Oknum Polisi Diduga Gelapkan Rp25 Juta, Hari Erlangga Minta Propam Polda Sulsel Beri Kepastian
GOWA, DNID.co.id – Dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret seorang oknum anggota Polda Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan.
Hari Erlangga (44), warga Kabupaten Gowa, mengaku mengalami kerugian sebesar Rp25 juta setelah mempercayakan sejumlah dana kepada oknum polisi berinisial HDR.
Hari mengaku hingga kini dana tersebut belum dikembalikan, meski dirinya telah beberapa kali dijanjikan penyelesaian.
“Saya dijanjikan setelah Lebaran, kemudian akhir Maret. Namun, sampai sekarang belum ada pengembalian sepersen pun,” ungkap Hari kepada DNID.co.id. (Jumat 23 Oktober 2026.)
Dalam pesan WhatsApp yang disebut berasal dari oknum berinisial HDR, terdapat permintaan maaf dan janji pengembalian dana pada tanggal 2. Pesan tersebut juga menyebutkan adanya potongan dana karena biaya bank.
Atas kejadian tersebut, Hari berharap Propam Polda Sulsel segera menindaklanjuti persoalan ini dan melakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Oknum Polisi Diduga Gelapkan Rp25 Juta, Hari Erlangga Minta Propam Polda Sulsel Beri Kepastian
JUMAT, 23 OKTOBER 2026
GOWA, DNID.co.id – Dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret seorang oknum anggota Polda Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan.
Hari Erlangga (44), warga Kabupaten Gowa, mengaku mengalami kerugian sebesar Rp25 juta setelah mempercayakan sejumlah dana kepada oknum polisi berinisial HDR.
Hari mengaku hingga kini dana tersebut belum dikembalikan, meski dirinya telah beberapa kali dijanjikan penyelesaian.
“Saya dijanjikan setelah Lebaran, kemudian akhir Maret. Namun, sampai sekarang belum ada pengembalian sepersen pun,” ungkap Hari kepada DNID.co.id. (Jumat 23 Oktober 2026.)
Dalam pesan WhatsApp yang disebut berasal dari oknum berinisial HDR, terdapat permintaan maaf dan janji pengembalian dana pada tanggal 2. Pesan tersebut juga menyebutkan adanya potongan dana karena biaya bank.
Atas kejadian tersebut, Hari berharap Propam Polda Sulsel segera menindaklanjuti persoalan ini dan melakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut.