Polda Babel Salurkan Sembako ke Panti Asuhan Muara Kasih Bunda, 45 Anak Butuh Rp8 Juta per Bulan
PANGKALPINANG, DNID.co.id — Di balik bantuan sembako yang disalurkan Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung ke Panti Asuhan Muara Kasih Bunda di Pangkalpinang, tersingkap persoalan mendasar yang masih membayangi keberlangsungan yayasan: kebutuhan hidup 45 anak asuh mencapai sekitar Rp8 juta setiap bulan, sementara yayasan belum memiliki donatur tetap.
Kondisi tersebut mengemuka saat Kepala Bidang Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso mengunjungi Panti Asuhan Muara Kasih Bunda, Senin (19/10/2026). Kunjungan itu merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial menjelang Hari Jadi ke-75 Humas Polri.
Agus didampingi Kasubbid Penmas Kompol Hendra Wirman dan sejumlah personel Bidang Humas Polda Babel. Mereka menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, telur, minyak goreng, mi instan, dan sejumlah bahan pangan lainnya. Bantuan tersebut berasal dari donasi personel Bidang Humas Polda Babel.
Agus mengatakan kegiatan itu bukan sekadar agenda seremonial menjelang peringatan hari jadi institusi, melainkan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan.
“Kegiatan bakti sosial ini merupakan rangkaian Hari Jadi ke-75 Humas Polri. Tentunya ini sebagai wujud rasa syukur kita dengan peduli kepada anak-anak kita yang berada di panti asuhan ini,” kata Agus seusai kegiatan.
Ia menegaskan, kehadiran personel kepolisian di panti asuhan diharapkan memberikan perhatian sekaligus membantu memenuhi kebutuhan anak-anak asuh.
“Ini bukan hanya sekadar mengunjungi maupun menyerahkan bantuan saja, tetapi kehadiran kita juga memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Agus berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban pengurus yayasan. Namun, bantuan sembako itu belum menjawab persoalan pembiayaan rutin yang harus dipenuhi panti asuhan setiap bulan.
Ketua Yayasan Muara Kasih Bunda, Ayu, mengatakan bantuan dari Humas Polda Babel sangat berarti bagi yayasan, terutama untuk mengurangi pengeluaran kebutuhan pangan sehari-hari.
“Bantuan ini sangat membantu kami. Dengan adanya bantuan sembako ini, beban kebutuhan anak-anak bisa sedikit diringankan. Terima kasih kepada Humas Polda atas bantuannya,” kata Ayu.
Menurut Ayu, yayasan saat ini mengasuh 45 anak dengan rentang usia mulai dari dua tahun hingga mahasiswa semester lima. Jumlah anak asuh dan kebutuhan mereka membuat pengeluaran bulanan menjadi tantangan yang harus dihadapi secara berkelanjutan.
“Untuk kebutuhan setiap bulan, kami membutuhkan sekitar delapan juta rupiah. Selama ini, kami masih menggunakan biaya pribadi karena belum ada donatur tetap,” ujarnya.
Beban yayasan tidak berhenti pada penyediaan makanan. Kebutuhan pendidikan, termasuk buku dan pakaian sekolah, juga harus dipenuhi secara berkala. Bahkan, menurut Ayu, pembayaran sejumlah kebutuhan tersebut dapat tertunda hingga dua bulan.
Situasi ini menunjukkan bahwa keberlangsungan panti asuhan tidak cukup ditopang oleh bantuan sesaat. Kebutuhan pangan, pendidikan, dan perlengkapan anak menuntut dukungan yang konsisten agar pengasuhan puluhan anak dapat terus berjalan.
Bantuan dari personel Humas Polda Babel menjadi dukungan langsung bagi Muara Kasih Bunda. Namun, keterangan pengurus mengenai belum adanya donatur tetap memperlihatkan tantangan yang masih harus dihadapi yayasan: menjaga kebutuhan 45 anak tetap terpenuhi di tengah pembiayaan bulanan yang selama ini bersumber dari dana pribadi.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Polda Babel Salurkan Sembako ke Panti Asuhan Muara Kasih Bunda, 45 Anak Butuh Rp8 Juta per Bulan
SENIN, 19 OKTOBER 2026
PANGKALPINANG, DNID.co.id — Di balik bantuan sembako yang disalurkan Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung ke Panti Asuhan Muara Kasih Bunda di Pangkalpinang, tersingkap persoalan mendasar yang masih membayangi keberlangsungan yayasan: kebutuhan hidup 45 anak asuh mencapai sekitar Rp8 juta setiap bulan, sementara yayasan belum memiliki donatur tetap.
Kondisi tersebut mengemuka saat Kepala Bidang Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso mengunjungi Panti Asuhan Muara Kasih Bunda, Senin (19/10/2026). Kunjungan itu merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial menjelang Hari Jadi ke-75 Humas Polri.
Agus didampingi Kasubbid Penmas Kompol Hendra Wirman dan sejumlah personel Bidang Humas Polda Babel. Mereka menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, telur, minyak goreng, mi instan, dan sejumlah bahan pangan lainnya. Bantuan tersebut berasal dari donasi personel Bidang Humas Polda Babel.
Agus mengatakan kegiatan itu bukan sekadar agenda seremonial menjelang peringatan hari jadi institusi, melainkan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan.
“Kegiatan bakti sosial ini merupakan rangkaian Hari Jadi ke-75 Humas Polri. Tentunya ini sebagai wujud rasa syukur kita dengan peduli kepada anak-anak kita yang berada di panti asuhan ini,” kata Agus seusai kegiatan.
Ia menegaskan, kehadiran personel kepolisian di panti asuhan diharapkan memberikan perhatian sekaligus membantu memenuhi kebutuhan anak-anak asuh.
“Ini bukan hanya sekadar mengunjungi maupun menyerahkan bantuan saja, tetapi kehadiran kita juga memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Agus berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban pengurus yayasan. Namun, bantuan sembako itu belum menjawab persoalan pembiayaan rutin yang harus dipenuhi panti asuhan setiap bulan.
Ketua Yayasan Muara Kasih Bunda, Ayu, mengatakan bantuan dari Humas Polda Babel sangat berarti bagi yayasan, terutama untuk mengurangi pengeluaran kebutuhan pangan sehari-hari.
“Bantuan ini sangat membantu kami. Dengan adanya bantuan sembako ini, beban kebutuhan anak-anak bisa sedikit diringankan. Terima kasih kepada Humas Polda atas bantuannya,” kata Ayu.
Menurut Ayu, yayasan saat ini mengasuh 45 anak dengan rentang usia mulai dari dua tahun hingga mahasiswa semester lima. Jumlah anak asuh dan kebutuhan mereka membuat pengeluaran bulanan menjadi tantangan yang harus dihadapi secara berkelanjutan.
“Untuk kebutuhan setiap bulan, kami membutuhkan sekitar delapan juta rupiah. Selama ini, kami masih menggunakan biaya pribadi karena belum ada donatur tetap,” ujarnya.
Beban yayasan tidak berhenti pada penyediaan makanan. Kebutuhan pendidikan, termasuk buku dan pakaian sekolah, juga harus dipenuhi secara berkala. Bahkan, menurut Ayu, pembayaran sejumlah kebutuhan tersebut dapat tertunda hingga dua bulan.
Situasi ini menunjukkan bahwa keberlangsungan panti asuhan tidak cukup ditopang oleh bantuan sesaat. Kebutuhan pangan, pendidikan, dan perlengkapan anak menuntut dukungan yang konsisten agar pengasuhan puluhan anak dapat terus berjalan.
Bantuan dari personel Humas Polda Babel menjadi dukungan langsung bagi Muara Kasih Bunda. Namun, keterangan pengurus mengenai belum adanya donatur tetap memperlihatkan tantangan yang masih harus dihadapi yayasan: menjaga kebutuhan 45 anak tetap terpenuhi di tengah pembiayaan bulanan yang selama ini bersumber dari dana pribadi.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.