Sat Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel Berhasil Meringkus Pelaku Perdagangan TKI Ilegal
Makassar, DNID — Sat Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel berhasil mengamankan 3 orang diduga pelaku perdagangan orang pada selasa (06/12/2022).
Berawal dari adanya informasi terkait penyaluran TKI secara illegal yang akan dipekerjakan ke Negara Malaysia, selanjutnya dari hasil penyelidikan diketahui pelaku berjumlah 3 (tiga) orang yang berinisalkan YS (Lk), LPD (Lk) dan ES (Pr).
Ketiga pelaku tersebut merekrut 8 (delapan) orang pekerja yang rata – rata berdomisili di Kab. gowa yang berinisial NR , MT, NM, SL, HR, SL, KM, SP.
Para korban dijanji akan diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja sebagai pekerja di perkebunan kelapa sawit, dengan iming-imingan gaji tiga hingga sembilan juta.
“Alhamdulillah, berkat laporan masyarakat kami dari Resmob Polda Sulsel berhasil mengamankan 3 orang pelaku masing-masing berinisial PS, MY dan NER. Mereka merupakan sindikat penjual manusia yang akan dipekerjakan sebagai tenaga kerja illegal di Malaysia, “kata Kompol. Dharma Praditya Negara S. Ik, Kanit Resmob Polda Sulsel.
Dari informasi tersebut selanjutnya tim Satresmob Ditreskrimum Polda Sulsel pada hari selasa, 06 Desember 2022 sekita pukul 08.25 wita melakukan penelusuran dan penangkapan yang bertempat di Jl. Naja Dg Nai Kel. Rappokalling Kec.Tallo Kota Makassar.
Barang bukti yang diamankan oleh Sat Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel berupa enam buah paspor dengan NO PASPOR :E1327236 ,E1326802, C9280249, E1326437 , E1326610 ,E1326801. Serta dua buah buku rekening , dua unit mobil Toyota Avanza dan sebelas Ponsel HP Telah di amankan.
Pelaku mengaku dia adalah mandor dan sudah bekerja selama satu enam bulan di perusahaan sawit tersebut sehingga bulan November kemarin berhasil meberangkratkan tiga orang untuk di pekerjakan .
Para pelaku berhasil diamankan Sat Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel, selanjutnya masuk dalam tahapan penyelidikan lebih dalam terkait TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO)
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Sat Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel Berhasil Meringkus Pelaku Perdagangan TKI Ilegal
JUMAT, 9 DESEMBER 2022
Makassar, DNID -- Sat Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel berhasil mengamankan 3 orang diduga pelaku perdagangan orang pada selasa (06/12/2022).
Berawal dari adanya informasi terkait penyaluran TKI secara illegal yang akan dipekerjakan ke Negara Malaysia, selanjutnya dari hasil penyelidikan diketahui pelaku berjumlah 3 (tiga) orang yang berinisalkan YS (Lk), LPD (Lk) dan ES (Pr).
Ketiga pelaku tersebut merekrut 8 (delapan) orang pekerja yang rata - rata berdomisili di Kab. gowa yang berinisial NR , MT, NM, SL, HR, SL, KM, SP.
Para korban dijanji akan diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja sebagai pekerja di perkebunan kelapa sawit, dengan iming-imingan gaji tiga hingga sembilan juta.
“Alhamdulillah, berkat laporan masyarakat kami dari Resmob Polda Sulsel berhasil mengamankan 3 orang pelaku masing-masing berinisial PS, MY dan NER. Mereka merupakan sindikat penjual manusia yang akan dipekerjakan sebagai tenaga kerja illegal di Malaysia, “kata Kompol. Dharma Praditya Negara S. Ik, Kanit Resmob Polda Sulsel.
Dari informasi tersebut selanjutnya tim Satresmob Ditreskrimum Polda Sulsel pada hari selasa, 06 Desember 2022 sekita pukul 08.25 wita melakukan penelusuran dan penangkapan yang bertempat di Jl. Naja Dg Nai Kel. Rappokalling Kec.Tallo Kota Makassar.
Barang bukti yang diamankan oleh Sat Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel berupa enam buah paspor dengan NO PASPOR :E1327236 ,E1326802, C9280249, E1326437 , E1326610 ,E1326801. Serta dua buah buku rekening , dua unit mobil Toyota Avanza dan sebelas Ponsel HP Telah di amankan.
Pelaku mengaku dia adalah mandor dan sudah bekerja selama satu enam bulan di perusahaan sawit tersebut sehingga bulan November kemarin berhasil meberangkratkan tiga orang untuk di pekerjakan .
Para pelaku berhasil diamankan Sat Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel, selanjutnya masuk dalam tahapan penyelidikan lebih dalam terkait TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO)