Klaim Tanah Ulayat, Warga Tutup Jalan ke Lokasi Tambang Batu Bara di Bonehau

Mamuju, DNID Sulbar — Sejumlah warga Dusun Talondo Kondo, Desa Bonehau, Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), menutup jalan menuju lokasi tambang Batu Bara milik PT. Bonehau Prima Coal (BPC). Selasa, (4/10/2022) kemarin.

Dalam aksinya warga Talondo Kondo memasang pagar penghalang dari kayu dan bambu sambil berjaga – jaga disekitar areal tambang.

Massa melarang kegiatan sebelum ada kesepakatan antara pihak warga dengan pihak Perusahaan PT BPC yang telah mengantongi izin Kuasa Pertambangan (KP) di Desa Tamalea Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju, sebelum amandemen UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah. Dan kemudian telah diperpanjang melalui Kementerian ESDM Tahun 2020.

Salah Seorang tokoh pemuda, Hasmin Pasai, yang dikonfirmasi mengatakan, bahwa pada dasarnya masyarakat dusun Talondo Kondo tidak menolak masuknya perusahaan pertambangan tersebut.

Tampak warga betjaga-jaga di sekitar lokasi tambang Batu Bara milik PT Bonehau Prima Coal

“Namun, kami cuma merasa tidak dihargai karena tiba – tiba masuk di wilayah Dusun Talondo Kondo, Desa Bonehau,” katanya.

Sementara menurutnya, diketahui bersama bahwa izin operasi PT. Bonehau Prima Coal hanya di wilayah Desa Tamalae yang merupakan eks UPT Transmigrasi.

“Jadi intinya kami tidak menghalangi, hanya saja lokasi yang sekarang ini adalah ulayat kami karena merupakan kampung tua. Jauh sebelum program Transmigrasi masuk diwilayah ini,” ungkap Hasmin via sambungan seluler.

Lanjutnya, saat orang tua menyerahkan lahan untuk Transmigrasi sudah ada batas yang ditunjuk yakni salu (Sungai) Pitean.

Sementara itu, Babinsa Desa Bonehau. Serma M. Idris yang dihubungi via WhatsApp miliknya, mengatakan bahwa pihak telah berhasil berkomunikasi dengan para tokoh masyarakat setempat sehingga aksi warga tersebut tidak berlangsung lama dan tidak melakukan tindakan anarkis.

“Dalam waktu dekat, kita akan bekerjasama dengan Pemerintah Desa dan Kecamatan untuk mempertemukan warga dengan pihak pelaksana PT. Bonehau Prima Coal dan UPT Transmigrasi,” tandas Idris.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 5 Oktober 2022

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Momentum Besar PJS di Batam! Menko Zulkifli Hasan Tiba, Besok Resmi Buka Rakernas III
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:13 WITA

Momentum Besar PJS di Batam! Menko Zulkifli Hasan Tiba, Besok Resmi Buka Rakernas III

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:16 WITA

Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 19:23 WITA

Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru