Polda Babel Gelar Strong Point Pagi, Wakapolda Pantau Keselamatan Pelajar di Pangkalpinang
PANGKALPINANG, DNID.co.id —Polda Kepulauan Bangka Belitung mengerahkan personel lalu lintas ke sejumlah titik jalan raya pada jam sibuk pagi untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, mencegah kecelakaan, dan melindungi pengguna jalan, terutama pelajar yang berangkat sekolah. Wakapolda Babel Brigjen Pol Murry Mirranda menegaskan, kegiatan strong point pagi menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Penegasan itu disampaikan Murry saat memantau langsung pelaksanaan strong point di Simpang SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Senin (19/10/2026). Didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Babel Kombes Pol Oskar Syamsuddin dan jajaran Ditbinmas, ia memastikan kehadiran personel di lapangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat pada jam padat aktivitas.
“Kita ingin memastikan kehadiran Polantas di sepanjang jalan raya bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Ini juga wujud komitmen kami mendukung program prioritas Bapak Kapolri,” kata Murry.
Namun, ukuran keberhasilan pengamanan lalu lintas tidak berhenti pada jumlah personel yang ditempatkan di persimpangan. Efektivitasnya ditentukan oleh sejauh mana kehadiran polisi mampu menekan risiko kecelakaan, mengurai kemacetan, serta memberikan perlindungan nyata kepada pengguna jalan.
Murry menegaskan, pengamanan lalu lintas harus berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat, bukan sekadar menjadi rutinitas di pagi hari.
“Keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) bagi masyarakat menjadi prioritas utama kita. Masyarakat bukan sekadar melihat Polantas berdiri di sepanjang jalan, tetapi kehadiran kita bisa membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, manfaat pengamanan harus dirasakan oleh warga yang berangkat bekerja, orang tua yang mengantar anak ke sekolah, hingga masyarakat yang menjalankan aktivitas harian.
“ Masyarakat harus benar-benar merasakan aman dan nyaman saat berangkat ke tempat kerja, mengantarkan anak ke sekolah maupun melakukan aktivitas atau kegiatan harian mereka saat melintas di jalanan,” sambungnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Babel Kombes Pol Oskar Syamsuddin menyatakan, strong point tidak semata-mata diarahkan untuk mengurai kepadatan kendaraan. Kegiatan tersebut juga ditujukan untuk mencegah kecelakaan dan membantu pengguna jalan yang rentan, termasuk pejalan kaki serta pelajar yang hendak menyeberang.
“Saya pastikan anggota kita benar-benar hadir di ruang masyarakat. Apalagi sesuai arahan Bapak Korlantas Polri, keberhasilan tugas Polantas harus diukur berdasarkan manfaat nyata bagi masyarakat. Pelaksanaan tugas tidak boleh sekadar menjadi rutinitas, tetapi harus menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Oskar.
Pemantauan di Simpang SMA Negeri 2 Pangkalpinang menempatkan keselamatan pelajar dan kelancaran lalu lintas pagi sebagai perhatian utama. Pada waktu bersamaan, kehadiran petugas di persimpangan diharapkan membantu mengurangi potensi konflik kendaraan dan risiko kecelakaan di kawasan sekolah.
Meski demikian, dampak kegiatan tersebut perlu dinilai melalui indikator yang terukur, seperti perubahan angka kecelakaan, tingkat kepadatan kendaraan, kepatuhan pengguna jalan, serta efektivitas pengamanan penyeberangan pelajar. Data sebelum dan sesudah pelaksanaan diperlukan untuk menunjukkan sejauh mana kegiatan strong point menghasilkan perbaikan nyata.
