Kisah Inspiratif Peternak Sukses Asal Gowa,dari Buruh Serabutan Kini menjadi Pengusaha Ternak Produktif.
Gowa, DNID.co.id – Kisah Inspiratif penuh haru menarik untuk di ulas ,dari Buruh Serabutan hingga menjadi seorang peternak kambing, yang memulai usahanya dari nol hingga mampu berkembang produktif dan mandiri. Kisah ini datang dari kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dari seorang pengusaha ternak kambing produktif dan mandiri, bernama Nahar.
Perjalanan Nahar merintis usaha ternaknya, tidak terlepas dari peran Relawan Rumah Zakat Sulawesi Selatan, tahun 2020 yang lalu.
Dalam Kunjungan Tim Rumah Zakat Sulawesi Selatan, di Desa Berdaya Timbuseng,Kabupaten Gowa,Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (6/11/2024). Tim Rumah Zakat bertemu dengan salah satu peternak kambing binaan Rumah Zakat, bernama Nahar, berdiskusi seputar usaha ternaknya.
Sembari berdiskusi, Nahar mengisahkan kisah hidupnya yang serba sulit dan kekurangan sebelum beternak kambing, dari Buruh serabutan yang penghasilan tidak menentu, tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
Nahar (31) menuturkan perjalanan hidupnya menjadi seorang peternak kambing, kala itu tahun 2020 yang lalu, Ia hanya seorang pekerja serabutan, buruh harian yang tidak selalu mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tidaklah menentu. Berkat bantuan
Ekonomi Rumah Zakat melalui program ternak kambing, dirinya
menerima 10 ekor kambing indukan sebagai modal awal usahanya di Desa Berdaya Timbuseng Gowa.
“Dulu saya bekerja sebagai buruh bangunan serabutan karena panggilan pekerjaan yang tidak menentu, saat itu datanglah Pak Munawir selaku relawan Rumah Zakat yang menawarkan program ternak Kambing, saya pun mau dan saya di bantu bibit indukan sebagai modal awal dalam usaha ternak kambing saya,” tutur Nahar.
Lanjut,Nahar bercerita penuh haru , selama
empat tahun mengembangkan usaha ternaknya,alhasil dari 10 ekor kambing indukan bantuan Rumah Zakat kini menjadi 60 ekor,
dan ia pun dapat menjual anakan kambing hampir setiap bulan, dan kotoran kambing sebagai pupuk kandang yang dijualnya sebagai produk pertanian tambahan. Ekonomi keluargan pun menjadi stabil, berbeda jauh kala dia menjadi pekerja serabutan.
“Alhamdulillah sekarang ternak kambing saya sudah ada 60-an ekor, saya pun sudah berhenti jadi buruh bangunan dan fokus untuk urus ternak. Berternak kambing kini menjadi pekerjaan dan penghasilan utama saya untuk menghidupi keluarga. Selain berjualan kambing, saya juga dapat penghasilan dari olahan kotoran ternak yang diolah jadi pupuk kandang atau kompos,” kata Nahar penuh haru.
Lebih jauh Nahar menuturkan kisah hidupnya menjadi seorang peternak kambing, dari ternak kambingnya, Ia juga memanfaatkan kambing-kambingnya untuk memproduksi susu kambing yang ia perah sendiri. Produk susu kambing ini menambah variasi usahanya dan memberi nilai tambah yang berkelanjutan.
Menariknya, Nahar selalu berinovasi dalam menjaga ketahanan pakan ternak, terutama saat musim kemarau. Ia memanfaatkan limbah yang dianggap tidak bernilai oleh sebagian orang, seperti kulit kacang hijau, yang diolahnya menjadi pakan kambing. Dengan cara ini, kebutuhan pakan kambingnya tetap terpenuhi sepanjang tahun.
Ia pun, sangat bersyukur dengan adanya Program Ternak Kambing dari Rumah Zakat, yang telah mengubah hidupnya dari seorang buruh harian serabutan menjadi seorang pengusaha ternak yang produktif dan mandiri.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kisah Inspiratif Peternak Sukses Asal Gowa,dari Buruh Serabutan Kini menjadi Pengusaha Ternak Produktif.
