Angin Putar Terjang Bone, Puluhan Rumah Rusak, Lansia 73 Tahun Nyaris Terjebak di Rumah
Sebuah rumah milik warga rusak parah setelah tertimpa pohon tumbang akibat angin putar di Kelurahan Mattiro Walie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bon
Angin kencang berputar menerjang permukiman di Mattiro Walie, dua pohon tumbang menimpa rumah lansia 73 tahun hingga korban sempat terjebak sebelum diselamatkan warga.
Bone, DNID.co.id – Angin kencang menerjang permukiman warga di Kelurahan Mattiro Walie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 13.14 WITA.
Peristiwa itu menyebabkan puluhan rumah panggung rusak setelah atapnya terbang diterpa angin, bahkan satu rumah warga tertimpa dua pohon tumbang.
Salah satu korban adalah Asia (73), seorang lansia yang tinggal sendiri di rumahnya saat peristiwa terjadi. Rumahnya tertimpa dua pohon besar yang tumbang akibat angin kencang.
Warga yang berada di sekitar lokasi membenarkan bahwa Asia sempat terjebak di dalam rumah karena akses keluar tertutup ranting pohon.
“Saat kejadian Asia lagi di dalam rumah. Mau keluar lewat pintu depan sudah tidak bisa karena tertutup ranting besar pohon yang tumbang,” kata seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Menurut warga, untuk menyelamatkan Asia mereka terpaksa merusak bagian papan di belakang rumah agar korban bisa keluar dengan aman.
“Dia akhirnya diarahkan keluar lewat belakang. Papannya dirusak karena takut kalau angin kencang datang lagi dan pohon bergeser bisa tambah parah,” ujarnya.
Asia mengaku sempat panik saat angin berputar di sekitar rumahnya sebelum pohon tumbang dan menimpa bangunan tempat tinggalnya.
“Saat itu saya panik. Saya coba keluar lewat pintu depan tapi tidak bisa karena penuh ranting besar. Terpaksa lewat belakang dengan mencungkil papan rumah,” kata Asia.
Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan agar rumahnya dapat kembali ditempati.
“Saya berharap pemerintah cepat membantu saya. Kalau tidak, siapa lagi yang bantu saya, kasihan sudah tua dan tinggal sendiri di sini,” ujarnya.
Selain rumah Asia, puluhan rumah lain di kawasan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terpaan angin kencang. Beberapa pohon di pinggir jalan juga tumbang dan sempat menghambat arus lalu lintas.
Angin putar yang melanda kawasan tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap.
Warga setempat bersama petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone langsung melakukan pembersihan dengan memotong batang dan ranting pohon yang menutupi jalan maupun yang menimpa rumah warga.
Setelah dilakukan pembersihan secara gotong royong, akses jalan yang sebelumnya sempat macet akhirnya kembali normal.
Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar karena kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Petugas BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang maupun kerusakan bangunan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Angin Putar Terjang Bone, Puluhan Rumah Rusak, Lansia 73 Tahun Nyaris Terjebak di Rumah
SENIN, 16 MARET 2026
Angin kencang berputar menerjang permukiman di Mattiro Walie, dua pohon tumbang menimpa rumah lansia 73 tahun hingga korban sempat terjebak sebelum diselamatkan warga.
Bone, DNID.co.id – Angin kencang menerjang permukiman warga di Kelurahan Mattiro Walie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 13.14 WITA.
Peristiwa itu menyebabkan puluhan rumah panggung rusak setelah atapnya terbang diterpa angin, bahkan satu rumah warga tertimpa dua pohon tumbang.
Salah satu korban adalah Asia (73), seorang lansia yang tinggal sendiri di rumahnya saat peristiwa terjadi. Rumahnya tertimpa dua pohon besar yang tumbang akibat angin kencang.
Warga yang berada di sekitar lokasi membenarkan bahwa Asia sempat terjebak di dalam rumah karena akses keluar tertutup ranting pohon.
“Saat kejadian Asia lagi di dalam rumah. Mau keluar lewat pintu depan sudah tidak bisa karena tertutup ranting besar pohon yang tumbang,” kata seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Menurut warga, untuk menyelamatkan Asia mereka terpaksa merusak bagian papan di belakang rumah agar korban bisa keluar dengan aman.
“Dia akhirnya diarahkan keluar lewat belakang. Papannya dirusak karena takut kalau angin kencang datang lagi dan pohon bergeser bisa tambah parah,” ujarnya.
Asia mengaku sempat panik saat angin berputar di sekitar rumahnya sebelum pohon tumbang dan menimpa bangunan tempat tinggalnya.
“Saat itu saya panik. Saya coba keluar lewat pintu depan tapi tidak bisa karena penuh ranting besar. Terpaksa lewat belakang dengan mencungkil papan rumah,” kata Asia.
Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan agar rumahnya dapat kembali ditempati.
“Saya berharap pemerintah cepat membantu saya. Kalau tidak, siapa lagi yang bantu saya, kasihan sudah tua dan tinggal sendiri di sini,” ujarnya.
Selain rumah Asia, puluhan rumah lain di kawasan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terpaan angin kencang. Beberapa pohon di pinggir jalan juga tumbang dan sempat menghambat arus lalu lintas.
Warga setempat bersama petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone langsung melakukan pembersihan dengan memotong batang dan ranting pohon yang menutupi jalan maupun yang menimpa rumah warga.
Setelah dilakukan pembersihan secara gotong royong, akses jalan yang sebelumnya sempat macet akhirnya kembali normal.
Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar karena kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Petugas BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang maupun kerusakan bangunan.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.