Saat Udara Bone Tak Lagi Sehat, Bupati Andi Asman Ingatkan Bahaya yang Mengintai Anak dan Lansia
Di tengah memburuknya kualitas udara akibat polusi PM2.5, Bupati Andi Asman Sulaiman menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan warga Bone dengan mengeluarkan imbauan kesehatan, di tengah ancaman kabut asap.
Bone, DNID.co.id – Kualitas udara di Kabupaten Bone memburuk. Kabut asap akibat polusi PM2.5 membuat udara masuk kategori tidak sehat hingga sedang di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Bone.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Imbauan ini menindaklanjuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta menindaklanjuti Surat Edaran Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 100.3.4/13819/DINKES Tanggal 07 Oktober 2026 dari Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bone tentang Waspada Influenza & Gangguan Pernapasan Akibat Polusi Udara PM2.5.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Bone untuk tetap tenang, namun tetap waspada dan menjaga kesehatan. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, hindari kegiatan yang dapat memicu terpaparnya asap, serta perbanyak minum air putih,” ujar Bupati Bone.
Bupati Andi Asman Sulaiman juga mengingatkan agar kelompok rentan mendapat perhatian khusus. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis diminta tidak terpapar langsung dengan udara yang tercemar.
Pemerintah Kabupaten Bone, kata Bupati, akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, untuk memastikan langkah penanganan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Berdasarkan edaran Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, ada tujuh langkah protokol kesehatan yang harus diterapkan:
1. Gunakan masker saat di luar rumah dan keramaian terutama saat kualitas udara buruk
2. Jaga kebersihan dengan cuci tangan pakai sabun & air mengalir atau hand sanitizer
3. Terapkan etika batuk & bersin, tutup mulut hidung dengan siku dalam atau tisu.
4. Minum air yang cukup agar terhindar dehidrasi.
5. Lindungi diri dari terik matahari, gunakan payung/topi dan pakaian longgar menyerap keringat.
6. Pertahankan imunitas tubuh dengan gizi seimbang, olahraga ringan dan cukup tidur.
7. Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara.
Bupati Andi Asman menutup imbauannya dengan ajakan untuk saling menjaga.
“Mari kita jaga kesehatan bersama. Ikuti imbauan pemerintah dan terapkan protokol kesehatan untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan kita,” tegas Andi Asman Sulaiman.
Dengan tagline *Bone Sehat, Masyarakat Kuat, Masa Depan Hebat*, Pemerintah Kabupaten Bone berharap masyarakat tetap disiplin menjaga kesehatan di tengah ancaman kabut asap.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Saat Udara Bone Tak Lagi Sehat, Bupati Andi Asman Ingatkan Bahaya yang Mengintai Anak dan Lansia
SELASA, 13 OKTOBER 2026
Di tengah memburuknya kualitas udara akibat polusi PM2.5, Bupati Andi Asman Sulaiman menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan warga Bone dengan mengeluarkan imbauan kesehatan, di tengah ancaman kabut asap.
Bone, DNID.co.id – Kualitas udara di Kabupaten Bone memburuk. Kabut asap akibat polusi PM2.5 membuat udara masuk kategori tidak sehat hingga sedang di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Bone.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Imbauan ini menindaklanjuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta menindaklanjuti Surat Edaran Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 100.3.4/13819/DINKES Tanggal 07 Oktober 2026 dari Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bone tentang Waspada Influenza & Gangguan Pernapasan Akibat Polusi Udara PM2.5.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Bone untuk tetap tenang, namun tetap waspada dan menjaga kesehatan. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, hindari kegiatan yang dapat memicu terpaparnya asap, serta perbanyak minum air putih,” ujar Bupati Bone.
Bupati Andi Asman Sulaiman juga mengingatkan agar kelompok rentan mendapat perhatian khusus. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis diminta tidak terpapar langsung dengan udara yang tercemar.
Pemerintah Kabupaten Bone, kata Bupati, akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, untuk memastikan langkah penanganan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Berdasarkan edaran Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, ada tujuh langkah protokol kesehatan yang harus diterapkan:
1. Gunakan masker saat di luar rumah dan keramaian terutama saat kualitas udara buruk
2. Jaga kebersihan dengan cuci tangan pakai sabun & air mengalir atau hand sanitizer
3. Terapkan etika batuk & bersin, tutup mulut hidung dengan siku dalam atau tisu.
4. Minum air yang cukup agar terhindar dehidrasi.
5. Lindungi diri dari terik matahari, gunakan payung/topi dan pakaian longgar menyerap keringat.
6. Pertahankan imunitas tubuh dengan gizi seimbang, olahraga ringan dan cukup tidur.
7. Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara.
Bupati Andi Asman menutup imbauannya dengan ajakan untuk saling menjaga.
“Mari kita jaga kesehatan bersama. Ikuti imbauan pemerintah dan terapkan protokol kesehatan untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan kita,” tegas Andi Asman Sulaiman.
Dengan tagline *Bone Sehat, Masyarakat Kuat, Masa Depan Hebat*, Pemerintah Kabupaten Bone berharap masyarakat tetap disiplin menjaga kesehatan di tengah ancaman kabut asap.