SENIN, 11 NOVEMBER 2024
Gowa, DNID.co.id - Kisah Inspiratif penuh haru menarik untuk di ulas ,dari Buruh Serabutan hingga menjadi seorang peternak kambing, yang memulai usahanya dari nol hingga mampu berkembang produktif dan mandiri. Kisah ini datang dari kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dari seorang pengusaha ternak kambing produktif dan mandiri, bernama Nahar.
Perjalanan Nahar merintis usaha ternaknya, tidak terlepas dari peran Relawan Rumah Zakat Sulawesi Selatan, tahun 2020 yang lalu.
Dalam Kunjungan Tim Rumah Zakat Sulawesi Selatan, di Desa Berdaya Timbuseng,Kabupaten Gowa,Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (6/11/2024). Tim Rumah Zakat bertemu dengan salah satu peternak kambing binaan Rumah Zakat, bernama Nahar, berdiskusi seputar usaha ternaknya.
Sembari berdiskusi, Nahar mengisahkan kisah hidupnya yang serba sulit dan kekurangan sebelum beternak kambing, dari Buruh serabutan yang penghasilan tidak menentu, tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
Nahar (31) menuturkan perjalanan hidupnya menjadi seorang peternak kambing, kala itu tahun 2020 yang lalu, Ia hanya seorang pekerja serabutan, buruh harian yang tidak selalu mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tidaklah menentu. Berkat bantuan
Ekonomi Rumah Zakat melalui program ternak kambing, dirinya
menerima 10 ekor kambing indukan sebagai modal awal usahanya di Desa Berdaya Timbuseng Gowa.
“Dulu saya bekerja sebagai buruh bangunan serabutan karena panggilan pekerjaan yang tidak menentu, saat itu datanglah Pak Munawir selaku relawan Rumah Zakat yang menawarkan program ternak Kambing, saya pun mau dan saya di bantu bibit indukan sebagai modal awal dalam usaha ternak kambing saya," tutur Nahar.
Lanjut,Nahar bercerita penuh haru , selama
empat tahun mengembangkan usaha ternaknya,alhasil dari 10 ekor kambing indukan bantuan Rumah Zakat kini menjadi 60 ekor,
dan ia pun dapat menjual anakan kambing hampir setiap bulan, dan kotoran kambing sebagai pupuk kandang yang dijualnya sebagai produk pertanian tambahan. Ekonomi keluargan pun menjadi stabil, berbeda jauh kala dia menjadi pekerja serabutan.
“Alhamdulillah sekarang ternak kambing saya sudah ada 60-an ekor, saya pun sudah berhenti jadi buruh bangunan dan fokus untuk urus ternak. Berternak kambing kini menjadi pekerjaan dan penghasilan utama saya untuk menghidupi keluarga. Selain berjualan kambing, saya juga dapat penghasilan dari olahan kotoran ternak yang diolah jadi pupuk kandang atau kompos," kata Nahar penuh haru.
Lebih jauh Nahar menuturkan kisah hidupnya menjadi seorang peternak kambing, dari ternak kambingnya, Ia juga memanfaatkan kambing-kambingnya untuk memproduksi susu kambing yang ia perah sendiri. Produk susu kambing ini menambah variasi usahanya dan memberi nilai tambah yang berkelanjutan.
Menariknya, Nahar selalu berinovasi dalam menjaga ketahanan pakan ternak, terutama saat musim kemarau. Ia memanfaatkan limbah yang dianggap tidak bernilai oleh sebagian orang, seperti kulit kacang hijau, yang diolahnya menjadi pakan kambing. Dengan cara ini, kebutuhan pakan kambingnya tetap terpenuhi sepanjang tahun.
Ia pun, sangat bersyukur dengan adanya Program Ternak Kambing dari Rumah Zakat, yang telah mengubah hidupnya dari seorang buruh harian serabutan menjadi seorang pengusaha ternak yang produktif dan mandiri.