Perkuat Sinergitas Antar Pihak dalam Memerangi Narkoba, Karang Taruna Makassar Gelar Dialog Antisipasi Bahaya Narkoba.
Makassar,DNID.co.id – Karang Taruna Kota Makassar Menggelar kegiatan Dialog tentang “Sinergitas Ormas dan Aparat dalam rangka Antisipasi bahaya narkoba”,di Cafe Kopizone Boluevard Makassar,Minggu (10/11/2024).
Dalam kegiatan tersebut, di hadiri oleh Perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi selatan,Andi Werru Kambau, SH dan Perwakilan Kapolrestabes Kota makassar Isprianto, yang sekaligus sebagai narasumber dalam kegiatan dialog tersebut.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh karang taruna di apresiasi oleh pemuda kota makassar dan beberapa mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.Itu menandakan bahwa dalam penanganan antisipasi bahaya narkoba perlu di tingkatkan dan juga perlu melibatkan ormas, pemuda dan mahasiswa yang siap mengawal dan mengawasi terkait bahaya narkoba terkhususnya yang ada di kota makassar ini.
“Ini berarti bahwa bentuk kepedulian dan kesadaran akan penerus anak bangsa masih terbilang masih peduli dan hal ini perlu di apresiasi dengan memberikan ruang serta pemerintah harus senantiasa memberikan edukasi-edukasi dan pemahaman kepada pecandu-pecandu narkotika tersebut, terlebih lagi pada anak usia dini yang harus di berikan pemahaman bahaya narkoba sebab pertumbuhan anak usia dini menuju proses pendewasaan sangat cenderung ingin mengetahui hal-hal yang belum dilakukan dan hal ini tentu harus segera diberikan pemahaman. Dan juga bagaimana para pengendar narkoba harus di berantas sampai tuntas,”ucap
ketua karang taruna kota Makassar Muhammad Zulkifli.
Lanjut, kata Zulkifli Kegiatan ini juga adalah kegiatan sebagai bentuk usaha untuk mengajak pengurus karang taruna di kota Makasar, yang di hadiri oleh mahasiswa dan seluruh masyarakat untuk tidak bosan mengambil bagian dalam rangka mengantisipasi dampak dari peredaran narkotika di wilayah Makasar.
“Saat ini jaringan narkoba telah masuk ke seluruh wilayah Indonesia , saat ini negara, daerah kita Makassar dan sulsel betul-betul telah dijadikan sebagai lahan subur beredarnya barang haram, kondisi saat ini betul-betul mengingatkan kita kepada cerita tentang perang candu dimana Negera kita sedang berusaha di hancur oleh jaringan narkotika,”terangnya.
Dalam beberapa bulan terakhir saja kita tentunya dapat melihat bagaimana maraknya usaha aparat menggalakan peredaran narkoba dan obat terlarang di Makassar dan sulsel. Tanggal 31 Maret 2024 Polrestabes Makasar berhasil menggagalkan peredaran 530 gram sabu dan 20 kilogram narkoba jenis sintec trus di bulan Agustus sampai September Polrestabes Makasar kembali gagalkan peredaran 1.184 kg sabu dan di Sidrap jaringan besar narkoba di ajaptappareng berhasil ditangkap termasuk seorang ibu rumah tangga dengan barang bukti 2 bal sabu dan 100 biji ekstasi, dan baru baru ini di bulan Oktober 2024 Polrestabes Makasar kembali menggagalkan peredaran 30 kg sabu + 8229 pil mephedron.
Dalam dialog tersebut, disampaikan bahwa harga 1 gram sabu sekarang adalah 1,1 Juta rupiah jadi 30 ribu gram kalau dikalikan harga per gramnya di pasaran maka 30 kg itu senilai Rp33 Milliar.
Dari data yang ada ini tentunya harus membuka mata kita mengetuk nurani kita sebagai generasi pelanjut untuk harus tampil mengambil barisan bersama aparat dan BNN untuk bisa berjuang bersama dalam mengantisipasi dampak peredaran narkoba ini.
