Pengamat Dinilai Melecehkan DPRD Tangerang Asal Pantura / Encek Sesalkan Pernyataan Miftahul Adib di Media Online

 

Tangerang,BeritaQ.com – Aktivis Pantura Kabupaten Tangerang Ahmed Zaini (Encek) menyesalkan pernyataan Miftahul Adib, seorang pengamat kebijakan publik, yang terkesan merendahkan martabat wakil rakyat di wilayahnya.

Pasalnya, Adib menyebut Jayusman, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang daerah pilih (Dapil) wilayah pantura meliputi Teluknga, Kosambi, Sepatan, Pakuhaji dan Sepatan Timur, diminta datang ke Psikiater untuk memeriksa kejiwaan. Bahkan juga menyebut Jayusman berbicara sambil tidur di dua media online.

Jadi, menurut pria yang akrab disapa Encek, seorang pengamat tidak pantas berstatment tendensius dan menyesatkan publik hingga mencoreng marwah dan martabat wakil rakyat asal pantura Kabupaten Tangerang.

“Pak Jayusman itu wakil rakyat di wilayah kami. Artinya beliau (Jayusman-red) lebih tau kondisi wilayahnya, sampai persoalan tanahpun beliau mengawal sampai selesai. Artinyakan memihak rakyat dan melek,” kata Zaeni, kepada wartawan, Kamis (12/8/2021).

Zaeni menilai Adib diduga ingin menjadi tukang hasut yang mencoba membuat gaduh suasana di wilayah pantura Kabupaten Tangerang. Selain itu, Zaeni juga menduga Adib berupaya membenturkan masyarakat dengan pengembang yang sedang melakukan pembebasan lahan dalam progres pembangunan dengan cara mengekspose di media massa dengan isu-isu mafia tanah.

“Model begituan kayak bukan pengamat, tapi tukang kompor (hasut-red) bikin gaduh suasana pantura. Targetnya, saya duga kuat untuk bikin bentrok masyarakat dengan pengembang yang lagi proses pembebasan lahan dan progres pembangunan dengan isu marak mafia tanah di pantura Tangerang,” kata Zaeni.

Padahal, dikatakan Zaeni,  bahwa persoalan tanah overlap sudah ditangani oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang. Sebab, banyak pengadu yang awal merasa dirugikan, sudah dikembalikan hak kepemilikan mereka sesuai keputusan BPN.

“Jadi saya sarankan jangan beropini menyesatkan publik. Dampak dari pernyataan itu, mencoreng nama baik wilayah pantura Tangerang di mata publik,” kata Zaeni.

“Tentu merembet kepada progres pembangunan dengan pernyataan sesaat itu membuat takut masyarakat dan pengembang yang membantu pemerintah dongkrok pertumbuhan ekonomi,” terang Zaeni.

Oleh karenanya, Zaeni menegaskan kepada Adib Miftahul untuk meminta maaf dan memberikan klarifikasi kepada wakil rakyat daerahnya, karena sudah merendahkan martabat seorang wakil rakyat.

“Kalau dalam waktu 24 jam tidak segera melakukan pernyataan minta maaf dan klarifikasi kepada beliau, warga pantura akan laporkan Adib dan media yang diduga tidak berimbang memberitakan wilayah pantura dengan isu-isu mafia tanah di pantura,” tegasnya.

Dituturkan Zaeni, beberapa hari lalu diketahui bahwa Jayusman melontarkan pernyataan di media massa persoalan tanah yang tumpang tindih atau overlap di wilayah pantura Tangerang, sudah diselesaikan oleh BPN Kabupaten Tangerang.

Selain itu juga, Jayusman merasa risih dengan isu mafia tanah yang dihembuskan pihak tertentu di wilayah pantura Tangerang. Jayusman-pun menyebut tidak ada unsur mafia tanah karena tanah masyarakat yang tumpang tindih kepemilikan masih menguasakan tanah mereka.

Simpan Gambar:

Kamis, 12 Agustus 2021

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Wabup Andi Akmal Pasluddin Hadir, Soroti Arah Baru Wajo
Lima Jabatan Strategis Polres Bone Resmi Berganti
Rudi Nahkodai PAC Bontoala, Siap Besarkan Nama LGIB di Makassar
Tekan Inflasi, Pemkab Bantaeng Hadirkan Show Pangan dan GPM Rabu Menyapa dengan Harga Lebih Terjangkau
Bupati Bantaeng Buka Musrenbang 2027, Infrastruktur dan Ekonomi Kawasan Jadi Prioritas
Pererat Sinergi TNI dan Pemda, Bupati Bantaeng Sambut Pangdam XIV/Hasanuddin
Salak Busuk dalam Program MBG, FRK: Minta BGN Evaluasi Dapur di Jeneponto
Tambang Tanah Diduga Ilegal di Ajangale Dikeluhkan Warga, Sawah Rusak hingga Jalan Berlumpur
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 13:29 WITA

Wabup Andi Akmal Pasluddin Hadir, Soroti Arah Baru Wajo

Jumat, 10 April 2026 - 12:53 WITA

Lima Jabatan Strategis Polres Bone Resmi Berganti

Jumat, 10 April 2026 - 10:38 WITA

Rudi Nahkodai PAC Bontoala, Siap Besarkan Nama LGIB di Makassar

Kamis, 9 April 2026 - 08:13 WITA

Tekan Inflasi, Pemkab Bantaeng Hadirkan Show Pangan dan GPM Rabu Menyapa dengan Harga Lebih Terjangkau

Kamis, 9 April 2026 - 07:39 WITA

Bupati Bantaeng Buka Musrenbang 2027, Infrastruktur dan Ekonomi Kawasan Jadi Prioritas

Kamis, 9 April 2026 - 00:22 WITA

Pererat Sinergi TNI dan Pemda, Bupati Bantaeng Sambut Pangdam XIV/Hasanuddin

Rabu, 8 April 2026 - 14:36 WITA

Salak Busuk dalam Program MBG, FRK: Minta BGN Evaluasi Dapur di Jeneponto

Rabu, 8 April 2026 - 08:51 WITA

Tambang Tanah Diduga Ilegal di Ajangale Dikeluhkan Warga, Sawah Rusak hingga Jalan Berlumpur

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Wabup Andi Akmal Pasluddin Hadir, Soroti Arah Baru Wajo

Jumat, 10 Apr 2026 - 13:29 WITA

Serba-Serbi

Lima Jabatan Strategis Polres Bone Resmi Berganti

Jumat, 10 Apr 2026 - 12:53 WITA

Kriminal Hukum

Gasak Uang Pedagang 15 Juta, Empat Remaja di Jeneponto Diciduk Polisi

Jumat, 10 Apr 2026 - 11:16 WITA

DPC LGIB Makassar membentuk kepengurusan  PAC LGIB Kecamatan Bontoala. (dok.angki)

Peristiwa

Rudi Nahkodai PAC Bontoala, Siap Besarkan Nama LGIB di Makassar

Jumat, 10 Apr 2026 - 10:38 WITA