Sinergi Komenwa: Produksi Jaket Pelampung Standar Internasional Sambil Bina Anak Panti Asuhan

JAKARTA,DNID.co.id – Di tengah gempuran produk asing yang menguasai 80% pasar alat keselamatan pelayaran, Resimen Mahasiswa (Komenwa) bersama Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin) mengambil langkah berani. Melalui forum diskusi strategis di Jakarta, kolaborasi ini menyuarakan urgensi kedaulatan produk dalam negeri sebagai harga mati untuk keselamatan transportasi laut Indonesia.Kamis (12/03/2026)

Ketua Umum Komenwa, Datep Purwa Saputra, menegaskan bahwa ini bukan sekadar imbauan, melainkan instruksi langsung dari Perpres Nomor 42 Tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi fondasi utama pembangunan nasional.

“Kita punya regulasi, kita punya kemampuan. Presiden sudah menghimbau agar unit usaha kecil hingga menengah diberikan karpet merah untuk menggunakan produk lokal. Jangan sampai pasar kita dirusak oleh ketergantungan pada produk luar,” tegas Datep dalam acara yang juga dibarengi dengan buka puasa bersama 300 peserta tersebut.

Isu keselamatan pelayaran menjadi semakin krusial mengingat kondisi laut yang kian ekstrem akibat global warming. Datep menyoroti kelalaian operator kapal, khususnya kapal di bawah 500 GT, yang kerap meremehkan ketersediaan life jacket.

“Ingat, standar minimal itu 115%. Bahkan sekarang, kapal yang berlayar di atas 24 mil wajib memiliki life jacket khusus bayi. Banyak kasus kecelakaan kapal di mana bayi tidak tertolong karena alat keselamatannya tidak tersedia atau tidak sesuai standar,” tambahnya dengan nada serius.

Menjawab tantangan tersebut, Hilman Surawijaya dari Pramarin memperkenalkan inovasi life jacket lokal yang telah lulus uji ketat di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). Pelampung ini diklaim mampu bertahan 2-3 hari di atas air tanpa risiko tenggelam.

Namun, yang membuat produk ini istimewa bukan hanya kualitasnya, melainkan proses produksinya yang menyentuh sisi kemanusiaan. Hilman mengungkapkan bahwa produksi alat keselamatan ini melibatkan anak-anak panti asuhan melalui pembinaan terpadu.

“Pada hari Sabtu dan Minggu, kami mendidik dan membina anak-anak panti. Mereka membantu proses perakitan ringan seperti pemasangan lampu dan peluit, dan tentu mereka mendapatkan gaji. Ini cara kami agar mereka bisa mandiri, bahkan bisa membeli baju lebaran dari hasil keringat sendiri,” ujar Hilman yang juga merencanakan pembangunan pabrik besar di wilayah Bandung dalam waktu dekat.

Saat ini, produk pelampung hasil karya anak bangsa ini sudah mulai digunakan oleh armada kapal di Batam dan ditargetkan akan menyebar ke seluruh pelosok tanah air.

“Kita tidak ingin produk dari luar, terutama dari China, terus-menerus merusak industri kita. Target kita jelas: sosialisasi penggunaan produk lokal hingga 100% demi keselamatan pelayaran nasional,” tutup Hilman optimistis.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 12 Maret 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Nur

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna
TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81
Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas
Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda
Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya
Diduga Kebal Hukum! Aktivitas AW alias BES Pengumpul Solar Subsidi Masih Lancar, Polres Bone Dinilai Tutup Mata, Berlindung di A serta Dimodali Bombong Pemilik Tangki PT. Katana Wajo
Aspirasi Syukuri UU Perlindungan Ketenagakerjaan Telah Disahkan 
Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Makassar, PERADI Bersatu Dorong Integritas Digital
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:48 WITA

TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:04 WITA

Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:30 WITA

Diduga Kebal Hukum! Aktivitas AW alias BES Pengumpul Solar Subsidi Masih Lancar, Polres Bone Dinilai Tutup Mata, Berlindung di A serta Dimodali Bombong Pemilik Tangki PT. Katana Wajo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:06 WITA

Aspirasi Syukuri UU Perlindungan Ketenagakerjaan Telah Disahkan 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:12 WITA

Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Makassar, PERADI Bersatu Dorong Integritas Digital

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:45 WITA

Gerak Cepat Lapas Makassar Lakukan Asesmen terhadap 332 WBP, Ada Apa?

Berita Terbaru