“Alhamdulilah Adik adik peserta menyambut baik dan sepakat untuk berjuang bersama termasuk memberi informasi tempat-tempat yang dianggap rawan termasuk infomasi pelaku pengedar,Selain itu saya sebagai ketua karang taruna, pengurus yang hadir serta adik adik peserta lainya juga mengapresiasi keberhasilan aparat kita dalam menggagalkan peredaran narkoba di Makasar dan sulsel,”ucap Zulkifli
“Saya tentunya sangat mengapresiasi keberhasilan ini tetapi saya juga tentunya akan menyampaikan harapan mewakili pengurus,mewakili peserta diskusi dan masyarakat kiranya pengembangan kasus peredaran 30 kg sabu ini dapat di ungkap sampai ke akar akarnya kita juga minta aparat menyampaikan hasil pengembangan secara transparan termasuk nama kapal dan indentitas pemilik kapal yang digunakan mengangkut barang haram tersebut , kita minta aparat menerapkan pasal secara maksimal kepada semua pelaku, jika unsur pidana mati dapat terpenuhi maka kami minta jangan segan untuk menerapkan kepada para tersangka,”sambungnya.
“saya rasa ini penting sebagai bentuk keseriusan aparat memerangi peredaran narkoba dan sebagai keseriusan dalam melaksanan program kerja 100 hari presiden Prabowo, termasuk rencana BNN untuk penggerebekan 200 kampung narkoba di seluruh Indonesia. kami tentunya mendukung penuh upaya ini termasuk pembersihan kelompok narkoba di wilayah ajatappareng yang konon kabarnya di backup oleh orang orang hebat,”kata Zulkifli.
“Kami tunggu progres itu dan tentunya kami harap usaha itu dapat di lakukan secara maksimal tentunya kami ingin Makasar dan sul-sel menjadi contoh utama yang menerapkan hukuman maksimal kepada pelaku peredaran narkoba, begitu juga di di kejaksaan dan pengadilan kita tentunya harap jaksa memberi tuntutan yang vonis yang maksimal di pengadilan nanti,”harapnya.
” Terakhir kepada pemerintah dalam hal ini bapak presiden Prabowo Subianto untuk kiranya dapat memberi perhatian khusus kepada aparat kita dalam penindakatan termasuk support fasilitas bertehknologi tinggi agar aparat kita bisa lebih mudah mendeteksi segala jenis narkotika dan obat terlarang lainnya,”pungkas ketua karang taruna muhammad zulkifli.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Perkuat Sinergitas Antar Pihak dalam Memerangi Narkoba, Karang Taruna Makassar Gelar Dialog Antisipasi Bahaya Narkoba.
SENIN, 11 NOVEMBER 2024
Makassar,DNID.co.id - Karang Taruna Kota Makassar Menggelar kegiatan Dialog tentang "Sinergitas Ormas dan Aparat dalam rangka Antisipasi bahaya narkoba",di Cafe Kopizone Boluevard Makassar,Minggu (10/11/2024).
Dalam kegiatan tersebut, di hadiri oleh Perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi selatan,Andi Werru Kambau, SH dan Perwakilan Kapolrestabes Kota makassar Isprianto, yang sekaligus sebagai narasumber dalam kegiatan dialog tersebut.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh karang taruna di apresiasi oleh pemuda kota makassar dan beberapa mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.Itu menandakan bahwa dalam penanganan antisipasi bahaya narkoba perlu di tingkatkan dan juga perlu melibatkan ormas, pemuda dan mahasiswa yang siap mengawal dan mengawasi terkait bahaya narkoba terkhususnya yang ada di kota makassar ini.
"Ini berarti bahwa bentuk kepedulian dan kesadaran akan penerus anak bangsa masih terbilang masih peduli dan hal ini perlu di apresiasi dengan memberikan ruang serta pemerintah harus senantiasa memberikan edukasi-edukasi dan pemahaman kepada pecandu-pecandu narkotika tersebut, terlebih lagi pada anak usia dini yang harus di berikan pemahaman bahaya narkoba sebab pertumbuhan anak usia dini menuju proses pendewasaan sangat cenderung ingin mengetahui hal-hal yang belum dilakukan dan hal ini tentu harus segera diberikan pemahaman. Dan juga bagaimana para pengendar narkoba harus di berantas sampai tuntas,"ucap
ketua karang taruna kota Makassar Muhammad Zulkifli.
Lanjut, kata Zulkifli Kegiatan ini juga adalah kegiatan sebagai bentuk usaha untuk mengajak pengurus karang taruna di kota Makasar, yang di hadiri oleh mahasiswa dan seluruh masyarakat untuk tidak bosan mengambil bagian dalam rangka mengantisipasi dampak dari peredaran narkotika di wilayah Makasar.
