Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Siapkan Strategi Amankan Mudik Lebaran

Jakarta, DNID.co.id — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subianto memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Kamis (12/3).

 

Dalam amanatnya, Kapolri menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar dapat bertugas dengan sungguh-sungguh sehingga dapat mewujudkan tagline “Mudik

Aman, Keluarga Bahagia”.

 

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” ujarnya.

 

Sigit mengatakan momentum Hari Raya Idul Fitri sangat penting untuk mendorong perekonomian nasional karena mampu mendorong perputaran uang yang signifikan dan

memberikan multiplier effect di seluruh daerah.

 

Ia menjelaskan dari hasil survei Kementerian Perhubungan, diperkirakan jumlah masyarakat yang akan melaksanakan mudik pada tahun ini mencapai 143,9 juta orang.

 

Meskipun diperkirakan menurun 2,5 juta dibanding tahun lalu, Kapolri meminta seluruh petugas untuk tetap waspada dan mengantisipasi lonjakan jumlah masyarakat yang mudik.

 

“Terlebih lagi ada stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik, antara lain diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, Kapolri mengingatkan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada dua gelombang yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret. Sementara untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.

 

Ia menambahkan pemerintah telah menyiapkan sejumlah pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran 2026 mulai dari pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow dan ganjil-genap, pengaturan penyeberangan laut hingga alih fungsi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat.

 

“Untuk itu, saya berharap seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan SKB ini, sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik,” jelasnya.

 

Di sisi lain, Sigit mengingatkan dari hasil perhitungan BMKG kondisi cuaca pada saat arus mudik Lebaran 2026 akan dalam kondisi berawan hingga hujan lebat.

 

Oleh sebab itu, ia meminta agar seluruh anggota yang bertugas dalam kondisi siaga penuh menghadapi seluruh potensi bencana alam yang mungkin terjadi.

 

“Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tuturnya.

 

“Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan baik penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana baik pada

tahap pra, saat dan pasca bencana,” imbuhnya.

 

Terakhir, Sigit juga meminta kepada jajaran kepolisian untuk melakukan pemetaan potensi gangguan kambtimas mulai dari premanisme, balap liar hingga perkelahian antar kelompok.

 

Ia secara khusus memerintahkan agar patroli rutin dengan

melibatkan Pam Swakarsa terus ditingkatkan khususnya pada titik-titik dan jam rawan.

 

Selain itu, kata dia, seluruh jajaran Polsek hingga Polres diminta untuk turun melakukan pendataan rumah yang kosong ditinggalkan pemudik. Serta menyediakan penitipan kendaraan guna memberikan rasa aman bagi

masyarakat yang mudik.

 

“Optimalkan layanan Kepolisian 110 guna menghadirkan pelayanan Kepolisian yang responsif dan solutif, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran rekan-rekan,” jelasnya

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 13 Maret 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi

Editor: Hasriady

Sumber Berita: RDI - Humas Polri

Penanggung Jawab: Andi AP

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kematian DPO R alias Lolli Usai Ditembak Dua Kali, Keluarga Sebut Bocor Kepala Hingga Dibungkus Plastik Saat Ditangkap
Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna
TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81
Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas
Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda
Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya
Diduga Kebal Hukum! Aktivitas AW alias BES Pengumpul Solar Subsidi Masih Lancar, Polres Bone Dinilai Tutup Mata, Berlindung di A serta Dimodali Bombong Pemilik Tangki PT. Katana Wajo
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:37 WITA

Kematian DPO R alias Lolli Usai Ditembak Dua Kali, Keluarga Sebut Bocor Kepala Hingga Dibungkus Plastik Saat Ditangkap

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:09 WITA

Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:48 WITA

TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:04 WITA

Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:30 WITA

Diduga Kebal Hukum! Aktivitas AW alias BES Pengumpul Solar Subsidi Masih Lancar, Polres Bone Dinilai Tutup Mata, Berlindung di A serta Dimodali Bombong Pemilik Tangki PT. Katana Wajo

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:09 WITA

Sosial Politik

Ketua Umum Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulsel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:11 WITA