Polda Babel menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan lalu lintas yang berorientasi pada keselamatan publik. Tantangan berikutnya adalah memastikan kehadiran personel di jalan raya tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, melainkan menjadi pelayanan konsisten yang manfaatnya dapat dirasakan dan dievaluasi masyarakat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Polda Babel Gelar Strong Point Pagi, Wakapolda Pantau Keselamatan Pelajar di Pangkalpinang
SENIN, 19 OKTOBER 2026
PANGKALPINANG, DNID.co.id —Polda Kepulauan Bangka Belitung mengerahkan personel lalu lintas ke sejumlah titik jalan raya pada jam sibuk pagi untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, mencegah kecelakaan, dan melindungi pengguna jalan, terutama pelajar yang berangkat sekolah. Wakapolda Babel Brigjen Pol Murry Mirranda menegaskan, kegiatan strong point pagi menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Penegasan itu disampaikan Murry saat memantau langsung pelaksanaan strong point di Simpang SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Senin (19/10/2026). Didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Babel Kombes Pol Oskar Syamsuddin dan jajaran Ditbinmas, ia memastikan kehadiran personel di lapangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat pada jam padat aktivitas.
“Kita ingin memastikan kehadiran Polantas di sepanjang jalan raya bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Ini juga wujud komitmen kami mendukung program prioritas Bapak Kapolri,” kata Murry.
Namun, ukuran keberhasilan pengamanan lalu lintas tidak berhenti pada jumlah personel yang ditempatkan di persimpangan. Efektivitasnya ditentukan oleh sejauh mana kehadiran polisi mampu menekan risiko kecelakaan, mengurai kemacetan, serta memberikan perlindungan nyata kepada pengguna jalan.
Murry menegaskan, pengamanan lalu lintas harus berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat, bukan sekadar menjadi rutinitas di pagi hari.
“Keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) bagi masyarakat menjadi prioritas utama kita. Masyarakat bukan sekadar melihat Polantas berdiri di sepanjang jalan, tetapi kehadiran kita bisa membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, manfaat pengamanan harus dirasakan oleh warga yang berangkat bekerja, orang tua yang mengantar anak ke sekolah, hingga masyarakat yang menjalankan aktivitas harian.
“ Masyarakat harus benar-benar merasakan aman dan nyaman saat berangkat ke tempat kerja, mengantarkan anak ke sekolah maupun melakukan aktivitas atau kegiatan harian mereka saat melintas di jalanan,” sambungnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Babel Kombes Pol Oskar Syamsuddin menyatakan, strong point tidak semata-mata diarahkan untuk mengurai kepadatan kendaraan. Kegiatan tersebut juga ditujukan untuk mencegah kecelakaan dan membantu pengguna jalan yang rentan, termasuk pejalan kaki serta pelajar yang hendak menyeberang.
“Saya pastikan anggota kita benar-benar hadir di ruang masyarakat. Apalagi sesuai arahan Bapak Korlantas Polri, keberhasilan tugas Polantas harus diukur berdasarkan manfaat nyata bagi masyarakat. Pelaksanaan tugas tidak boleh sekadar menjadi rutinitas, tetapi harus menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Oskar.
Pemantauan di Simpang SMA Negeri 2 Pangkalpinang menempatkan keselamatan pelajar dan kelancaran lalu lintas pagi sebagai perhatian utama. Pada waktu bersamaan, kehadiran petugas di persimpangan diharapkan membantu mengurangi potensi konflik kendaraan dan risiko kecelakaan di kawasan sekolah.
Meski demikian, dampak kegiatan tersebut perlu dinilai melalui indikator yang terukur, seperti perubahan angka kecelakaan, tingkat kepadatan kendaraan, kepatuhan pengguna jalan, serta efektivitas pengamanan penyeberangan pelajar. Data sebelum dan sesudah pelaksanaan diperlukan untuk menunjukkan sejauh mana kegiatan strong point menghasilkan perbaikan nyata.
Polda Babel menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan lalu lintas yang berorientasi pada keselamatan publik. Tantangan berikutnya adalah memastikan kehadiran personel di jalan raya tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, melainkan menjadi pelayanan konsisten yang manfaatnya dapat dirasakan dan dievaluasi masyarakat.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.