"Saat ini jaringan narkoba telah masuk ke seluruh wilayah Indonesia , saat ini negara, daerah kita Makassar dan sulsel betul-betul telah dijadikan sebagai lahan subur beredarnya barang haram, kondisi saat ini betul-betul mengingatkan kita kepada cerita tentang perang candu dimana Negera kita sedang berusaha di hancur oleh jaringan narkotika,"terangnya.
Dalam beberapa bulan terakhir saja kita tentunya dapat melihat bagaimana maraknya usaha aparat menggalakan peredaran narkoba dan obat terlarang di Makassar dan sulsel. Tanggal 31 Maret 2024 Polrestabes Makasar berhasil menggagalkan peredaran 530 gram sabu dan 20 kilogram narkoba jenis sintec trus di bulan Agustus sampai September Polrestabes Makasar kembali gagalkan peredaran 1.184 kg sabu dan di Sidrap jaringan besar narkoba di ajaptappareng berhasil ditangkap termasuk seorang ibu rumah tangga dengan barang bukti 2 bal sabu dan 100 biji ekstasi, dan baru baru ini di bulan Oktober 2024 Polrestabes Makasar kembali menggagalkan peredaran 30 kg sabu + 8229 pil mephedron.
Dalam dialog tersebut, disampaikan bahwa harga 1 gram sabu sekarang adalah 1,1 Juta rupiah jadi 30 ribu gram kalau dikalikan harga per gramnya di pasaran maka 30 kg itu senilai Rp33 Milliar.
Dari data yang ada ini tentunya harus membuka mata kita mengetuk nurani kita sebagai generasi pelanjut untuk harus tampil mengambil barisan bersama aparat dan BNN untuk bisa berjuang bersama dalam mengantisipasi dampak peredaran narkoba ini.
"Alhamdulilah Adik adik peserta menyambut baik dan sepakat untuk berjuang bersama termasuk memberi informasi tempat-tempat yang dianggap rawan termasuk infomasi pelaku pengedar,Selain itu saya sebagai ketua karang taruna, pengurus yang hadir serta adik adik peserta lainya juga mengapresiasi keberhasilan aparat kita dalam menggagalkan peredaran narkoba di Makasar dan sulsel,"ucap Zulkifli
"Saya tentunya sangat mengapresiasi keberhasilan ini tetapi saya juga tentunya akan menyampaikan harapan mewakili pengurus,mewakili peserta diskusi dan masyarakat kiranya pengembangan kasus peredaran 30 kg sabu ini dapat di ungkap sampai ke akar akarnya kita juga minta aparat menyampaikan hasil pengembangan secara transparan termasuk nama kapal dan indentitas pemilik kapal yang digunakan mengangkut barang haram tersebut , kita minta aparat menerapkan pasal secara maksimal kepada semua pelaku, jika unsur pidana mati dapat terpenuhi maka kami minta jangan segan untuk menerapkan kepada para tersangka,"sambungnya.
"saya rasa ini penting sebagai bentuk keseriusan aparat memerangi peredaran narkoba dan sebagai keseriusan dalam melaksanan program kerja 100 hari presiden Prabowo, termasuk rencana BNN untuk penggerebekan 200 kampung narkoba di seluruh Indonesia. kami tentunya mendukung penuh upaya ini termasuk pembersihan kelompok narkoba di wilayah ajatappareng yang konon kabarnya di backup oleh orang orang hebat,"kata Zulkifli.
"Kami tunggu progres itu dan tentunya kami harap usaha itu dapat di lakukan secara maksimal tentunya kami ingin Makasar dan sul-sel menjadi contoh utama yang menerapkan hukuman maksimal kepada pelaku peredaran narkoba, begitu juga di di kejaksaan dan pengadilan kita tentunya harap jaksa memberi tuntutan yang vonis yang maksimal di pengadilan nanti,"harapnya.
" Terakhir kepada pemerintah dalam hal ini bapak presiden Prabowo Subianto untuk kiranya dapat memberi perhatian khusus kepada aparat kita dalam penindakatan termasuk support fasilitas bertehknologi tinggi agar aparat kita bisa lebih mudah mendeteksi segala jenis narkotika dan obat terlarang lainnya,"pungkas ketua karang taruna muhammad zulkifli.