Ribu Dibayar Per Drum
KAMIS, 1 OKTOBER 2026
BANGKA TENGAH,DNID.co.id —Warga Desa Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan air bersih di tengah kesulitan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Air yang digunakan untuk mandi dan aktivitas sehari-hari dibeli warga dengan harga sekitar Rp15 ribu per drum.
Kondisi tersebut menempatkan kebutuhan air sebagai beban tambahan bagi rumah tangga. Warga yang membutuhkan beberapa drum dalam satu waktu harus mengalokasikan lebih banyak pengeluaran hanya untuk memperoleh air yang semestinya tersedia bagi kebutuhan dasar masyarakat.
Informasi yang dihimpun di lapangan menunjukkan persoalan tersebut dirasakan warga ketika ketersediaan air tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat kemudian bergantung pada pihak yang menyediakan air bersih dengan sistem pembelian per drum.
Bagi keluarga yang membutuhkan lebih dari satu drum, biaya itu dapat terakumulasi. Persoalannya bukan semata harga air, melainkan akses terhadap kebutuhan dasar ketika warga tidak memiliki pilihan lain selain membeli.
Air digunakan warga untuk mandi, mencuci dan berbagai aktivitas rumah tangga. Karena itu, kesulitan mendapatkan air tidak berhenti pada persoalan kenyamanan, tetapi langsung menyentuh kebutuhan harian masyarakat.
Warga berharap pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah turun langsung melihat kondisi tersebut dan memastikan sumber serta distribusi air di Kurau Barat dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Harapan itu menjadi semakin penting ketika kondisi cuaca dan musim kemarau berpotensi memengaruhi ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah. Warga membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar perhatian, agar ketergantungan terhadap pembelian air tidak berlangsung terus-menerus.
Dari pantauan jurnalis DNID.co.id, Herwandi, persoalan kesulitan air menjadi perhatian masyarakat Desa Kurau Barat. Kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan warga terhadap pasokan air bersih masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan.
Persoalan berikutnya adalah bagaimana pemerintah memastikan warga tidak terus membayar untuk mendapatkan kebutuhan dasar tersebut. Pemeriksaan terhadap sumber air, kapasitas pasokan, jaringan distribusi, serta langkah antisipasi menghadapi musim kemarau menjadi penting untuk menjawab keluhan masyarakat.