Temukan 5 Point Dugaan Pelanggaran Dangdut DA7 Indosiar,Ormas Madas Lapor ke Bareskrim

Jakarta,DNID.co.id– Kasus Dangdut Academy (DA) 7 Indosiar masih terus bergulir. Ormas Madas Nusantara terus mengkririsi program acara TV Indosiar itu, karena menemukan 5 (lima) poin dugaan pelanggaran, namun diabaikan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia)

“Madas Nusantara terus mempersiapkan data untuk pelaporan ke APH (Aparat Penegak Hukum) atas dugaan pelanggaran yang dilakukan para pihak di DA7 yang tidak hanya melanggar hukum, tapi juga merugikan masyarakat,” tegas Ketua Umum Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal,SH kepada media di Jakarta.kamis (8/1/26).

Menurut, pria aktivis penggiat anti korupsi, Relawan Prabowo Subianto itu, sedikitnya ada 5 (lima) poin kenapa Indosiar dan pelaksana DA7 dapat di proses hukum. Pelaksanaan DA7 yang dihujat banyak pihak, mulai musisi, penyanyi hingga masyarakat mekakukan banyak pelanggaran.

Sesungguhnya, lanjut Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu, masalah ini sederhana tidak perlu sampai keranah hukum jika KPI tidak mandul dan melakukan pengawasan secara profesional. Tapi KPI kelihatan sudah bocor halus, meski dugaan pelanggaran dilaporkan masyarakat, KPI justru buta dan tuli.

Sedikitnya ada 5 (Lima) poin hasil analisa Madas Nusantara Institute (MNI) yang diduga dilanggar yaitu :

Pertama, sistim penjurian harusnya menggunakan otoritas Dewan Juri , namun belakangan diubah menjadi VG. Dewan Juri bilang penilaian pemenang ditentukan lewat Virtual Gift (VG). Jadi bukan atas kompetensi peserta dan dewan juri. Sementara DA7 itu lomba tarik suara, bukan lomba taruhan pake duit.

Kedua, peserta yang jadi juara berdasarkan siapa yang tinggi dapat Virtual Gift (VG). Ini mengandung unsur gambling atau judi. Artinya nasib peserta tergantung siapa yang paling banyak dapat VG (pasang duit). Bukan karena kemampuan atas penilaian Dewan Juri. Hasilnya menurut penilaian ahli, yang jelek yang terpilih, karena kalah taruhan pasang VG.

Apa yang masuk kategori perjudian? Perjudian mencakup berbagai aktivitas (perlombaan) di mana pertaruhan uang dilakukan untuk kesempatan memenangkan dengan hasil yang sangat bergantung pada peluang atau peristiwa yang tidak pasti (gamblang). Dalam hal ini seharusnya pemegang keputusan adalah Dewan Juri.

Ketiga, Indosiar telah ikut mentransmisikan perjudian lewat televisi yang dikemas melalui perlombaan DA7. Tidah hanya merusak sistim pencarian bakat yang baik, tapi sekaligus mengajak masyarakat ikut berjudi (pasang uang untuk penyanyi idolanya).

Keempat, diduga Virtual Gift (VG) Tasya adalah bodong (hantu). Yang diduga didukung manajemen Indosiar. Sangat tidak mungkin manajemen Indosiar tidak tahu. Bahkan diduga Indosiar ikut memainkannya guna meraup uang banyak dari pemasang VG. Disini ada unsur kecurangan dan penipuan. Nanti jika dilakukan digital forensik akan kelihatan.

Kelima Direktur Program, Harsiwi Achmad, Host Gilang Dirga dan Rina Nose serta Dewan Juri Soimah, Dewi Persik. Wika Salim, maupun Lesty Kejora diduga bersekongkal melakukan pelanggaran hukum. Ketua KPI, Ubaidillah dan Ketua KPI lain juga patut diduga main mata dengan Indosiar.

“Jadi pelaporan dan proses hukum ini murni untuk membela kepentingan masyarakat atas ketidakadilan. Karena masyarakat perlu tayangan yang mendidik. Bukan tayangan sampah. Awalnya bagus, tapi kemudian ditunggangi dengan praktek perjudian yang dikemas lewat Virtual Gift (VG). Apalagi KPI sudah mandul,” tegas Jusuf Rizal Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 8 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Nur/red

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Nico Surabaya dan H. Wahab Muncul dalam Dugaan Distribusi Rokok FAZ-Nmos di Bangka
Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas
Diduga Kebal Hukum! Aktivitas AW alias BES Pengumpul Solar Subsidi Masih Lancar, Polres Bone Dinilai Tutup Mata, Berlindung di A serta Dimodali Bombong Pemilik Tangki PT. Katana Wajo
Resmob Polres Sinjai Ringkus Pelaku Pencurian Emas Rp80 Juta
Korban Desak Kapolda Sulsel Tahan Kades di Bulukumba, Sudah Tersangka 3 Tahun lalu
Aktivis Berkedok Wartawan Diamankan Polisi, ini Kasusnya
Keributan Pecah di Borong Jambu, Pemuda Bawa Busur Diamankan Polisi
Dana BKK Rp800 Juta Pengerukan Sungai Bone Disorot, LMR-RI Siap Lapor Inspektorat hingga APH
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Nico Surabaya dan H. Wahab Muncul dalam Dugaan Distribusi Rokok FAZ-Nmos di Bangka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:30 WITA

Diduga Kebal Hukum! Aktivitas AW alias BES Pengumpul Solar Subsidi Masih Lancar, Polres Bone Dinilai Tutup Mata, Berlindung di A serta Dimodali Bombong Pemilik Tangki PT. Katana Wajo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Resmob Polres Sinjai Ringkus Pelaku Pencurian Emas Rp80 Juta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:35 WITA

Korban Desak Kapolda Sulsel Tahan Kades di Bulukumba, Sudah Tersangka 3 Tahun lalu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:25 WITA

Aktivis Berkedok Wartawan Diamankan Polisi, ini Kasusnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:37 WITA

Keributan Pecah di Borong Jambu, Pemuda Bawa Busur Diamankan Polisi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:47 WITA

Dana BKK Rp800 Juta Pengerukan Sungai Bone Disorot, LMR-RI Siap Lapor Inspektorat hingga APH

Berita Terbaru