Parah…,Alat Peraga Kampanye Calon Kepala Daerah di Makassar,Marak Terpaku di Pohon.

Dnid.co.id,Makassar- Menjelang Pilkada Serentak 2024,Poster hingga spanduk bakal calon kepala daerah bertebaran serampangan,menghiasi sejumlah ruas jalan,Khususnya di Kota Makassar,Sulawesi Selatan.

Sayangnya Alat Peraga Kampanye (APK) itu dipasang semrawut, Nampak dipaku di pohon di sejumlah pedestrian atau trotoar di Kota Makassar.

Padahal sesuai dengan PKPU No.15 tahun 2013 yang merupakan perubahan dari PKPU No.1 Tahun 2011 dengan jelas disebutkan bahwa APK tidak boleh dipasang di tempat ibadah,RS, tempat pelayana kesehatan ,gedung pemerintah, lembaga pendidikan,sekolah,jalan protokol, fasilitas publik serta taman dan pepohonan. Ditambah lagi aturan perwali makassar No.69 tahun 2016 yang melakukan penebangan ,pemindahan ,pengrusakan pohon yang melukai dan menyebabkan pohon mati.

Namun pelaksanaan dari regulasi tersebut,tidak berjalan semestinya. Dari pantauan media Dnid.co.id di lapangan, masih banyak diantara calon kepala daerah yang tetap saja memasang tanda gambar mereka di pohon baik dengan cara di ikat kawat maupun di paku di pohon,padahal itu mengganggu keberlansungan pertumbuhan pohon.

Seperti yang terlihat di antaranya di jalan al markas inspeksi kanal kelurahan lembo kec. tallo,jalan bandang kec.bontoala,jalan metro tanjung bunga Kec. Tamalate,dan sejumlah ruas jalan lainnya di Kota Makassar.

Pemandangan tersebut,bukanlah sebuah fenomena yang tiba-tiba terjadi,melainkan hal yang klasik terus berulang,setiap pesta demokrasi akan digelar. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran dan kepedulian para pihak terhadap lingkungan.Tidak hanya pemerintah, penyelenggara pemilu,masyarakat,termasuk calon kepala daerah yang akan bertarung, karena ancaman lingkungan depan mata,tanpa menunggu waktu untuk segera menertibkan APK di pohon, karena selain melanggar,juga menggangu estetika.Pohon tidak hanya sebagai sumber oksigen,namun juga termasuk ornamen kota.

(zhiera)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 2 September 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor
Ketua Demokrat Maros Dukung Appi Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Sulsel
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:20 WITA

Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:27 WITA

Ketua Demokrat Maros Dukung Appi Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Sulsel

Berita Terbaru