Dua Perwira Satlantas Bone Duduki Studio RRI, Ingatkan Bahaya Main HP Saat Berkendara
KBO IPDA Ryandika Nalaguna dan Kanit Kamsel IPDA Ishak Yaqub Diterjunkan Mengudara, Bedah Tuntas Bahaya Main HP Saat Berkendara, Pengendara di Bawah Umur, ODOL dan Lawan Arus Jadi Target Utama
Bone, DNID.co.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bone bergerak cepat mensosialisasikan Operasi Patuh Pallawa 2026. Tidak melalui spanduk atau razia di jalan, namun melalui dialog interaktif langsung di udara lewat studio RRI Bone, Senin siang (02/11/2026).
Langkah ini dinilai lebih efektif untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa yang masih setia mendengarkan radio.
Dua perwira Satlantas diterjunkan langsung untuk mengudara. Mereka adalah KBO Satlantas Polres Bone IPDA Ryandika Nalaguna dan Kanit Kamsel IPDA Ishak Yaqub.
Di hadapan pendengar RRI, kedua perwira tersebut membedah tuntas tujuan, jadwal pelaksanaan, hingga sasaran utama dalam Operasi Patuh Pallawa 2026 mendatang.
Materi yang disampaikan tidak hanya soal penindakan, namun juga edukasi tentang dampak fatal dari pelanggaran lalu lintas serta manfaat besar jika tertib di jalan raya.
Terkait metode sosialisasi lewat radio ini, Kasat Lantas Polres Bone AKP Riyanda Putra Utama memberikan penjelasan. Ia menyebut radio masih menjadi media yang paling efektif untuk membangun kesadaran kolektif.
“Sosialisasi di RRI diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pendengar dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban berlalu lintas,” jelasnya.
Dalam dialog tersebut, beberapa pelanggaran yang menjadi atensi khusus turut dibeberkan. Dua di antaranya menjadi prioritas utama penindakan.
Mengenai sasaran prioritas tersebut, pihaknya menegaskan bahwa dua pelanggaran itu menjadi pemicu utama kecelakaan.
“Keduanya merupakan faktor yang sering memicu kecelakaan lalu lintas, sehingga menjadi prioritas penegakan dan pencegahan,” jelasnya.
Adapun dua pelanggaran yang dimaksud adalah kebiasaan pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara dan masih banyaknya pengendara di bawah umur yang nekat turun ke jalan.
Selain dua poin tersebut, petugas di studio RRI juga mengingatkan kembali kewajiban dasar yang sering dilupakan pengendara.
Warga diimbau untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, memakai helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, serta menggunakan sabuk pengaman bagi pengendara mobil.
Tidak hanya itu, imbauan lain juga ditekankan demi keselamatan bersama di jalan raya.
Masyarakat diminta untuk selalu menjaga konsentrasi penuh saat berkendara, tidak menggunakan telepon seluler, tidak berkendara di bawah pengaruh alkohol, tidak melawan arus, dan tidak melakukan pelanggaran over dimensi atau over loading (ODOL).
Petugas juga meminta pengendara untuk selalu mematuhi rambu-rambu dan marka jalan yang ada.
Di akhir siarannya, Satlantas Polres Bone menyelipkan pesan penting yang menjadi kunci utama dalam berlalu lintas.
“Tidak lupa, disampaikan juga ajakan untuk selalu mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan hanya sekadar kewajiban,” sambungnya.
Dengan masifnya sosialisasi melalui radio ini, Satlantas berharap dapat terwujud budaya tertib berlalu lintas yang aman dan berkeselamatan, sehingga situasi Kamseltibcarlantas yang kondusif di wilayah hukum Polres Bone dapat tercapai.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Dua Perwira Satlantas Bone Duduki Studio RRI, Ingatkan Bahaya Main HP Saat Berkendara
SABTU, 3 OKTOBER 2026
KBO IPDA Ryandika Nalaguna dan Kanit Kamsel IPDA Ishak Yaqub Diterjunkan Mengudara, Bedah Tuntas Bahaya Main HP Saat Berkendara, Pengendara di Bawah Umur, ODOL dan Lawan Arus Jadi Target Utama
Bone, DNID.co.id - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bone bergerak cepat mensosialisasikan Operasi Patuh Pallawa 2026. Tidak melalui spanduk atau razia di jalan, namun melalui dialog interaktif langsung di udara lewat studio RRI Bone, Senin siang (02/11/2026).
Langkah ini dinilai lebih efektif untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa yang masih setia mendengarkan radio.
Dua perwira Satlantas diterjunkan langsung untuk mengudara. Mereka adalah KBO Satlantas Polres Bone IPDA Ryandika Nalaguna dan Kanit Kamsel IPDA Ishak Yaqub.
Di hadapan pendengar RRI, kedua perwira tersebut membedah tuntas tujuan, jadwal pelaksanaan, hingga sasaran utama dalam Operasi Patuh Pallawa 2026 mendatang.
Materi yang disampaikan tidak hanya soal penindakan, namun juga edukasi tentang dampak fatal dari pelanggaran lalu lintas serta manfaat besar jika tertib di jalan raya.
Terkait metode sosialisasi lewat radio ini, Kasat Lantas Polres Bone AKP Riyanda Putra Utama memberikan penjelasan. Ia menyebut radio masih menjadi media yang paling efektif untuk membangun kesadaran kolektif.
"Sosialisasi di RRI diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pendengar dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban berlalu lintas," jelasnya.
Dalam dialog tersebut, beberapa pelanggaran yang menjadi atensi khusus turut dibeberkan. Dua di antaranya menjadi prioritas utama penindakan.
Mengenai sasaran prioritas tersebut, pihaknya menegaskan bahwa dua pelanggaran itu menjadi pemicu utama kecelakaan.
"Keduanya merupakan faktor yang sering memicu kecelakaan lalu lintas, sehingga menjadi prioritas penegakan dan pencegahan," jelasnya.
Adapun dua pelanggaran yang dimaksud adalah kebiasaan pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara dan masih banyaknya pengendara di bawah umur yang nekat turun ke jalan.
Selain dua poin tersebut, petugas di studio RRI juga mengingatkan kembali kewajiban dasar yang sering dilupakan pengendara.
Warga diimbau untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, memakai helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, serta menggunakan sabuk pengaman bagi pengendara mobil.
Tidak hanya itu, imbauan lain juga ditekankan demi keselamatan bersama di jalan raya.
Masyarakat diminta untuk selalu menjaga konsentrasi penuh saat berkendara, tidak menggunakan telepon seluler, tidak berkendara di bawah pengaruh alkohol, tidak melawan arus, dan tidak melakukan pelanggaran over dimensi atau over loading (ODOL).
Petugas juga meminta pengendara untuk selalu mematuhi rambu-rambu dan marka jalan yang ada.
Di akhir siarannya, Satlantas Polres Bone menyelipkan pesan penting yang menjadi kunci utama dalam berlalu lintas.
"Tidak lupa, disampaikan juga ajakan untuk selalu mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan hanya sekadar kewajiban," sambungnya.
Dengan masifnya sosialisasi melalui radio ini, Satlantas berharap dapat terwujud budaya tertib berlalu lintas yang aman dan berkeselamatan, sehingga situasi Kamseltibcarlantas yang kondusif di wilayah hukum Polres Bone dapat tercapai.