Hujan Deras di Toraja, Batu raksasa Longsor Timpah Rumah Panggung ada Mayat Disimpan
Hujan Deras di Toraja, Batu raksasa Longsor Timpah Rumah Panggung ada Mayat Disimpan
DNID, SULAWESI SELATAN – Sebongkah batu berukuran besar longsor dan menimpa rumah panggung papa’ Rolan di Lembang/Desa Langda, Kecamatan So Kabupaten Toraja Utara (Torut) Sulawesi Selatan (Sulsel). Peristiwa mengejutkan ini terjadi Kamis 7 Maret 2024 kermarin sekira pukul 16.30 Wita.
Longsor batu besar Langda ini akibatkan rumah papa’ Rolan (almarhum) rusak berat, sementara diatas rumah sedang disemayamkan mayat almarhum papa’ Rolan yang seminggu lalu meninggal dunia.
Batu yang terguling dari atas bukit juga menutup sebagian badan jalan poros Alang-Alang – Madandan – Rantetayo. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah setempat tak henti-henti.
Upaya masyarakat saat ini membersihkan tanah longsor dan rumah panggung yang rusak. Tentu ini berkolaborasi dengan forkopimcam, babinsa, bhabinkamtibmas dan juga masyarakat.
Untuk diketahui, tingginya curah hujan di dua Kabupaten tersebut yakni Tana Toraja dan TorajanUtara itu menyebabkan tebing setinggi 30 meter longsor. Mulanya batu-batu kecil berjatuhan dan menghujani rumah warga.
Pantauan media ini, Jumat 8 Maret 2024, banjir menimpa sebagian Toraja Utara dan Tana Toraja.
Hujan Deras di Toraja, Batu raksasa Longsor Timpah Rumah Panggung ada Mayat Disimpan
Pewarta: Yustus
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Hujan Deras di Toraja, Batu raksasa Longsor Timpah Rumah Panggung ada Mayat Disimpan
JUMAT, 8 MARET 2024
DNID, SULAWESI SELATAN - Sebongkah batu berukuran besar longsor dan menimpa rumah panggung papa' Rolan di Lembang/Desa Langda, Kecamatan So Kabupaten Toraja Utara (Torut) Sulawesi Selatan (Sulsel). Peristiwa mengejutkan ini terjadi Kamis 7 Maret 2024 kermarin sekira pukul 16.30 Wita.
Longsor batu besar Langda ini akibatkan rumah papa' Rolan (almarhum) rusak berat, sementara diatas rumah sedang disemayamkan mayat almarhum papa' Rolan yang seminggu lalu meninggal dunia.
Batu yang terguling dari atas bukit juga menutup sebagian badan jalan poros Alang-Alang - Madandan - Rantetayo. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah setempat tak henti-henti.
Upaya masyarakat saat ini membersihkan tanah longsor dan rumah panggung yang rusak. Tentu ini berkolaborasi dengan forkopimcam, babinsa, bhabinkamtibmas dan juga masyarakat.
Untuk diketahui, tingginya curah hujan di dua Kabupaten tersebut yakni Tana Toraja dan TorajanUtara itu menyebabkan tebing setinggi 30 meter longsor. Mulanya batu-batu kecil berjatuhan dan menghujani rumah warga.
Pantauan media ini, Jumat 8 Maret 2024, banjir menimpa sebagian Toraja Utara dan Tana Toraja.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.